
Dara segera pergi meninggalkan rumah sakit, ia akan menghindari Albert. Sementara Luna ia terus menangis sambil berlari ke arah jalan raya, entah rasa sesak dalam d*danya bertambah setelah ia melihat Al memegang tangan seorang wanita cantik di depan kepala matanya sendiri. Luna hanya penasaran ia mengikuti suaminya melangkah pergi keluar ruangan dan setelah ia sampai di lorong yang dimana Melisa di rawat, ia melihat dengan jelas Al memegang tangan seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Dara.
"Daddy jahat," pekik Luna sembari mengusap air matanya dengan kasar oleh tangannya.
"Sayang," teriak Al dari arah belakang, ia segera menangkap istri kecilnya saat Luna mau menyebrang jalan raya.
"Lepasin, Daddy," kesal Luna memberontak.
Al kemudian menggendong istri kecilnya, Luna hanya bisa memukul bidang dad* suaminya sambil terus menangis. Pandangan orang di sekitar terus melihat ke arah mereka berdua. Namun, Al hiraukan demi istri kecilnya.
"Luna, sayang. Dengarkan dulu, kamu salah paham, Daddy hanya mencegah Dara pergi, karena ada sesuatu yang Daddy mau tanyakan kepadanya," bujuk Al sambil terus menggendong istri kecil miliknya dengan gemas.
Luna mulai berhenti memukul bidang dad* suaminya sambil cemberut. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Tubuh kecil itu Al dudukan di kursi tepat di sebelah pintu ruangan Soraya dan Bagas di rawat.
"Dengar." Al berjongkok di hadapan istrinya sambil memegang kedua tangan Luna dengan lembut. Ia kecup sambil menatapnya dalam.
"Apa."
"Daddy hanya mau menanyakan sesuatu kepada Dara. Luna tahu juga kan Tante Dara mantan istri Jordan?" tanya Al.
"Hmm ... terus apalagi?" tanya balik Luna sambil memalingkan wajah ke arah lain.
__ADS_1
"Dia pacar Kakakmu," jawab Al nada lemah sambil menunduk.
"What!"
"Iya, sayang. Dara pacar Arga," lanjut Al menghela napas berat sebelum ia duduk di sebelah sang istri.
"Ta-pi, tidak mungkin kak Arga pacaran sama janda," ucap Luna tidak percaya.
"Daddy hanya takut Arga jatuh cinta terlalu dalam kepada wanita itu. Kita harus cari tahu dulu apakah dara punya misi untuk mendekati kakakmu," ujar Albert mantap.
"Tapi itu benarkan, Daddy tidak bohong. Luna kesel banget sama Daddy. Awhh! Daddy harus cuci tangan termasuk Luna, tangan Daddy sudah menyentuh Tante genit itu," seru Luna menyingkirkan tangan Albert yang sedang memegang tangannya. Luna pun beranjak pergi untuk cuci tangan. Al hanya bisa terkekeh segitunya Luna cemburu padanya hingga tangannya yang tadi menyentuh dara harus di cuci oleh sabun.
Baru kali ini Al menemukan wanita yang amat mencintainya. Walaupun Luna masih labil tapi iya yakin cinta mereka abadi sampai maut memisahkan.
Di dalam mobil Luna masih diam membisu sampai Al bingung sendiri. Ia tahu Luna masih kesal walaupun alasannya sudah Al curahkan kepadanya.
"Sayang," panggil Albert.
"Apa."
"Masih marah?" tanya Al.
__ADS_1
"Daddy harusnya di hukum!" kecam Luna membuat Al membulat. Ia segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Hukuman! Salah Daddy apa? Dan hukuman apa yang Luna berikan pada Daddy?" tanya Al sambil menatap menghadap kepada istrinya.
"Hmm ... malam ini Daddy harus memuaskan Luna sepanjang malam pokoknya," jawab Luna mantap sambil tersenyum sumringah.
Albert terkekeh, lagi marah saja Luna tetap omes. Albert tidak menyangka. Padahal ia takut sekali di suruh tidur di luar kamar, bisa-bisanya Luna minta bercinta sepanjang malam dengannya.
"Luna, apa ini beneran. Maksud Daddy Luna tidak menghukum Daddy dengan cara lain gitu?" tanya Al memastikan walaupun dalam hatinya ia sangat girang.
"Beneran! Apa Daddy tidak mau?" tanya balik Luna sinis sambil menunjukan jarinya ke arah wajah Al dan memincingkan matanya.
"Bukan itu, biasanya para wanita menghukum suaminya dengan cara tidur di luar kamar," jawab Al ragu.
"Daddy, itu wanita lain. Tapi Luna berbeda, hukumannya hanya mantap-mantap," seru Luna mengalungkan kedua tangannya mengecup bibir suaminya dengan lembut.
"Ya ampun, dasar omes. Kalau begitu Daddy mau bikin kesalahan terus biar di hukum mantap-mantap sama istri omes Daddy," ujar Al membuat Luna langsung mencubit perut suaminya.
"Tidak, Daddy ishh!"
Mereka pun tertawa bersama. Al segera melajukan mobilnya untuk bersiap mantap-mantap dengan istri omes yang sangat agresifnya.
__ADS_1
HAI SEMUA, TADINYA MAU UP BULAN DEPAN TAPI AKU PAKSAIN DEH NULIS SATU BAB MALAM INI. BULAN INI AKU SAKIT-SAKITAN TERUS SEKARANG SAJA LAGI MERIANG, SARIAWAN. GIGI LINU SEMUA BATUK JUGA BELUM REDA. MELIHAT KOMENAN KALIAN AKU UP SAJA INN SYA ALLAH BESOK UP LAGI. SEMOGA KALIAN SELALU SEHAT. FOLLOW IG naura_shafa atau FB aku Naura Shafa Mahbubbah.