Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Daddy, pelit!


__ADS_3

Albert masih memperhatikan gerak-gerik Luna yang kini bersama Juno. Hatinya mendadak panas, ingin rasanya Albert turun dan memisahkan mereka berdua. Tapi ia ingat bahwa dirinya harus pergi ke kantor.


Luna yang melihat mobil Albert masih ada di dekat sekolahnya, Luna pun semakin sengaja menanas-manasi dengan bercakap ria bersama Juno.


"Rasain! Luna tahu, Daddy cemburu hingga ia belum pergi dari sini. Nakal sih, Luna minta Baby berapa saja gak mau jawab," batin Luna tertawa.


Bel sekolah berbunyi, Juno segera pergi setelah ia mendengar bel pelajaran di mulai. Ia ingin segera merayakan hari dimana dirinya mengatakan perasaanya kepada Luna sebelum ia sah di jodohkan oleh kedua orangtuanya.


Albert pun segera pergi meninggalkan sekolah, dirinya ingin sekali melabrak Pria yang telah berani memegang tangan gadis kecil miliknya.


"Berani sekali Pria itu," ucap Albert melonggarkan dasinya. Ia segera menghubungi orang suruhannya untuk menyelidiki Pria yang ia lihat. Untung Albert memotret-nya wajah Juno supaya gampang untuk ia selidiki.


Sesampainya di kantor, Albert mendadak dingin, ia tidak menyapa Lara hingga membuat sekertarisnya kesal sendiri. Lagi-lagi Albert bersikap acuh tak acuh kepadanya.


Di ruang kebesaran, Al tidak konsen mengerjakan tugas. Hatinya campur aduk, baru kali ini ia merasakan kesal yang amat setelah melihat wanita yang dia cintai di pegang orang lain.


"Luna, Dia hanya milikku," ucap Albert memejamkan matanya sambil memijit keningnya yang terasa pening.


Jam sudah menunjukan pukul dua siang, Albert tidak keluar dari ruangannya. Ia masih memikirkan Luna, berharap gadis kecil itu tidak bertemu Juno lagi.


Perlahan pintu kebesaran itu terbuka, Albert mencium wangi maskulin yang Luna pakai. Sangat familiyar karena memang dirinya yang memberikan maskulin itu.

__ADS_1


Perlahan Luna berjalan, posisi Albert membelakangi pintu utama. Luna langsung menutup kedua mata Albert sambil tertawa kecil.


"Daddy," bisik Luna membuat Albert meremang dengan hembusan napas Luna yang terasa hangat di leher jenjangnya.


"Luna," balasnya dengan suara berat.


Luna tertawa, ia langsung duduk di pangkuan Albert sambil memeluknya dengan hangat.


"Luna cuci tangan dulu!" titah Albert membuat Luna mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Ishh, kenapa? Tangan Luna bersih kok Daddy?" tanya Luna heran.


"Enggak, pokoknya cuci tangan dulu sekarang," serunya.


Luna kembali berjalan setelah ia membersihkan tangannya. Lalu, ia duduk di pangkuan Albert sambil mengalungkan tangannya ke leher jenjang Albert.


"Sekarang tangan Luna sudah bersih," ucapnya sambil memeluk tubuh kecil itu, ia menghirup wangi maskulin yang membuat ia selalu merindukan sosok Luna.


"Kenapa Daddy suruh Luna cuci tangan?" tanya Luna cemberut.


"Karena tadi pagi Kamu pegangan tangan dengan seorang Pria. Kamu genit sekali sih, dasar gadis nakal," serunya seraya mencubit perut rata Luna dengan gemasnya.

__ADS_1


Luna tertawa, hanya gara-gara ia di pegang Juno hingga Albert marah sampai-sampai Albert menyuruh-nya mencuci tangan.


"Kamu harus di hukum," lanjut Albert menatap dalam sambil memegang tubuh kecil Luna yang kini ada di hadapannya.


"Beruntung sekali Luna mendapatkan calon imam seperti Daddy. Luna tahu Daddy pasti mau menci*m, mencumb* sambil memeluk Luna sekarang," batinnya bersorak ria.


"Luna ... buatin Daddy kopi hitam," bisiknya membuat Luna membulatkan matanya tidak percaya.


"Hah! Kopi? Daddy tidak salah?" tanya Luna sambil menjauhkan tubuhnya memincingkan matanya.


Albert menggelengkan kepalanya, Luna langsung cemberut seketika juga ia menjerit kesal. Harapannya gagal total saat ini juga, padahal Luna sudah siap untuk membalas cumb*an yang Albert berikan untuk menghukumnya.


"Cepat Luna sayang," titah Albert.


"Ishh, Luna pikir Daddy mau memeluk sambil menci*m Luna dengan lembut hingga membuat Luna ketagihan," cecarnya marah.


"Dasar anak mes*m, cepat laksanakan. Nanti Daddy kasih kejutan buat Luna," ucapnya yang segera di angguki lemas Luna.


"Daddy pelit," ujarnya kesal.


Albert hanya bisa tertawa melihat tingkah Luna yang semakin menggemaskan.

__ADS_1



Om, Albert


__ADS_2