
Setelah kepergian Serly, Luna minta pulang cepat, mau tidak mau Albert pulang siang. Di sepanjang jalan, Luna tidak berbicara sedikit pun padanya. Ia lebih memilih diam membisu sambil memeluk dad* oleh kedua tangannya. Albert mencoba untuk meminta maaf tapi Luna tidak bergeming.
"Luna mau tidur," ucap Luna setelah sampai depan rumah ia segera masuk ke dalam. Bi Anna yang melihat Luna menaiki anak tangga sambil membawa banyak paper bag di tangannya hanya bisa tersenyum. Ia mengerti Luna masih bersipat manja jadi Bi Anna memaklumi.
Albert menghela napas sebelum membuka pintu mobil, ia berjalan menyusul Luna yang telah tiba di dalam kamar. Al menaiki anak tangga setelah sampai tepat di depan kamarnya ia membuka knop pintu dengan perlahan.
Ckeet!
"Sayang," Albert membuka pintu, Luna memejamkan matanya ia juga masih memakai baju seragam sekolah.
"Luna, maafin Daddy, sungguh kejadian tadi itu tanpa di duga. Sudah sangat lama Daddy tidak komunikasi dengannya tapi setelah Daddy menikahi Luna dia tiba-tiba saja Serly datang. Jadi, maafin Daddy yah," pinta Albert berjalan lalu ia duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap kepala istrinya.
"Luna tidak mau bicara sama Daddy, Luna ngantuk," sahut Luna kesal.
"Wanita tua itu! Awas saja kalau dia berani menggoda suamiku kembali, tak bejek-bejek sama Luna," batin Luna sambil merem*s kain sprei oleh tangannya.
__ADS_1
"Kalau begitu, Daddy renang saja lah, Luna nya juga mau tidur," ujar Albert beranjak dari tempat tidur. Ia bersiap-siap untuk merendam tubuhnya di kolam renang yang terdapat di belakang rumahnya. Disana sangat privat, tidak akan ada yang melihat aktivitas Albert saat dia renang di sana, karena Al membuat tempatnya tertutup. Bi Anna pun tidak tahu bentuk kolam renang seperti apa selama ia menjadi pembantu rumah Al. Albert tidak mengijinkan orang yang masuk ke area belakang. Palingan hanya pembersih kolam saja saat Al meminta untuk menguras kolam.
Luna membuka matanya, ia segera membalikan tubuhnya. Namun, sayang. Albert sudah turun ke lantai bawah bersiap untuk renang.
"Awas yahh!" batin Luna sambil beranjak dari tempat tidur, ia berjalan membuka pintu rumah.
Sementara Albert ia langsung terjun ke bawah kolam renang. Seperti biasa ia hanya t*lanjang dad* di tambah bokser hitam andalannya. Albert terus menyelam menunggu Luna datang. Ia tahu Luna pasti membuntutinya dan benar saja Al melihat Luna sudah berdiri sambil menatapnya dalam.
"Omegot, suamiku ahhh kenapa dia sangat menggoda. Datang bulan cepat lah kau pergi, jangan lama-lama bersarang di tubuhku. Kau tahu lihatlah suamiku telah memperlihatkan atraksinya.
Luna berjalan ke arahnya, ia duduk di tepi kolam renang sambil menyeburkan kakinya selutut ke bawah bawah air. Albert terkekeh, ia segera turun kembali dan mendekati sang istrinya yang masih cemberut. Kini keduanya berhadapan, Albert berada di hadapan Luna sambil menatapnya dalam, Luna memalingkan wajahnya padahal jiwanya meronta ingin menyentuh tubuh sang suami.
Albert mencipratkan air ke wajah dan tubuh istrinya hingga Luna menjerit, lalu tangannya ia kalungkan ke leher jenjang Albert.
"Daddy," pekik Luna.
__ADS_1
Kini seluruh tubuhnya basah, Luna tersenyum, Albert berhasil mengembalikan senyuman istrinya. Ia melihat bidang gunung kenyal Luna mencetak serta terlihat kurung sangkar berwarna pink.
Deg!
"Luna, ganti pakaian dulu gih, Daddy mau lanjut berenang," titah Al sambil memijit hidung manucung istrinya.
"Tidak," tolak Luna.
Albert tersenyum, ia langsung melingkarkan tangan kekar itu di tubuh ramping istrinya hingga bidang dad* keduanya beradu membuat Albert merasakan gunung kenyal itu menempel sempurna terasa kenyal membuat seluruh tubuhnya meremang. Sudah sangat lama Albert tidak merasakan sensasi seperti ini lagi dan sekarang ia merasakannya kembali.
"Kapan Luna bersih?" tanya Albert dengan suara paraunya membuat Luna menatap sambil mengatur debaran jantung yang membuncah.
"Dua hari lagi Dad," belum juga Luna melanjutkan ucapannya Albert sudah mendaratkan kec*pan lembut di bib*r manis Luna. Mereka pun hanya bisa bermain atas saja. Albert mulai nakal, gelojak hasratnya tidak dapat di bedung. Ia mulai membuka sedikit demi sedikit kancing kameja sekolah Luna. Hingga kini tangannya mencekal sempurna di gunung kenyal itu membuat Luna mengerang.
"Daddy," panggil Luna dengan suara rintihnya.
__ADS_1
Albert terus memainkan tangannya sambil terus mengecup bib*r manis istrinya.