Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Godaan di saat puasa


__ADS_3

Luna dan Al kembali melajukan mobilnya menuju butik, setelah beberapa menit mereka sampai. Luna sangat antusias sekali ia segera turun dari mobil membuat Al menggelengkan kepalanya.


"Daddy, ayo cepat!" pekik Luna. Al segera membuka pintu mobil, ia bergegas menghampiri Luna yang sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam butik.


Disinilah Mamih Soraya selalu membeli barang yang sangat berharga. Butik khusus keperluan wanita, yaa begitulah mereka bilang, karena bukan sembarang baju disana terdapat banyak sekali berbagai jenis baju import yang sengaja khusus wanita. Al menggandeng tangan Luna dan segera membuka pintu masuk.


Jjrengg!


Al terpaku melihat apa yang ada di depan mata kepalanya sendiri. Banyak patung yang memakai baju tipis berjejeran juga segitiga wanita dan kurung gunung kenyal terpang-pang nyata di patung.


"Luna, apa kamu tidak salah masuk butik?" tanya Albert menatap wajah cantik istrinya. Luna menggelengkan kepalanya antusias.

__ADS_1


"Daddy, kita mau beli baju lakn*t, cobalah kita kesana. Soalnya Luna sudah pisahin baju pesanan Luna tadi siang, Daddy pasti suka," seru Luna menarik pergelangan tangan Albert.


Salah satu SPG menghampiri Luna dan Al, mereka segera memberikan pesanan Luna tapi ia masih belum puas. Luna membuka pesanan yang telah di bungkus rapih. Ia segera membukanya, Albert menggelengkan kepalanya kembali saat Luna antusias memperlihatkan baju lingerie berwarna merah. Terlihat sangat indah di mata Al, ia tidak tahu bisa-bisanya Luna membeli baju beginian, Luna juga sangat senang sekali membelinya. Al hanya bisa duduk menggelengkan kepalanya.


"Daddy, Luna mau coba dulu yah," serunya sambil membalikan tubuhnya untuk segera masuk ke dalam ruang ganti. Seketika juga mata Al membulat, ia celingukan kesana-kemari, ia takut ada seseorang yang mendengar Luna. Al segera beranjak dari tempat duduknya, ia segera menghampiri Luna yang sudah masuk ke dalam ruangan ganti baju.


"Luna, buka pintunya," panggil Albert mengetuk pintu. Tiba-tiba Luna membukanya dan segera menarik pergelangan tangan kekar Albert hingga ia masuk kedalam ruang ganti.


Albert terpaku melihat penampilan istri kecilnya memakai baju lingerie berwarna merah. Ia hanya bisa diam, Luna berputar makai baju itu sambil tersenyum.


Deg!

__ADS_1


Albert menahan gejolak hasrat yang ada di dalam benaknya. Luna sangat terlihat seksi, gunung kenyal nya terlihat sangat menggoda begitu besar dan bulat. Tubuh ramping terlihat Luna yang sangat seksi karena memakai baju tipis di hadapannya. Albert menelan salivanya susah payah saat Luna mendekati dirinya sambil memegang dad* Albert.


"Bagaimana baju lakn*t berwarna merah ini Daddy. Apa Daddy suka? Luna mau beli Lima baju lakn*t ini Daddy, biar bisa ganti-ganti setiap malamnya, bagaimana?" tanya Luna sambil menatap penuh harap. Ia tidak tahu Albert sedang berusaha untuk tetap tenang dan menahan sosisnya yang mulai bergerak.


"Ini, baju lingerie sayang," jawab Albert dengan suara paraunya. Gunung kenyal itu menempel tepat di bidang dad* Al begitu sempurna.


"Tapi, Luna sebut baju lakn*t ini karena lihatlah Luna seperti tidak memakai baju sehelai benang pun. Oke, jadi Luna putuskan membeli lima warna baju lakn*t ini untuk mu Daddy," rayu Luna membuat jantung Albert begitu membuncah menahan gejolak hasrat yang dia pendam.


"Kalau begitu, Daddy keluar dulu, Luna ganti pakaian dulu oke. Muuaachhhh," seru Luna menci*m bib*r Albert sekilas sebelum ia keluar ruangan.


Setelah Al keluar, ia mengusap wajahnya gusar, ia tidak tahu harus bagaimana. Luna terlihat sangat seksi dan menggoda jiwa dan raganya, bagaimana bisa Albert menahan hasrat yang memberontak.

__ADS_1


"Ya ampun Luna. Kamu harus sabar dan kuat Albert, Luna masih datang bulan," batin Albert mengusap dad*nya sambil menghempaskan diri ke sofa dan merapihkan stelan formalnya yang sempat kusut.


__ADS_2