Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Keraguan


__ADS_3

Arga hanya bisa duduk diam, Serly pun duduk di sebelahnya ia tersenyum penuh arti sambil mengusap punggung pria itu dengan lembut.


"Mungkin dengan melenyapkan kedua orangtua Luna, Albert disalahkan oleh istri kecil sialannya itu dan mereka pun pasti akan bercerai. Juno kamu memang hebat, tidak salah aku memilih ayahmu menjadi suamiku tanpa sepengetahuan Bagas, Soraya dan Albert. Rencana ini sungguh membuat aku puas," batin Serly menyeringai.


Albert tidak pernah tahu, pria selingkuhan mantan istrinya itu adalah Jordan alias papah Juno. Walaupun mereka kenal dekat, tapi Albert tidak pernah kepo dengan kehidupan seseorang. Keterlibatan Serly dengan Jordan membuat Albert nantinya syok, ia tidak pernah tahu siapa pria yang telah merebut istrinya saat masih berumah tangga. Bagi Al, mungkin ia belum bisa membahagiakan istrinya karena ia hampir bangkrut membuat Serly memutuskan mencari pria lain dan meninggalkan kedua anaknya bersama Albert.


"Tante mau apa kesini?" tanya Arga dengan suara lembutnya.


"Kebetulan Tante sedang menengok teman disini, dan ternyata Tante melihat kamu ada di rumah sakit," ujarnya membuat Arga hanya bisa diam.


"Emmm ..."


Di balik obrolan mereka Melisa menangis, ia menyesal telah mencelakai Soraya dan Bagas. Ia bekerja sama dengan Serly mencelakai kakak angkatnya sendiri, setelah tahu rencana Jordan yang sesungguhnya Melisa menyesal tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Juno menikahinya hanya karena uang dan napsu saja. Jikalau Melisa menolak rencana mereka ancaman Melisa adalah orangtuanya akan mereka lenyapkan. Sungguh ia terjebak oleh permainan licik mereka. Andai awalnya ia tahu rencana Serly dan Jordan akan seperti ini memanfaatkan dirinya hanya untuk mengotak tentang keluarga Bagas dan Soraya.


"Maafkan Aku," isak tangis Melisa.


Di dalam pesawat.

__ADS_1


Albert cemas ia tahu ada yang tidak beres di Jakarta. Mungkin dirinya akan membawa Luna kerumah terlebih dahulu dan akan jujur mengenai putranya yang masih hidup. Namun, entah bagaimana nantinya apakah Luna akan menerima salah satu anaknya atau mungkin Luna meninggalkannya. Semua resiko telah Al pikirkan terlebih dahulu.


Luna membuka matanya, ia mengerjap-rejapkanya sambil mengedarkan pandangannya rupanya ia sudah ada di dalam pesawat.


"Daddy."


Suara itu membuyarkan lamunannya, Albert mengusap air matanya yang mengalir deras. Ia mengingat bagaimana perihnya hidup demi putra satu-satunya. Setelah kepergian kembaran putra ke satunya yaitu adiknya Alvan kini tinggal Alvin yang masih berjuang di rumah sakit.


"Ia, sayang. Hmm ada apa?" tanya Albert.


"Daddy menangis?" tanya Luna kembali memeluknya dengan sangat erat.


Luna mengusap kembali air mata suaminya, ia tidak mau Al sedih seperti ini. Biasanya juga Al selalu menghibur dirinya dengan senyuman dan candaannya.


"Apa Luna mencintai Daddy?" tanya Al penuh arti membuat Luna semakin bingung.


"Daddy, Luna sudah bilang. Cinta Luna sangat tulus, jangan pernah mempertanyakan hal itu lagi, I love you so much," kecup Luna di bib*r Albert.

__ADS_1


Al memeluknya sangat erat, ia sangat beruntung mempunyai istri kecil yang selalu mengerti akan dirinya. Ia sudah siap Luna mengetahui segala kekurangannya, entah mengapa Al sedih seperti ini, ia takut sekali Luna tidak mau menerima putranya yang kini sedang sakit di rumah sakit.


"Daddy, lihatlah Luna. Apa ada keraguan dan kebohongan dalam mata Luna?" tanya Luna sambil mencangkupkan kedua tangannya di wajah suaminya menatap dalam. Al terkekeh, ia meneteskan kembali air matanya, bisa-bisanya ia jatuh cinta kepada anak kecil.


"Daddy percaya kok, mmuuuacchh. Daddy hanya takut Luna tidak percaya lagi sama Daddy dan meninggalkan Daddy sendiri," ujarnya kembali. Luna langsung mencubit hidung suaminya sambil cemberut.


"Awwhh!"


"Dengar yah suami panasku, kalau pun Luna tidak mencintai Daddy dan tidak percaya sama Daddy untuk apa Luna menyerahkan mahkota Luna pada pria duda tua seperti mu," ejek Luna kesal karena Al terus meragukan dirinya membuat Luna gemas sendiri.


"Ya ampun, Daddy sudah tua kenapa juga Luna mau hayooo?" desak Albert.


"Ihhh Daddy menyebalkan sekali, permainanmu sangat aduhai emm Luna jadi pengen lagi. Tubuh Daddy sangat seksi, walaupun umur sudah tua tapi kegiatan di ranjang membuat Luna puas juga wajah Daddy masih hot hot jeletot terutama hmmm tubuhmu ini," seru Luna memeluknya dengan sangat mesra membuat Albert terkekeh.


"Kan kan kan, ujungnya istri Daddy omes lagi," gemas Al mencubit perut istrinya hingga Luna terpikal-pikal merasakan geli.


"Daddy."

__ADS_1


Al sangat senang, akhirnya dirinya tidak cemas seperti tadi lagi. Ia lebih tenang setelah berbicara dengan sang istri.


__ADS_2