
Anak buah Albert terus memacu kendaraan mobilnya mengejar musuh yang ada di depan mobil mereka.
"Bagaimana ini Juno, pokoknya anak buah Albert tidak boleh menangkap kita. Ini semua gara-gara kecerobohanmu menembak Melisa di depan mata kepalanya sendiri," ucap Serly tergesa.
"Diam, kau ini bagaimana. Kita beruntung sudah melenyapkan istri sialanku, sekarang kamu fokus saja, diam dan duduk biar aku yang mengemudikan mobil ini supaya tidak tertangkap," perintah Juno.
Ckiitt...
Mobil mereka berhasil di hadang, mereka terpaksa memberhentikan mobilnya. Serly tegang, ia tidak mau di habisi oleh mantan suaminya. Sekarang nyawanya dalam bahaya, Juno tidak tahu harus berbuat apa sedangkan keempat anak buah Al sudah mengguncangkan mobil mereka hingga keduanya terpental kesana kemari.
"Juno, lakukan sesuatu," pekik Serly menyuruh Juno melawan mereka.
"Ibu tiri cerewet diam, kau tahu aku tidak bisa berkelahi. Apalagi lihatlah mereka punya perawakan besar bisa-bisa aku langsung mati di tangan mereka," sahut Juno mulai panik. Ia melihat pistol bekas menembak Melisa tadi di rumah sakit.
__ADS_1
"Dasar anak tidak berguna," gerutu Serly.
"Diam, lihatlah aku akan menembak mereka satu persatu di tanganku. Sekarang bersiaplah untuk melenyapkan mereka berempat," seru Juno sambil mengambil pistol dan tertawa lepas.
Ia mulai membuka pintu mobil, ke khawatiran Serly mulai bertambah. Ia tidak yakin Juno bisa melenyapkan mereka begitu saja, yang ada malah Juno langsung babak belur.
"Kalian berani sama aku, lihatlah pistol ini akan membunuh kalian di tanganku," ucap Juno menyeringai ia membuka dan menutup pintu mobil sambil melihat keempat orang itu. Tapi mereka malah menertawakan gaya-nya.
Juno mulai menodongkan pistol itu ke arah mereka yang sedang tertawa lepas. Juno semakin geram ia kesal dan langsung menekan pistol itu. Tapi, tidak ada yang keluar satu peluru pun, Serly semakin ketakutan saat dirinya mau meloloskan diri. Pintu mobil itu di buka oleh Al dan segera menyeretnya ke mobil miliknya.
"Percuma kamu meminta tolong kepada bocah ingusan itu, dia tidak berguna sama sekali," ucap Albert menggendong Serly ia segera mengikat kedua tangan dan kakinya. Mulutnya Serly ia perban dan matanya ia tutup oleh kain hitam.
"Bos, kita apakan anak sialan ini," teriak salah satu anak buah Al.
__ADS_1
"Lenyapkan dia," titah Al sambil tertawa ke arah Juno.
"Tidak, tolong aku. Mohon maafkan aku," pekik Juno melempar batu ke arah mereka berempat. Ia ketakutan, gemetar dan yang lebih parah ia kencing di celana membuat keempat orang itu tertawa terbahak-bahak.
"Dasar bocah ingusan, berani di belakang," batin Al membuka pintu mobil dan segera melaju kencang membawa Serly.
"Sikat."
Juno di tangkap, mereka menghabisinya, Juno terteriak meminta pertolongan. Bajunya mereka cengkram, Juno terus meminta maaf, tapi tidak di hiraukan oleh mereka. Salah satu orang itu, memukul kembali.
"Awwhh! Tolong."
Tapi percuma, wajahnya langsung di tinju habis perutnya di tendang kembali anak buah Al. Tubuh Juno mereka lempar ke arah kaca mobil depan hingga mengakibatkan mobilnya rusak kacanya pecah berhamburan. Juno pingsan darah segar keluar dari mulut dan hidungnya.
__ADS_1
Setelah itu salah satu dari mereka mengantarkan mobil Juno ke depan rumah Jordan. Mereka membawa tubuh Juno yang sudah tidak berdaya itu ke rumah kosong, mereka tidak akan mencoba mengasihaninya setelah apa yang mereka perbuat kepada Soraya dan Bagas.