Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Murka part 1


__ADS_3

Keempat anak buah Albert membawa Juno masuk ke dalam mobil mereka. Kedua orang perawakan besar terus menutup mulutnya karena mereka merasakan bau yang amat dari diri Juno.


"Boss, bisa cepat gak sih! Pria ini kencing di celana mana bau lagi," protes salah satu dari mereka yang sedang menggendong tubuh Juno.


"Sabar, sebentar lagi kita sampai kok," sahut temannya sambil terkekeh geli.


"Tampang nya saja tampan, tapi kencing di celana. Awas yah kalau kamu kencing lagi tak sunat dua kali mampus kau," gerutu orang itu sambil menutup mulutnya.


"Sabar ini ujian, gajih kita besar kan dari bos Albert. Jadi kita harus siap menjalankan misi ini buat anak bini kita dirumah," timpal temannya tertawa lepas.


"Sialan kamu, aku belum punya anak bini," seru temannya yang menggendong Juno merasa kesal.

__ADS_1


Sementara di rumah kosong Albert menyuruh kedua anak buahnya untuk menidurkan Serly. Ia menyuruhnya membuka mata dan mulutnya supaya dirinya bisa memberi pelajaran kepada mantan istrinya.


"Jangan di kasih alas tempat tidur, aku mau dia merasakan bagaimana hidup susah dan tidak tertuju kepada uang dan harta saja," desis Al sambil duduk dengan angkuhnya melihat ke arah wanita itu.


Serly membuka matanya secara perlahan, ia mengedarkan pandangannya. Terlihat buram tapi lama kelamaan terlihat begitu jelas orang yang ada di hadapannya.


Pundaknya terasa sakit kaki dan tangan tidak bisa ia gerakan dengan bebas karena dinikag oleh rantai. Serly menjerit tidak terima dirinya di perlakukan begitu sadis oleh Albert.


"Lepaskan aku!" pekik Serly menatap tajam. Tapi hanya suara tertawa yang keluar dari mulut Al.


"Al."

__ADS_1


Napasnya memburu, tangannya mengepal geram. Matanya menatap sengit nan tajam kepada Serly. Hatinya sakit amat sakit saat ia mengingat ketika itu Alvan meninggal dunia dan Serly tidak mau menjenguknya sama sekali.


"Aku membencimu, kamu hanya mencintai harta dan uangku saja. Setelah tahu aku mulai bangkrut karena semua biaya untuk pengobatan anak kita, kamu mulai tidak terima dengan semua itu. Aku mulai tidak fokus menjalankan bisnisku karena aku terlalu mengurus kedua anakku yang sedang membutuhkan pertolongan. Kamu meninggalkannya seperti kucing yang langsung pergi meninggalkan anaknnya setelah kamu melihat anak-anak kita bisa berjalan. Kamu wanita iblis yang pernah aku kenal," pekik Albert mengeluarkan senjata apinya dari balik jas. Ia menodongkan pistol itu dengan tatapan tajam seakan ia ingin membunuh Serly sekarang juga.


"Jangan, aku mohon Al. Maafkan aku, tolong jangan bunuh aku," pinta Serly mulai panik dan mengeluarkan air mata.


Serly menggigil tidak percaya Albert akan murka seperti ini. Ia hanya tahu Albert tidak pernah membentak siapapun, tapi sekarang ia tahu dan takut saatmelihat mantan suaminya yang sedang menodongkan pistol ke arahnya.


"DIAM."


Dor ... dor ...

__ADS_1


Orang yang ada di luar ruangan kaget mendengar suara tembakan. Serly menjerit sekuat tenaganya.


BERSAMBUNG DI TUNGGU UP KEDUANYA YAHH MALAM INI.


__ADS_2