
Setelah empat hari berlalu, Luna masuk sekolah seperti biasa dan Albert pun bekerja setiap hari ke kantornya Luna sudah bersih dari si tamu merah membuat ia girang sendiri. Tapi ada kejanggalan dalam lubuk hatinya, hari ini Albert meminta maaf kepada Luna bahwa siang ini ia ada meeting mendadak bersama klien-nya. Luna pun di jemput oleh supir pribadinya hingga kini Luna sudah sampai di depan rumah mewahnya dan segera turun dari mobil. Luna membuka pintu mobil, wajahnya cemberut tidak ada gairah sedikit.
"Iwh! Nyonya muda yang sekarang masih pakai baju seragam sekolah. Sebentar lagi kamu pasti buncit. Sangat di sayangkan perut rata mu yang sekarang kelihatan bagus nantinya bakalan jelek keriput iwwhhh," ejek Serly. Ia sengaja menunggu Luna pulang sekolah, setelah ia di tolak masuk ke dalam rumah Al oleh Bi Anna. Serly rela menunggu Luna di luar walaupun kepanasan dirinya kepanasan.
"Ini cacing sawah mau apa kamu datang kesini, Tante tua ingat yah! Luna tidak mau berurusan sama wanita sepertimu. Mulutmu kek comberan asal jeplak saja, minggir Luna mau masuk. Ayo cepat minggir, jangan lupa Tante tua, ngaca dulu sebelum berucap, kamu ini sekarang sedang berhadapan dengan Nyonya Albert," timpal Luna membuat tingkat emosi Serly memuncak.
"Dasar anak durhaka, berani kamu bicara seperti itu padaku. Ingat Luna! Sebentar lagi Albert pasti akan meninggalkan kamu, karena wanita kecil sepertimu tidak akan pernah memberikan kepuasan untuknya paham!" bentak Serly tapi tidak ocehannya dihiraukan oleh Luna.
"Bodo amat, Daddy tidak akan pernah meninggalkan Luna hanya gara-gara omong kosong Tante tua," pekik Luna sembari mendorong Serly sampai jatuh ke semak-semak pot bunga.
"Anak sialan," jerit Serly. Sang supir hanya bisa menahan tawa melihat Serly kalah oleh majikan kecilnya.
Luna menaiki anak tangga sambil menangis, Bi Anna segera menghubungi Albert karena takut terjadi sesuatu kepada majikannya yang saat ini sedang menangis sehabis berantem dengan Serly.
Luna membuka pintu, ia berlari sambil menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.
__ADS_1
Setelah menerima laporan dari BI Anna mengenai Luna Albert segera pulang, ia meminta maaf kepada klien-nya yang saat ini sedang ada meeting penting dengannya. Setelah lama di perjalanan karena memang terjebak macet, Albert sangat khawatir dengan keadaan Luna hingga ia tidak enak hati dalam perjalananya.
"Luna."
Albert memarkirkan mobilnya ia bergegas turun dan segera membuka pintu utama. Bi Anna merasa lega karena Al sudah pulang, Luna belum juga kunjung berhenti dari tangisnya Luna masih di dalam kamar sejak saat ia pulang sekolah.
Cleekk!
Albert membuka pintu kamar ia langsung menghampiri istri kecilnya, ia duduk dan mengusap rambut panjang yang menutupi wajah Luna.
Luna berhenti dari tangisnya, ia menoleh seketika juga tangisnya semakin menjadi Luna segera bangun dan duduk meraung hingga kini ia berhadapan dengan Albert dan langsung sambil memeluknya.
"Daddy."
Luna memukul bidang dad* Albert pelan, Al melonggarkan pelukannya, ia merapihkan rambut istrinya sambil mengusap pelan air mata yang jatuh dari pelupuk mata Luna.
__ADS_1
"Cup ... Luna maafin Daddy. Serly sudah di beri pelajaran oleh anak buah Daddy kok," ujarnya melonggarkan pelukan.
"Apa maksud Daddy?" tanya rintih Luna.
"Kamu menangis gara-gara Serly bukan?" tanya Albert. Luna menggelengkan kepalanya pelan, ia menunduk sedih kemudian Luna menangis kembali.
"Liburan disekolah batal Daddy! Semua impian Luna untuk pergi honeymoon gagal total, pokoknya Luna benci!" pekik Luna membuat Albert tercengang tidak percaya.
"Jadi Luna menangis sejak tadi siang bukan karena Serly, tapi gara-gara liburan ke luar kota di batalkan dan Luna sekarang sudah bersih dari tamu bulannya! Luna kesana niat untuk honeymoon tanpa memberitahukan Daddy terlebih dahulu, tapi semua impian dan rencana Luna untuk memberi kejutan pada Daddy gagal, bukan begitu sayang?" tanya Albert bertubi-tubi. Luna mengangguk membuat Albert tertawa sambil memeluknya.
"Daddy kok tertawa sih, buat apa Luna menangis hanya gara-gara Tante tua itu," omel Luna memeluk Albert kembali dengan manjanya.
"Kata Luna masih datang bulan tadi pagi, dan sekarang buktinya sudah bersih. Ini akibatnya Luna ngerjain Daddy nih jadikan liburan plus honeymoon rencana Luna batal hahahha," Albert kembali tertawa.
"Ihhh Daddy nyebelin banget sih! Pokoknya Luna bete hari ini pengen tidur saja," pekiknya.
__ADS_1
"Malam ini kita langsung pergi ke luar negeri untuk honeymoon," ucap Albert membuat Luna tercengang.