
Al berniat pergi ke kamar Arga untuk menemuinya karena memang sebentar lagi Arga akan melangsungkan wisuda. Ia mengetuk pintu kamar calon kakak iparnya, Al berdecak bisa-bisanya Arga jadi calon kakak ipar. Ini sangat membuatnya mual saja, Al mengetuk pintu kamar Arga yang tidak jauh dari kamar miliknya.
Tok ... tok ...
Tidak ada sahutan dari dalam, Albert mencoba membuka pintunya. Cleekk ... pintu terbuka sedikit demi sedikit Albert bukanya. Hanya ada keheningan malam, padahal baru saja Arga keluar dari kamarnya. Ia mendengar suara air dari kamar mandi dan rupa nya Arga lagi memberisihkan dirinya. Albert pun mengurungkan niatnya, ia membalikan tubuh kekarnya tapi ada sesuatu yang tidak sengaja ia lihat. Laptop Arga menyala, ia terdiam perasaannya sangat penasaran melihat photo siapa yang dijadikan Arga wallpaper di layar utama laptopnya.
"Wwooww ... Arga kamu ketahuan, rupanya dia menyukai wanita berumur juga. Sebentar apa dia janda atau perawan tua hahah Arga ternyata ucapanku benar adanya dia sekarang berpacaran dengan wanita berumur ckckck .." Albert mengangkat kedua bahunya dan segera membalikan tubuh untuk pergi keluar kamar Arga.
"Awwhh!"
Jerit Arga keluar kamar mandi menggunakan lilitan handuk kecil di pinggang. Ia kaget melihat Albert ada di dalam kamarnya. Albert hanya bisa mengerutkan keningnya melihat Arga tergesa berlari ke arahnya dan menutup layar laptop miliknya.
"Dasar bocah tengil, rupanya kamu juga menyukai tante-tante hahahha. Arga bersiaplah sebentar lagi Bagas kena serangan jantung hahahah," ejek Albert pergi meninggalkan Arga yang tercengang.
__ADS_1
"Sial, bisa-bisanya aku lupa mengunci pintu kamar. Bersiaplah kamu Arga kata-kata mutiara Albert sebentar lagi menancap untukmu," gerutunya sambil mengacak rambut basahnya.
"Katakan Arga, siapa wanita itu. Apa dia sudah menjadi nenek beberapa cucunya atau janda beranak sepuluh. hmmm apa mungkin dia perawan tua hahahha Arga cepat beritahu," pekik Albert dari luar pintu.
"Diam duda tua. Kau ini sangat crewet sekali!" timpalnya.
Albert tertawa penuh kemenangan, ia segera berjalan menuruni anak tangga. Ia menerima kabar bahwa Luna dan kedua orangtuanya mencoba di usir dari rumah mereka oleh anak buah Jordan. Albert emosi ia segera menyusul ke rumah Luna, bisa-bisanya Jordan memperlakukan mereka dengan sangat kasar. Ini tidak akan membiarkan Luna terluka apalagi kalau sampai mencelakai Luna. Ia tidak segan-segan membunuhnya sekarang juga.
"Luna, tunggulah aku akan segera kesana," batin Albert membuka pintu mobil dan segera menghidupkan mesin mobilnya untuk segera berlalu pergi membelah jalan raya.
"Kalian tinggalkan rumah ini, karena sebentar lagi Nyonya Melisa dan Tuan muda Juno akan segera menempatinya," ujar anak buah Jordan mengusir mereka.
Bugh!
__ADS_1
Satu tendangan meluncur ke arah wajah Bagas, Luna berteriak histeris kembali. Soraya tidak bisa berbuat apa-apa karena ia masih syok atas apa yang terjadi malam ini. Melisa menghancurkan keluarganya sendiri, Soraya menyesal telah mengabaikan kedua orangtuanya untuk tidak menjadikan Melisa adik angkatnya.
"Mamih!"
Pekik Luna mencoba melindungi Soraya dari pukulan anak buah Jordan.
Bugh!
Pukulan keras berhasil di layangkan ke arah tubuh Luna yang mencoba melindungi Soraya. Hingga pada akhirnya Soraya sadar putri kesayangannya terjatuh di depan mata kepalanya sendiri. Darah segar keluar dari mulut Luna akibat pukulan keras mengenai punggungnya. Soraya dan Bagas tercengang melihat Luna terkapar di bawah lantai, semua para asisten rumah mereka ikat kencang supaya tidak bisa menolong keluarga Bagas.
"Luna!"
Jerit Soraya. Albert yang baru sampai di depan rumah megah Luna. Ia mendengar jeritan histeris dari dalam, kejadian ini begitu mendadak begitu saja.
__ADS_1
"Luna." Batin Albert cemas ia segera bergegas turun dan memerintahkan anak buahnya mendobrak pintu utama.