Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Kejadian gak terduga


__ADS_3

Bagaimana bisa Luna menangis setelah melihat adegan intim Al dan Arga. Sungguh Albert benar-benar harus minta maaf atas kesalahpahaman antar Arga dan dirinya.


"Sayang, tunggu," cegah Al sambil memeluk istrinya ke dalam dekapannya. Luna meraung menangis sambil memukul bidang dad* Albert.


"Maafkan Daddy, ini tidak seperti yang Luna lihat. Daddy dikerjai kakakmu, dia maen peluk dari belakang saja, Daddy kira itu kamu sayang, mohon maafkan Daddy?" rayu Al sambil menenangkan istri kecilnya.


"Apaan sih Daddy, Luna menangis bukan karena itu. Eehhh! Apa yang Daddy katakan sama Luna? Kak Arga memeluk tubuh seksi Daddy apa dia juga tertarik sama Daddy?" selidik Luna sambil melonggarkan pelukannya menatap penuh kepada suaminya.


"Luna bukannya menangis gara-gara salah paham sama Daddy?" tanya Al.


"Bukan, ini soal Mamih sama Papih, kenapa kalian tega bohongi Luna. Pokoknya mulai sekarang kak Arga sama Daddy tidak boleh dekat-dekat lagi, Luna sudah tahu kak Arga menyukai Daddy. Sekarang juga Daddy antar Luna kerumah sakit," pinta Luna mengguncangkan tubuh kekar suaminya.


Albert menepuk jidat, Al malah membuat Luna salah paham dengan cara menjelaskan kejadian di kamar. Nasib sial, Arga mengharus kan menyelinap menemui Al kembali, kalau sampai Luna mengetahuinya bisa mampus dia.


"Maafkan Daddy sayang, karena semua ini begitu saja terjadi. Luna tidak marah kan sama Daddy?" tanya Al mengendong Luna menuju pekarangan rumahnya yang di lihatin oleh Arga.

__ADS_1


"Luna marah sama Daddy, pokoknya, Luna tidak mau bicara sama Daddy lagi," teriak Luna di daun telinga suaminya membuat Arga tertawa puas.


"Katanya gak mau bicara sama Daddy, itu Luna malah yang ngajak bicara sama Daddy," goda Arga sambil tertawa ngejek Albert.


"Diam!" ucap Albert sambil membuka pintu mobil.


Luna duduk cemberut, ia membayangkan bagaimana kondisi orangtuanya sekarang. Ia sangat merindukan mereka, matanya meneteskan air matanya sambil terus mencangkupkan bib*rnya.


Al merasakan apa yang Luna rasakan saat ini, ia juga tidak mau menyembunyikan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang istrinya sudah mengetahui kondisi Sonya dan Bagas.


Selang beberapa menit. Mereka sampai di rumah sakit, terdengar suara keributan di dekat ruangan kedua orangtua Luna. Mereka berdua bergegas menghampiri beberapa anak buahnya dengan seorang wanita.


"Maafkan aku Luna, sungguh aku mau melihat kondisi orangtuamu," pinta Melisa. Kedua Bodyguard Al menyeret Melisa keluar, Al mengikutinya sedangkan Luna ia segera masuk ke dalam ruangan. Yang ada di dalam pikirannya hanya Mamih Soraya dan Bagas. Ia tidak peduli kepada Melisa lagi karena telah mengkhianati kepercayaan sang Mamih.


"Untuk apa kamu datang kesini haah?" tanya Al setelah mereka sampai di parkiran. Tubuh Melisa di hempaskan ke bawah tanah.

__ADS_1


"Maafkan aku Al, sungguh aku sangat menyesal. Aku tahu kalian membenciku, tapi aku," Melisa berdiri belum juga menuntaskan ucapannya.


Dor!


Melisa terjatuh lunglai ke bawah tanah setelah terdengar suara tembakan.


Albert segera menyuruh anak buahnya mengejar mobil hitam yang berisi Juno dan Serly.


"Tangkap mereka jangan sampai lolos," titah Albert.


Ia segera membawa tubuh lunglai Melisa untuk menyelamatkan nyawanya. Karena semua rahasia Jordan ada di tangan Melisa saat ini Al akan berusaha menyelamatkan Melisa. Ia curiga Melisa ingin mengatakan sesuatu kepadanya.


"Al-bert," ucap lemah Melisa di pangkuannya. Punggungnya bercucuran darah segar.


"Suster tolong."

__ADS_1


"Bertahanlah, kamu pasti selamat," ucap Albert panik. Tidak lama suster datang setelah Al meminta bantuan dengan cara berteriak.


"Jordan, lihat apa yang akan aku lakukan kepada anakmu kalau mereka berhasil aku tangkap," ucap Albert sambil menatap tubuh Melisa yang sudah di bawa ke ruang IGD.


__ADS_2