Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Terjadi kembali.


__ADS_3

Di tengah terik matahari, Luna berenang sendirian di dasar laut yang tampak terlihat sangat segar. Al masih berada di atas kapal karena ia ingin pemanasan terlebih dahulu. Luna terus merayu Al untuk segera terjun ke dasar laut bersamanya, tapi Al tetap berdiam diri ia ingin melihat istrinya berenang sendirian sebelum dirinya menghampiri istri kecilnya.


Luna menjerit, ia seperti mencari sesuatu, Al segera terjun untuk menghampiri istrinya yang sedang histeris menangis. Ia takut terjadi apa-apa yang menyakiti Luna.


"Daddy," jerit Luna membuat Albert semakin was-was. Al akhirnya berenang ia segera menanyakan prihal istrinya menjerit setengah mati membuat jantungnya hampir copot.


"Sayang, ada apa?" tanya Al.


"Lihatlah, kurung sangkar Luna hilang. Padahal Luna cuma berenang biasa kok, bagaimana bisa ini terjadi, perasaan Luna hanya berenang di sekitar sini," jawab Luna sambil menutupi gunung kenyal miliknya oleh kedua tangan. Al terkekeh membuat Luna tidak mengerti bukannya membantu Luna mencari kurung sangkarnya tapi Al malah tertawa lepas.


"Hahhaha.... "


"Daddy, kenapa tertawa sih, menyebalkan," gerutu Luna sambil memanyunkan bib*rnya .


"Lihatlah, burung sangkar ini ada di atas kepalamu nyangkut di rambut sayang," sahut Albert sambil mengambil kurung sangkar Luna berwarna ungu berada yang nyangkut di atas kepalanya.


Bagaimana bisa, Luna tercengang, padahal dirinya memakai kurung itu dengan benar dan kenapa juga bisa lepas nyangkut di atas kepala.


"Ya ampun, pantas tidak ketemu Daddy, ini sih seperti Daddy saja merajalela," cecar Luna membuat Albert menyeringai. Ia langsung merentangkan kedua tangan istrinya oleh kedua tangan kekar miliknya.


"Daddy."


"Sudahlah lupakan masalah kurung sangkar gak jelas itu. Lebih baik kita bermain saja disini!" bisik Albert sambil menempelkan bidang dad*nya ke gunung kenyal milik Luna.

__ADS_1


"Ya ampun, sejak kapan Daddy jadi omes begini, ahhhh Daddy hentikan," pekik Luna saat leher jenjangnya di ci*mi oleh Albert dengan lembut.


"Sejak Daddy menikah sama kamu sayang, omes Luna nular sama Daddy. Diamlah Luna, kita kan mau memproduksi bayi," serunya sambil memegang gunung kenyal istrinya, memainkannya sesekali ia menghisapnya.


Luna menyeringai, ia langsung memeluk tubuh kekar suaminya sambil melengking ke belakang.


"Pokoknya Daddy harus bikin bayi kembar banyak oke," pinta Luna. Al tercekat bagaimana bisa istrinya meminta Al membuat bayi kembar.


"Luna, diamlah sekarang kita fokus saja membuatnya oke," seru Al.


"Daddy bagaimana nanti ikan disini hamil anak Daddy," ucap kembali Luna membuat Albert menghentikan cumbu*n mautnya.


"Tidak sayang, stop kita fokus memproduksi saja oke," tutup Al sambil terus menci*mi leher jenjang istrinya.


"Daddy, kita bercinta di air laut, nanti si putihnya kemana-mana terus di makan ikan jadilah ikan itu hamil anak Daddy," Luna lagi-lagi bicara hal konyol.


"Daddy, ihhh katanya kita mau bercinta di lautan lepas," gerutu Luna.


"Diamlah sayang, Luna tadi bilang kalau kita bercinta di lautan. Ikan disana bakalan hamil anak Daddy, jadi yaa kita lakukan disini saja," timpal Albert kembali melaksanakan aksinya.


Luna tertawa, ia segera menggoda suaminya dengan cara mencumb" seluruh tubuhnya ia menci*mi bidang dad* suaminya memainkannya dengan mulutnya. Albert melenguh nikmati, ia membalikan tubuh istrinya mencumb* punggung polos cantik nan indah dengan sepenuh hatinya. Tangannya menguasi gunung kenyal istrinya sampai sesekali Luna mengeluarkan erangan.


Tubuh kecil itu Al balikan kembali, hingga keduanya berhadapan. Luna mencumb* bib*r suaminya sampai terengah, sampai saatnya Albert langsung melepaskan kurung goa segitiga bawah. Setelah berhasil di lepaskan Al menaikkan satu kaki istrinya ke atas mendaratkan kaki itu di punggung kekar miliknya. Perlahan Albert mendekatkan diri hingga membenamkan kepemilikannya secara perlahan lalu menghujam dengan lembut. Keduanya melenguh, Luna mencangkup wajah Albert ia mencumb* suaminya membenamkan bib*rnya sambil merasakan nikmat surga dunia.

__ADS_1


Pagutan mereka terlepas, Albert kembali menghujam dengan ritme lumayan cepat Luna melengking sambil mengerang. Menjambak, membelai, mencumb* itu yang Luna lakukan berulang kali.


"Daddy, uuhhhhh."


Albert memainkan gunung kenyal istrinya, Luna menahan tubuhnya dengan tangan ke dinding tembok tepi kolam hingga air yang ada di dasarnya membuncah akibat permainan mereka. Tubuh kecil Luna Al balikan hingga istrinya membelakangi. Albert kembali menghujam nya dengan lembut sampai dengan kecepatan ritme semakin tinggi.


"Daddy, cepat," pinta Luna Albert kembali mengencangkan ritmenya sambil memeluk tubuh polos milik istrinya melenguh. Keduanya mengerang, tubuhnya di banjiri keringat panas yang bercucuran.


"Huuhhh," Albert menghembuskan napas berat saat mereka mengeluarkan larvanya secara bersamaan.


"Daddy, aahhhh. Eemmmm," Luna mengeratkan tangannya ke leher suaminya.


"Terima kasih sayang," bisik Albert sambil memeluk tubuh istrinya.


"Daddy, Luna lemas," ucapnya. Al melepaskan tubuhnya yang menempel, ia kembali menggendong istrinya ke atas tempat tidur.


"Luna istirahat yah, besok kita pulang," sahut Albert mengecup kening istrinya.


"I love you Daddy," ucap lemas Luna.


"I love you ratu omes," jawab Al.


"Ihhh Daddy juga raja omes tau," gerutu Luna membuat Albert tertawa.

__ADS_1


Mereka pun istirahat setelah permainan untuk kesekian kalinya. Mungkin setelah pulang dari liburan mereka, Al akan menunjukan sesuatu kepada Luna. Mungkin setelah Luna tahu, ia akan lebih plong dengan kejujurannya. Karena selama ini Albert belum siap, takut Luna tidak menerimanya Al akan membawa istrinya ke sesuatu tempat. Walaupun hatinya sakit, tapi mau bagaimana lagi, ia tidak mau Luna salah paham kepadanya hanya gara-gara omongan dari orang lain membuat hubungan rumah tangga mereka hancur. Apalagi Serly sudah mengincar rumah tangga Albert hancur dengan Luna.


Maaf yah slow update lagi sariawan perih banget. Semoga kalian sehat-sehat yahh dan gak bosan baca kisah Luna.


__ADS_2