Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Ahhh Mantap!


__ADS_3

Mata Luna masih terpejam merasakan sensasi yang di berikan suaminya. Al terus menikmati di bawah sana hingga sesekali Luna mengeratkan tangannya mencengkram kuat ke kain sprei berwarna putih yang mereka tiduri. Albert mengadahkan kepalanya, dia membenarkan posisi istri kecilnya, Luna sudah bercucuran keringat panas. Matahari mulai menyinari tubuh tanpa busana itu di atas kapal yang sedang bermain.


"Luna sudah siap?" tanya Albert. Luna mengangguk, sambil menggigit bibir bawahnya. Setelah itu, Albert membuka sedikit demi sedikit, kaki Luna ia angkat ke atas Luna merasakan sensasi yang luar biasa begitu nikmat yang dirinya rasakan, Luna campur aduk tidak karuan tangannya kembali menjambak kepala sendiri hingga mengerang.


"Awwhh! Daddy sa-kit," rintih Luna saat Al mulai memasukan sosis besarnya secara perlahan. Belum juga apa-apa Luna sudah merintih kesakitanmembuat Albert tidak tega. Ia lebih memilih menghujam sedikit demi sedikit supaya istrinya menikmati sensasi yang amat luar biasa Al berikan kepadanya.


"Daddy, ayoo."


Perlahan Al mulai menghujamnya, Luna mencengkram punggung Albert hingga meninggalkan tanda merah dari kuku panjangnya.


"Pelan-pelan sayang ... setelah semuanya masuk kamu tidak akan kesakitan lagi," ujar Al.


"Ta-pi, Dad. Ahhhh agak cepat Daddy!" pinta Luna, gairah Albert semakin membuncah mendengar Luna mengerang nikmat.


Setelah beberapa menit Albert dengan susah payah memasukan sosisnya ke lubang goa suci yang telah lama tidak merasakannya lagi. Akhirnya berkat usaha kerja keras nan sabar Al berhasil membobolnya dengan lancar dan telaten. Luna terus menyebut nama Albert dalam surga dunianya, Albert semakin gencar menghujam goa impian setelah setengah tahun lebih Albert puasa.


Luna mengerang, keringat bercucuran dari kedua tubuhnya.


"Luna yang bekerja sekarang," ujarnya seraya bertukar poisi kini Luna yang pegang kendali, Albert tidur di bawah tubuh Luna dan kini ia terus memberikan sensasi luar biasa kepada suaminya.

__ADS_1


Bidang dad* Albert ia mainkan, setelah itu Luna turun ke perut dan hinggap kebawah. Seperti sudah berpengalaman begitu lihai nan cerdik saat Luna membangunkan gairah Albert.


"Aahhhh ..... sstttt ..... Luna. Cepat," pinta Al tidak sabar saat Luna memainkan sosis di bawah sana dengan lincah dan lihainya membuat Albert merem melek.


Setelah puas, Luna beralih pegang kendali, ia duduk sambil menggoyangkan pinggulnya. Albert duduk hingga kini mereka berdua berhadapan. Albert memainkan gunung kenyal Luna dengan mulutnya sehingga Luna yang sedang bergoyang maut melenguh, keduanya mengerang menikmati goyang ombak. Luna pun merem*s rambut Albert sambil menggigit bib*r bawahnya.


"Lebih cepat sayang," bisik Albert di daun telinganya. Luna semakin bersemangat bergoyang hingga kini pelepasan ke satu meledak seperti gunung merapi membuat keduanya melenguh mengeratkan pelukannya.


"Daddy.... Ahhhhh."


"Luar biasa," seru Albert tersenyum.


"Daddy, Luna lapar," pinta Luna yang segera di angguki oleh Albert.


"Baiklah, kita makan siang dulu," sahutnya segera menggendong tubuh polos istrinya. Albert terlebih dahulu membawa istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Al langsung memberikan kimono transparan yang sudah ia sediakan dikamar.


Tubuhnya terasa sakit, di bagian bawah terasa linu yang sangat amat mendalam. Luna dengan duduk dengan hati-hati, ia tersenyum lemah sambil mengecup bib*r suaminya.


"Sakit, Daddy," rintih Luna.

__ADS_1


"Namanya baru juga buka segel jadi pantas sakit Luna. Padahal Luna agresif sekali lho tadi tuh," goda Albert Luna terkekeh sambil menatap wajah suaminya yang saat ini menyuapi segera dirinya.


"Daddy, ronde kedua?" pinta Luna membuat Albert tercengang.


"Luna sayang baru juga selesai," tukasnya.


"Ihhh, namanya juga pengantin baru, boleh yah Daddy, Luna belum puas. Tapi kita makan dulu supaya tenaganya lebih besar," seru Luna sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Luna, tidak cape?" tanya Al.


"Tidak dong Daddy, mana mungkin. Pokoknya Luna mau ronde kedua sekarang," bisik Luna di daun telinga Albert.


"Ya ampun, Luna kamu omes sekali sih," ujar Albert.


"Daddy kan sudah lama menduda. Rasanya ah mantap, kenapa Daddy tidak senang Luna minta ronde kedua!" cemberut Luna sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Emmm, apa Luna siap merasakan sensasi ronde kedua dari Daddy?" tanya Albert.


"Ihhh Daddy, ayoo."

__ADS_1


Albert terkekeh, ia segera menyuapi istri omesnya sebelum ronde kedua di mulai kembali.


__ADS_2