
Setelah sampai di depan rumah megah milik mereka berdua. Luna tersenyum manja, ia melihat Albert membukakan pintu untuknya dan segera menggendong tubuh kecil istrinya masuk ke dalam rumah. Luna memeluknya dengan erat, Albert hanya bisa tersenyum, bisa-bisanya dia di hukum dengan hal yang tidak terduga.
"Daddy, sebaiknya sebelum berperang, kita mandi dulu saja oke," pinta Luna sambil menatap wajah tampan suaminya yang sedang menaiki anak tangga.
"Ya sudah, kalau itu mau mu sayang," ucap Albert sumringah.
"Habis mandi, kita makan malam dulu yah Daddy," pinta kembali Luna sambil melihat tangan suaminya tergesa menekan satu persatu tombol sandi pintu kamarnya.
Di karenakan kejadian kemarin Arga main masuk saja ke dalam kamar mereka. Jadi Al segera mengganti gagang pintu kamarnya dengan sandi. Luna membantu suaminya menekan satu persatu nomornya yang kebetulan ia terapkan dengan kata sandi tanggal pernikahan mereka berdua.
Ting!
Pintu terbuka secara otomatis, Luna tersenyum, benar-benar Albert siap siaga. Pintu kamar saja ia langsung ganti supaya tidak ada orang lain masuk sembarangan walaupun itu Arga sendiri.
"Daddy, mandinya masing-masing saja. Pokoknya Luna duluan, tapi baju seragam Luna Daddy yang bukain yahh!" seru Luna. Tubuh istrinya ia rebahkan ke atas tempat tidur.
"Oke, baiklah sayangku," ucap Albert sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bukannya kita mau mandi bersama?" tanya Al.
"Tidak semudah itu Daddy, pokoknya Daddy harus Luna hukum," jawabnya mantap membuat Albert tercengang.
"Luna, nakal sekali kamu," ucap Albert pasrah.
Perlahan tangan kekar itu meraih kancing kameja seragam sekolah istrinya. Hatinya mulai bergetar padahal mereka sudah suami istri dan sudah melakukan hubungan juga. Tapi Al tetap selalu berdebar dikala ia melihat tubuh seksi istrinya.
"Daddy, kenapa bengong sih?" tanya Luna.
"Ahhh, tidak. Daddy hanya saja tidak fokus," jawabnya sambil menahan hasrat yang menggebu.
"Ya... ya... ya... Daddy terima dengan baik," jawab Albert sambil membuka satu persatu kancing baju istrinya.
Tubuh seksi Luna sudah terpang-pang jelas di hadapannya. Gunung kenyal itu terlihat menggiurkan sekali, ingin rasanya Al menyantapnya. Tapi apa daya, ia sedang di hukum malam ini, perlahan tangan kekar itu membuka kurung kembar yang berwarna hitam kemudian ia menaruhnya dia sebelah tubuh sang istri. Ia menghela napas sebelum membuka rok mini istrinya, Al mulai menurunkannya secara perlahan. Pandangannya ia alihkan, benar-benar Luna mengerjai sang suami. Tidak di perbolehkan mandi bersama, ia hanya bisa menelan salivanya susah payah. Setelah berhasil menurunkan rok mini itu, Albert membuka kurung sangkar segitiga berwarna hitam juga. Perlahan ia turunkan, debaran jantung bergejolak ria setelah ia melihat kerang kesukaanya.
"Tahan, Al. Kamu cukup melihatnya saja, Luna kamu membuat Daddy frustasi," batin Albert menjerit.
__ADS_1
"Daddy, gendong Luna ke kamar mandi, setelah itu Daddy tunggu Luna disini oke. Pokoknya sebelum Luna selesai Daddy jangan dulu masuk," saran Luna tegas yang segera di angguki Albert pasrah.
"Baiklah," sahutnya lemas.
Tubuh polos itu ia angkat secara perlahan ke dekapannya. Albert menahan semua hasrat yang menggebu di saat burung kenyal milik istrinya menempel sempurna di bidang dad*nya.
"Pergilah Daddy, Luna mau membersihkan tubuh Luna dulu," titah Luna sambil terkekeh geli.
Ia tahu suaminya tersiksa dengan hukuman yang ia berikan kepadanya. Luna sengaja mengerjainya dengan cara begini biar Albert kapok.
Al menutup pintu kamar mandi, ia mencengkram rambutnya sambil melonggarkan dasinya.
"Luna, kamu membuat Daddy lemah di hadapanmu saja. Lihatlah, setelah tiba waktunya Daddy akan santap kamu duluan, tidak mau mandi bersama, di halangi dengan makan malam dulu lah. Di suruh bukain bajunya, menggendong tubuh polosnya. Luna kamu bikin gemas dan kesal," ujar Albert menghempaskan tubuhnya kasar ke atas tempat tidur.
Di dalam kamar mandi.
"Emang enak di kerjain, Daddy pikir kita langsung mantap-mantap gitu. Oh tidak, biar Daddy kapok tidak sembarangan pegang wanita lain lagi," seru Luna tertawa sambil merendam tubuhnya di buthub dengan rendaman air sabun yang menyegarkan seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Hai, jangan bosan yahh cerita Luna dan Om Al.