Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Luna cemburu


__ADS_3

Luna pun di ajak jalan-jalan keliling lapangan sekalian Soraya melatih Luna agar kelak dirinya bisa meneruskan usaha Papih-nya bersama sang Kakak. Satu bulan lagi Soraya dan Bagas akan pergi menemui putra ke satunya yang akan melaksanakan sarjana. Sayang sekali Luna tidak bisa ikut dikarenakan ada acara juga di sekolahnya. Untuk liburan keluar kota bersama teman-temannya. Luna ingin sekali ikut tapi bagaimana lagi liburan di sekolahnya mengharuskan Luna tetap ikut.


Sementara Albert sedang sibuk bersama sekertarisnya yang kini sedang mengarahkan tugas kepada Lara. Luna yang melihat mereka berdua mendadak kesal dan langsung saja menghampirinya. Lara sekertaris yang ditugaskan Albert untuk mengawasi pembangunan proyek. Mencatat dan melaporkan tugas harian.


Lara sudah lama mengincar Albert duda kaya tampan dan berwibawa. Sayang sekali Albert tidak pernah menyukainya sedikit pun. Berbagai perhatian khusus kepada Albert telah Lara berikan tapi sayang, ia tidak pernah di liriknya.


"Dasar gatal ihhh kesel banget sumpah," gerutu Luna sambil berjalan ke arah mereka.


"Lara, Kamu pastikan catat bagian terpentingnya setelah itu langsung laporkan semua berkasnya kepada Saya. Ingat jangan ada kesalahan apapun," ucap Albert.


"Om," pekik Luna sambil berkacak pinggang yang kini berada di belakang Albert dan Lara yang sedang berdampingan.


"Minggir Tante," sambungnya sambil memisahkan mereka berdua.


"Luna," ucap Albert melihat tingkah lucu Luna saat ini sedang cemberut ke arahnya.


"Anak sialan, mengganggu saja," batin Lara sambil memutar bola matanya malas.


"Om, Luna cariin, tak taunya lagi berduaan disini," lanjut Luna sambil melirik ke arah Lara sinis.


Albert hanya bisa terkekeh, Luna benar-benar lucu dan sangat cantik bila sedang marah. Albert pun langsung menggandeng tangan Luna ke arah tempat lain agar Lara tidak menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Dengar, Om lagi sibuk mengarahkan sekertaris Om. Biar dia tidak salah dalam bekerja," ujarnya sambil tersenyum membuat Luna kelepek-kelepek.


"Oh, sekertaris. Kalau begitu, Luna saja yang jadi sekertaris Om bagaimana?" tanya Luna berbinar. Namun, celotehannya malah membuat Albert tertawa kembali.


"Dengar Luna. Kamu masih sekolah, lulus saja belum bagaimana bisa jadi sekertaris Om," sahutnya.


"Kalau begitu Luna jadi istri Om saja," ceplosnya. Luna langsung membungkam mulut bandelnya sambil menahan malu. Albert terdiam saat Luna meminta menjadi istrinya. Albert semakin penasaran kepadanya, apakah Luna menyukai dirinya atau kah hanya sekedar lelucon Luna saja.


Tapi Albert tidak menganggap sepenuhnya yang Luna ucapkan ia anggap Luna hanya becanda kepadanya. Lagi pula Albert sudah berumur dan keduanya berbeda jauh, Albert tidak mau terlalu geer karena Luna hanyalah anak remaja yang bawel, nan juga pinter membuat lelucon.


"Pak," pekik Lara menghampirinya.


Albert pun langsung menghadap ke arah Lara, Luna hanya bisa diam dan kesal. Lagi-lagi Lara mengganggu Albert membuat Luna marah dan langsung saja dia pergi meninggalkan Albert dan Lara.


Soraya yang melihat anaknya cemberut langsung menghampirinya. Ia tahu pasti Luna sedang kesal kepada seseorang hingga membuat Luna terlihat murung.


"Mamih, Luna mau pulang saja," rengeknya membuat kening Soraya berkerut.


"Lho, kenapa? Baru jam 1 sebentar lagi kita makan siang bersama Om Albert. Oh dia sedang bersama sekertaris-nya kita tidak boleh pulang duluan sayang," bujuk Soraya dan malah membuat Luna tambah kesal mendengar nama Lara.


"Luna mau pulang sekarang juga, pokoknya kalau Mamih tidak mau pulang. Luna bisa pesan taksi online kok," timpalnya sambil berjalan pergi.

__ADS_1


Soraya tidak tahu kenapa Luna jadi bete begitu padahal pagi dia sangat cerita. Soraya pun segera menyusul Luna yang sudah pergi meninggalkan gerbang proyek.


Di lain tempay Albert yang sudah selesai mengarahkan Lara langsung menuju kantin yang sudah di sediakan petugas logistik.


"Luna tunggu sayang, Kamu kenapa? Kita makan siang dulu," bujuknya membuat Soraya heran kepada putrinya.


"Kalau misal Aku pulang, wanita genit itu menang banyak dong berduaan dan mendekati Om Albert. Dasar Luna, Kamu harusnya tidak boleh pulang," batin Luna kesal.


"Oke, Luna makan siang disini saja," sahutnya membuat Soraya merasa lega.


Di kantin.


Albert duduk bersama Bagas dan di sampingnya ada Lara. Luna yang melihat, merasa kesal sendiri, dirinya akan mencari ide supaya Lara tidak terlalu dekat dengan Albert.


"Luna sini sayang," ajak Bagas supaya mereka makan bersama.


Luna duduk sambil cemberut, Albert merasa heran atas tingkah Luna yang mendadak diam cemberut.


"Apa aku tadi salah bicara kepadanya," batin Albert bertanya-tanya sambil melihat sekilas ke arah Luna yang memalingkan wajahnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1



Albert.


__ADS_2