Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
I love you Daddy


__ADS_3

Luna celingukan kesana kemari, sesekali ia melihat jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul jam satu siang hingga membuat Luna sedikit kesal. Tapi dari pada ia bete menunggu Albert yang tidak kunjung datang menjemputnya Luna pun duduk di bangku pinggir jalan di bawah pohon rindang dekat gerbang sekolahnya.


"Lebih baik Luna lihat-lihat saja dulu baju lakn*t itu. Siapa tahu Daddy suka dengan baju yang Luna beli," seru Luna sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tas miliknya yang berwarna orange.


Sasa yang melihat Luna senyum-senyum sendirian segera menghampirinya kebetulan juga dia bersama kedua temannya yang sama-sama akrab dengan Luna.


"Woyy!"


Luna hampir saja membantingkan ponsel miliknya karena ia kaget setengah mati.


"Kalian ini, apaan sih. Oh iya, bagaimana pilihin dong baju lakn*t ini buat gue," ucap Luna seraya memperlihatkan jejeran photo baju lakn*t yang dikirim dari butik langganan Soraya khusus pakaian wanita yang seksi-seksi.


"Kamu beneran mau beli baju kek gini?" tanya Ema. Luna dengan antusias langsung mengangguk mereka saling tatap bisa-bisanya Luna membeli baju kegituan padahal ia belum menikah.


"Iya, dong. Ini buat teman gue yang sudah menikah katanya pilihin baju modelan ini. Ema lo sering kan beli yang keginian hayoloh ngaku," tunjuk Luna.


"Kamu itu cerewet sekali sih, diam jangan berisik takut orang lain dengar! Oke, lo pilih saja yang berwarna merah ini, pria suka sekali baju motip beginian. Lo tau kan si Erik paling demen gue pakai baju begituan di depan matanya," seru Ema tidak jaim lagi.


"Dasar semprul lo," ucap Sasa sambil mencubit perut Ema.

__ADS_1


Tidak lama Albert datang, ia segera keluar dari dalam mobil menghampiri Luna yang masih melihat-lihat baju lakn*t dari ponselnya.


"Akhemm!"


Albert mendeham, Ema, Sasa dan Ria terpaku melihat pesona Albert yang terlihat gagah tampan dan berwibawa. Di tambah tubuhnya yang kekar dan sorot matanya yang bikin hati mereka kelepek-kelepak membuat mereka bengong terpaku melihat Albert.


"Luna," panggil Albert sementara teman-teman Luna menatap tanpa mengedipkan mata mereka. Luna kesal ia segera mencubit satu persatu temannya.


"Daddy masuk," pekik Luna.


"Lo, punya gebetan baru Lun?" tanya Ria.


Luna memutar depan mobil dan membuka pintu mobilnya. Ketiga tamannya itu hanya bisa terpaku sambil menggelengkan kepalang.


"Kita harus deketin Om, Luna," saran Ema yang segera di setujui oleh Ria dan Sasa.


Di dalam mobil.


Luna segera memeluk Albert, Luna merasa kangen dan gemas, sesekali Luna menci*m pipi Albert membuat Al gemas.

__ADS_1


"Luna, Daddy lagi menyetir mobil," ucap Albert.


"Ish, Daddy pelit sekali sih! Awas lho kalau suatu saat nanti Daddy lihat Luna memakai baju lakn*t itu Daddy jangan pernah mendekati Luna," kecamnya membuat Albert tertawa ia segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"Kamu ini yah! Luna dengar, Daddy tidak tahu baju yang kamu maksud itu seperti apa," ujar Albert tapi Luna malah cemberut menatap ke arah depan sambil memeluk dad* oleh kedua tangannya.


"Daddy, nyebelin!" pekik Luna memukul bidang dad* Albert membuatnya tertawa sambil memegang kedua tangan Luna biar istrinya berhenti memukulnya.


Al langsung menarik dagu Luna pelan hingga pandangan mereka bertemu. Luna mengedipkan matanya sambil menatap Albert yang kini mendekatinya secara perlahan kemudian matanya terpejam dan menempelkan bib*rnya ke bib*r tipis Luna hingga pada akhirnya mereka berci*m di dalam mobil. Luna segera mengalungkan kedua tangannya di leher jenjang Albert. Cumb*an yang Albert berikan membuat Luna ketagihan dan serasa terbang ke awan. Albert memeluk tubuh ramping Luna hingga tubuh mereka begitu dekat. Al menahan tangannya agar tidak merab* gunung kenyal Luna yang sangat menggoda. Ia meronta ingin hal lebih tapi Al ingat, Luna sedang datang bulan.


Pagutan mereka terlepas, Luna mengusap bib*r Al hingga Albert pun melakukan hal yang sama mengusap bib*r seksi Luna dengan satu jempolnya.


"Kita lanjut beli baju yang Luna mau," ucap Albert mengambil tangan Luna dan menci*mnya. Luna mengangguk antusias tanda setuju.


" I Love you Daddy," seru Luna memeluk Albert ke dalam dekapannya.


Albert tersenyum ia mengusap kepala Luna secara perlahan.


"I love you to istri kecilku," jawab Albert membuat perasaan Luna berbunga-bunga

__ADS_1


__ADS_2