
Luna pun akhirnya menyerah, ia bersiap untuk jalan bersama Juno. Rencana sih mau beli cincin buat lamaran mereka, dalam hatinya walaupun ini terpaksa tapi Luna pastikan Albert akan datang dan menggagalkan rencana pernikahannya. Ia selalu yakin atas apa yang dipikirkannya. Walaupun tidak tahu apakah Al akan datang atau tidak nantinya.
"Kamu kenapa diam saja sih Lun! Sudah kakak bilang bahwa Monica hanya sebatas teman kerja. Asal kamu tahu! Kakak belum menikah dengannya," ujar Juno sambil terus fokus menyetir mobilnya.
Tangannya mulai nakal, ia meraih tangan Luna tapi berhasil Luna tepis. Luna sangat menyesal telah mengejar cinta Juno saat ia masih buncin padanya. Tapi setelah ia tahu Juno hanya menganggap Luna sebagai teman dan tidak lebih, ia merasa kesal dan sangat marah. Setelah Luna tahu akan di jodohkan dengannya mendadak Luna jadi ilfil pada Juno.
"Apaan sih kak, stop jangan pegang tangan Luna. Nanti jadi gatal-gatal lagi badan Luna. Terserah kakak mau bicara apapun itu. Tetap saja Luna tidak mau menikah sama kakak, karena Luna sudah punya calon suami yang sangat sayang pada Luna," sahutnya sambil senyum menyungging.
Juno hanya bisa tertawa, ia tahu Luna hanya berkhayal karena dari ig atau pun Bagas, Luna belum punya pasangan jadi Juno anggap Luna hanya becanda.
Mereka pun sampai di tempat tujuan, mall besar yang dimana Luna pernah jalan-jalan bersama Albert. Menghabiskan waktu berdua, Luna sedih karena sekarang hubungan mereka di kekang oleh orangtuanya.
Brugh!
Tanpa meninggalkan sepetah kata pun Luna keluar mengabaikan teriakan Juno yang ia tinggal masih berada di dalam mobil.
"Sialan! Awas kau Luna lihat saja," ujarnya membuka pintu mobil dan bergegas mengikuti Luna masuk ke dalam mall.
__ADS_1
Sesampainya di dalam, Juno menarik kencang pergelangan tangan Luna sampai Luna meringis kesal dan kesakitan.
"Awhh! Kak Juno kasar sekali sih!" pekiknya membuat orang disekitar melihat ke arah mereka berdua.
"Diam! Kamu ini tidak sopan, sebaiknya kita segera ke toko langganan Papah. Kita segera beli cincin lamaran, jangan pernah membantah kakak tidak suka itu," jelasnya membuat Luna kesal sambil memanyunkan bibirnya.
Anak buah Albert segera menghubunginya untuk memastikan bahwa Luna sedang tidak baik-baik saja. Setelah Albert tahu, ia mulai bergegas pergi ketempat dimana Luna berada. Ia tidak mau gadis kecilnya terluka oleh pria lain.
"Brengs*k lihat saja Juno apa yang akan aku lakukan padamu, Kamu telah berani memaksa gadis kecilku," ujarnya sembari menyalakan mesin mobil dan berlalu pergi membelah jalanan.
Setelah membeli cincin berlian pilihan Juno, lagi-lagi Luna meninggalkan Juno sendiri ditoko Mas. Ia lebih memilih kembali masuk ke dalam mobil, hatinya sangat kesal, ia ingin sekali bertemu Albert tapi terhalang oleh manusia jelek yaitu Juno yang bikin mood Luna jadi hilang.
"Dasar Juno sialan," gerutunya membuka pintu mobil dan segera duduk. Juno yang tengah berlari mengejar Luna mara, ia benar-benar kesal prilaku Luna sangat membuat Juno naik darah.
"Kamu tuh jangan bikin kakak marah dong Lun," kesalnya segera menghidupkan mesin mobil dan berlalu pergi. Luna hanya diam sambil memeluk dad*nya menatap ke arah depan tanpa menolah dan mendengarkan ocehan Juno.
Di pertengahan jalan, Juno memarkirkan mobilnya, area sepi membuat Luna heran dibuatnya.
__ADS_1
"Kenapa mobilnya berhenti kak! Cepat jalan Luna cape pengen tidur," ujarnya seraya melirik ke arah Juno yang ada disampingnya.
"Diam lah Luna sayang, sebelum pulang kita habiskan waktu kita berdua bagaimana!" Juno menyeringai sambil membuka sabuk pengaman dan mendekati Luna yang saat ini ketakutan.
"Mau apa kamu kak?" tanya Luna mundur sampai mentok di ke pintu mobil.
"Cuma pengen ci*m kamu saja kok!" jawabnya sambil menyeringai.
"Kak, Juno jangan berani mendekati Luna!" ancamannya sambil menunjuk ke arah wajah Juno.
Luna mencoba melindungi diri dari Juno yang saat ini mendekatinya sambil membelai wajah Luna dengan kasar.
Brug!
Suara benturan keras dari arah depan mengagetkan mereka berdua. Seseorang tengah berdiri tegap tepat di depan mobil Juno dengan stelan serba hitam memakai topi hitam untuk melindungi wajahnya supaya tidak kelihatan oleh Juno siapa dirinya.
"Sialan, siapa dia! Berani sekali mengangguku," ujarnya kesal.
__ADS_1