Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Jail


__ADS_3

Napas mereka terengah bersama mata mereka saling menatap satu sama lain. Keduanya mengusap bib*r merah merona akibat ci*man yang mereka buat. Albert melonggarkan pelukannya, ia sudah tidak tahan menahan asmara yang memburu di dalam benaknya. Permainan yang belum mereka mulai akan berlangsung saat honeymoon tiba.


"Luna mandi dulu sana, ini sudah sore," titah Al membuat Luna sedikit cemberut ia tidak mau pergi kalau tidak Al menggendongnya.


"Daddy, Luna pengen di gendong," pinta Luna kembali sambil merentangkan kedua tangannya. Albert tercekat, bagaimana bisa dia naik ke atas sedangkan yang di bawah sangkarnya sudah menegang. Ia tidak mau Luna tahu maka dari itu Al menolaknya.


"Tidak, Luna malu apa kata Bi Anna kalau melihat kita. Luna juga lagi datang bulan kan, sebaiknya segera bersihkan diri Luna dulu dan ganti rotinya," ucap Albert membuat Luna mencubit perut kotak-kotak Albert dengan gemasnya.


"Datang bulan Luna cuma sedikit lagi Daddy, tidak pernah banyak kok, kalau pun banyak dapat di pastikan Luna lagi stres berat, kalau sekarang Luna lagi bahagia jadi cuma dikit, di perkirakan satu harian lahh si merah itu cauuu pergi," seru Luna malah kembali mengalungkan tangannya ke leher jenjang Albert.


"Ya ampun anak ini, bagaimana bisa aku bersembunyi di balik genangan air terus, aku tidak mau Luna melihatnya," batin Albert.

__ADS_1


Luna akhirnya berdiri, ia sudah tidak tahan merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Setelah itu ia segera pergi meninggalkan Al, mungkin setelah Luna pergi Albert juga segera membersihkan diri di kamar mandi yang tidak jauh dari kolam renang. Kamar mandi itu Al buat khusus setelah dirinya berenang jadi tidak perlu repot-repot Al ke kamar mandi di lantai atas.


Dua jam telah berlalu.


Luna kembali dari kamar mandi memakai baju kimono, ia kira datang bulannya sudah hilang ternyata masih ada sedikit. Luna harap saat liburan tiba si merah itu pergi biar ia bisa menikmati momen indah bersama suaminya.


Al sedang duduk manis di temani secangkir kopi hitam beserta koran di tangannya. Luna segera berjalan ke arahnya, lagi-lagi Luna duduk di pangkuan Al secara tiba-tiba.


"Luna."


"Memangnya Daddy pernah bicara Luna istri idaman Daddy?" tanya Albert sambil terkekeh.

__ADS_1


"Daddy, menyebalkan, awas saja kalau nanti si merah ini sudah pergi, Daddy jangan minta enyak-enyak sama Luna," ancam Luna sambil membuka sedikit bidang dad* albeet yang tertutup kimono sambil menyentuhnya secara perlahan menelusuri bidang dad* itu oleh jarinya perlahan ke bawah.


"Luna, hentikan. Oke-oke, gadis kecilku yang cantik, manja tiada duanya, kamu adalah istri idaman Daddy, sekarang Luna ganti pakaian dulu kita makan di bawah sudah ada Bi Anna yang menyiapkan segalanya untuk Luna," ucap Albert menahan jari cantik Luna yang mulai jail menelusuri bidang dad*nya.


Luna hanya bisa terkekeh, besok nanti mereka persiapan liburan keluar kota. Luna selalu berdoa malam ini atau besok si merahnya pergi jauh. Albert sudah menyiapkan segalanya untuk istri kecil, dan kemungkinan mereka bakalan beda mobil karena Luna pergi bersama teman-temannya sedangkan Al mengikuti dari arah belakang.


"Baiklah, Daddy tidak lupa besok kita liburan bareng kan?" tanya Luna sambil cemberut.


"Iya sayang, bagaimana mungkin Daddy lupa sih," sahut Albert mencangkup kedua pipi istrinya sambil menempelkan hidungnya satu sama lain membuat Luna tertawa.


"Muuacchhhh."

__ADS_1


Luna segera beranjak dari pangkuan Albert membuat ia bernapas lega karena sejak tadi ia menyembunyikan ketegangan di bawah balik bokser.


"Anak itu, untung saja aku bisa menahannya. Awas Luna lihat permainan Daddy," batin Albert menyeringai.


__ADS_2