Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Meluncur


__ADS_3

Wajah yang tadinya muram seketika juga mendadak berbinar, Luna antusias memeluk tubuh kekar suaminya ke dalam dekapannya. Kata terima kasih terus terulang dari mulutnya membuat Al terkekeh, ia mengacak rambut Luna sambil menggendongnya.


"Daddy."


"Dengar, Luna sekarang masuk ke perangkap Daddy. Jadi bukan Daddy yang terperangkap masuk jebakan Luna," ucap Al seraya menatap dalam wajah istrinya sambil tersenyum.


"Apa! Maksud Daddy gimana sih?" tanya Luna penasaran sambil menaikan satu alisnya.


"Jadi acara Luna tetap di lanjut kok, malahan mereka malam ini sudah berangkat ke luar kota untuk pergi liburan. Nah, Daddy sudah minta ijin kepada guru Luna bahwa Luna tidak bisa ikut liburan karena Daddy bilang Luna ada kegiatan di luar negeri sama Daddy. Dan Daddy titip pesan sama guru Luna bahwa liburan mereka di manipulasi jadi seolah-olah batal, padahal hanya Luna yang batal," jawab Al dengan entengnya, ia segera menurunkan Luna yang tercengang.


"Daddy jahat banget sama Luna, ih nyebelin," jerit Luna sambil memukul tubuh kekar Al. Ia cemberut sambil memeluk dad*nya lalu Luna pergi membalikan tubuhnya meninggalkan Al. Namun, sayang tangan Luna berhasil Al raih hingga kini Luna di gendong kembali.


"Daddy lepasin, Luna marah nih sama Daddy," ancam Luna sambil menunjukan satu jari jarinya ke arah wajah Al. Akan tetapi tidak ngaruh baginya, Al malah menci*mi seluruh wajah Luna.


"Dengar anak kecil, Luna tidak jadi pergi liburan ke luar kota tapi di ganti ke luar negeri. Lagian, kata guru Luna itu hanya liburan biasa bukan wajib juga. Ibu guru Luna juga tidak berangkat hanya teman-teman omes Luna saja tuh yang jadi pergi. Mana bisa Daddy membiarkan Luna pergi kesana, dari pada buang-buang waktu mending kita honeymoon di luar negeri," bisik Al membuat bulu kuduk Luna merinding.

__ADS_1


"Daddy, pokoknya jangan pake kond*m oke?" pinta Luna sambil membelai wajah suaminya. Menatap dalam, jarinya mulai membuka kancing kameja Albert satu persatu. Lalu, jari itu menelusuri wajah Albert hingga turun ke bawah bidang dad*.


"Oke, istriku sayang. Tapi bukan disini, Luna sabar dong kenapa yang omes malah Luna sih! Kita segera terbang ke luar negeri malam ini juga," ujar Albert sambil menahan hasratnya.


"Muuaacchhh, baiklah. Tapi selama kita pergi, Daddy harus gendong Luna bagaimana?" desak Luna membuat Albert tertawa.


"Baiklah. Apa sih yang enggak buat istri kecil Daddy. Malam ini kita langsung meluncur," seru Albert menggendong Luna ke lantai bawah.


"Baju lakn*t Luna sama baju lainnya bagaimana Daddy. Belum sempat Luna masukan ke dalam koper," ucap Luna khawatir.


"Semuanya sudah Bi Anna siapkan kok, lihatlah dua koper sudah siap di masukan ke dalam bagasi. Terima kasih ya Bi, sudah membantu saya," ucap Albert yang segera di angguki oleh Bi Anna.


Kedua anak buah Al langsung membuka pintu mobilnya. Beberapa orang membawa koper mereka masuk ke dalam pesawat, Luna masih duduk menunggu Albert menggendongnya.


"Ayo sayang, kita berangkat," seru Albert langsung menggendong Luna. Al menaiki anak tangga pesawat dengan hati-hati seketika juga mata Luna membulat melihat isi pesawat Al begitu mewah.

__ADS_1


"Daddy, ini indah sekali," ucap lirih Luna. Al terkekeh, ia segera melanjutkan jalannya menuju kamar istimewa.


Deg-deg....


Luna tidak karuan, ia menatap sesekali wajah Al. Tubuh kecil itu Al dudukan di atas tempat tidur, sementara Albert melonggarkan kamejanya dan menyimpan jas formal yang dia kenakan. Luna membulat, ia duduk sambil memandangi tubuh kekar suaminya yang tampak menggoda jiwa dan raga. Tubuh kotak-kotak seperti roti sobek, dad* berbulu wajah tampan tinggi kekar. Ahh Luna jadi meleleh melihat penampilan suaminya.


Al mendekati Luna, ia duduk kemudian membelai wajah istri kecilnya. Sesekali Al menci*m tangan istrinya, membuat meremang sekujur tubuhnya.


"I love You sayang," bisik Al di daun telinga Luna. Tangan kekar itu mulai membuka kancing kemeja seragam sekolah Luna sedikit demi sedikit, Luna jadi tegang tidak biasanya dia begini.


"Daddy."



Tempat tidur jet pribadi Albert dan Luna.

__ADS_1



Ruang utama jet pribadi.


__ADS_2