Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Luna dan Albert


__ADS_3

Melisa segera menghubungi Bagas untuk membocorkan semua hubungan gelap Luna dan Albert. Ia ingin melihat mereka berdua berpisah dan kesempatan Melisa untuk mendekati Albert berjalan dengan lancar.


Luna mengajak Albert ke taman belakang untuk mengajaknya berbincang. Soraya mengijinkan Luna berduaan dengan Albert, ia tahu bagaimana Albert, ia tidak akan berbuat lebih kepada Putrinya.


"Luna, Kamu membuat Mamih mu ini harus pinter menyembunyikan sesuatu dari Papih mu. Ia pasti tidak kan pernah menyangka Albert mencintai Putriku," ujarnya sembari mengantar minuman dan cemilan kesukaan Luna. Ia harap Albert bisa membimbing Luna supaya lebih dewasa dari sebelumnya. Walau pun begitu, Luna tetap anak yang dia sayang.


Sedangkan Melisa dia hanya adik angkat Soraya yang sejak kecil ia rawat dan membiayai seluruh keperluannya. Bahkan Soraya sampai memperjuangkan Melisa di saat keluarganya menentang Soraya mengangkat Melisa sebagai adik kandungnya sendiri.


"Sayang, minuman kesukaan mu dan untuk mu Al ini kesukaan mu," seru Soraya ikut duduk bersama Luna dan Albert.


"Mamih kenapa repot-repot sih," ucap Luna sembari mengambil minuman kesukaannya yaitu jus orange. Sedangkan Albert ia menyukai jus mangga.


Melisa yang melihat mereka hanya bisa mengepal geram. Ia sudah menghubungi Bagas yang saat ini sedang berada di jalan menuju rumahnya.

__ADS_1


"Luna, kasihan sekali Kamu," batinya tersenyum penuh kemenangan.


Setelah berbincang cukup lama, Albert kini berdua bersama Luna di taman sembari berpegangan tangan. Luna sangat nyaman berada di dekat Albert, ia harap Arga dan Bagas tidak marah atau pun membenci Albert.


"Daddy," ucap Luna memanggilnya dengan lembut sambil memeluknya.


"Luna, Malu. Nanti ada orang yang melihat Kita bagaimana," sahutnya sembari celingukan kesana-kemari.


"Issh, Daddy! Lihat Luna. Tidak akan ada yang berani ke taman belakang. Kecuali Mamih," timpalnya sembari mengeratkan pelukannya. Hingga kini kedua bola mata itu beradu pandang.


Lagu-lagi Albert harus menahan gelojak hasrat yang menggebu dalam benaknya. Gunung kenyal Luna menempel sempurna di bagian bidang dad*nya. Albert berharap ia tidak kelepasan kepada kekasih kecilnya.


"Luna," panggil Albert menarik dagu Luna dengan lembut. Albert segera mendaratkan kec*pan indah di bib*r ranum Luna dengan sempurna. Ia melepaskannya kembali takut ada yang melihat aktivitas mereka berdua.

__ADS_1


Luna marah, ia segera menarik wajah Albert hingga ia langsung menci*m bib*r Albert begitu lembut. Permainan Luna membuat dirinya melenguh nikmat, Albert takut ada yang melihat hingga ia segera melepaskan pagutan itu.


"Daddy, diamlah!" gurau Luna menarik tubuh Albert. Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjang Albert.


"Luna, nakal sekali. Daddy mau tanya sama Luna! Apakah Luna sering bermain begini sama Pria?" tanya Albert.


Luna hanya bisa terkekeh geli mendengar pertanyaan dari mulut manis Albert yang sungguh menggoda bagi dirinya.


"Daddy, Luna pernah bahkan sering kok, tapi itu kan masalalu Luna," jawabnya polos tanpa rasa bersalah.


"Hayoh, Daddy juga pernah bahkan Daddy sudah menikah bukan! Isshh kesel Daddy Luna jadi sedih. Tubuh indah Daddy sudah pernah di milik wanita lain," rengeknya sambil mencubit perut Albert.


"Awwhh! Luna. Hentikan, itu masalalu, lagian kenapa Luna mau sama Daddy yang berstatus duda?" tanya Albert membuat Luna menatapnya dalam.

__ADS_1


"Karena cinta! Luna mencintai Daddy dengan tulus," jawabnya mantap.


Albert semakin gemas hingga mereka tidak sadar ad seseorang yang sedang menatap tajam ke arah mereka berdua yang sedang tertawa.


__ADS_2