
Al terkekeh ia sampai mencubit hidung minimalis Luna dengan gemas. Al tidak akan menyia-nyiakan momen langka ini ia segera menggendong tubuh mungil istri kecilnya. Kebetulan juga malam ini sepi tanpa ada orang dirumah mereka.
"Daddy!"
Jerit Luna saat Al menggedong tubuh Luna seperti karung beras. Al tetap tidak bergeming ia membawa istrinya ke ruang tengah, ia menuju sofa besar, setelah sampai di sofa. Al menurunkan tubuh seksi itu dengan perlahan Al langsung menatapnya dalam.
"Ini yang Luna mau kan, hmmm.... Daddy bisa melakukan hal apapun pada Luna, malam ini kita habiskan dengan keringat," ucap Al membuat tubuh mungil itu meremang. Luna mengangguk, ia sudah tidak sabar ingin merasakan sensasi suaminya lagi.
"Daddy," panggil Luna saat Albert mau melaksanakan aksinya.
"Apa sayang," sahut Albert.
__ADS_1
"Daddy, Luna sudah siap kok hamil di usia muda," ujarnya membuat Albert terkekeh.
Tangan kekar itu menyusuri perut rata istrinya, lalu, Al menyingkirkan kain tipis yang menghalangi perut Luna. Bagaimana bisa Luna sudah siap hamil di usia mudanya. Bahkan kebanyakan wanita sekarang tidak mau hamil terlalu cepat mereka bahkan menghabiskan waktu berdua dulu menikmati masa muda mereka. Tapi berbeda dengan istrinya Luna, ia malahan tidak sabar ingin perut buncit, Al akan mengurus semuanya ia akan berbicara kepada kepala sekolah mengenai Luna dan dirinya. Albert akan jujur kalau mereka sudah menikah, Al yakin kepala sekolah itu tidak akan menolak atau pun membantah yang ia katakan.
"Baiklah, bersiaplah perut Luna akan besar seperti balon yang di tiup oleh angin. Setelah melahirkan Luna tidak akan seperti ini, perutnya bakalan kendor dan tubuh Luna kemungkinan besar agak berisi," ucap Albert menakuti istrinya.
"Daddy, kok bicara seperti itu, wanita memang ditakdirkan begitu Daddy karena apa! Mereka istimewa seperti Luna istimewa di hati Daddy. Cepatlah Daddy Luna sudah tidak sabar," pinta Luna ia langsung menyosor duluan, tangan nakal itu menyusuri tubuh kekar Al. Hingga yang mengukung Albert adalah Luna bukan Albert yang mengukung dirinya. Benar-benar istri kecilnya ini membuat Albert kewalahan sendiri.
"Aahhh! Luna," ucap Albert dalam erangannya saat Luna memainkan bola kecil miliknya.
Tubuh Luna ada di tubuh Albert, ia menikmati pemanasan sendiri dengan gesit dan tentunya Albert sangat puas. Kini Al yang mengukung tubuh Luna, ia membalikan istri kecilnya hingga kini ia berada di bawah kekuasaannya.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Al.
Tapi Luna tidak bisa menjawab pertanyaan Albert. Ia melenguh, mencengkram kuat rambut Albert, suaminya memainkan goa miliknya di bawah sana. Kini ia terus mengerang dan mengeluarkan keringat. Napasnya memburu saat Albert melepaskan permainannya.
Mereka tersenyum Al belum puas ia langsung memainkan gunung kenyal yang sangat besar itu. Ia terus bermain dengan luas hingga Luna terus mengerang sampai seisi ruangan itu penuh dengan suara mereka.
"Daddy, cepat." Pinta Luna dengan suara beratnya.
Ia langsung saja menaikan kaki istrinya ke atas dan langsung menghujam dengan ritme pelan. Luna mengerang dan langsung Al menghujam terus dan terus sampe mereka terengah. Pelepasan pertama mereka tengah keluar dengan sempurna. Tubuh kekar itu lemas, keduanya saling berpelukan dan memejamkan matanya.
Tiga menit berlalu, keduanya terbangun dan menginginkan kembali kegiatan panas itu. Luna langsung membalikan tubuhnya Al langsung menghujam dari arah belakang. Mereka bermain sesuka hati mereka hingga keduanya merasa puas.
__ADS_1
"Daddy," ucap Luna dengan mata terpejam. Ia merasa lelah tapi puas tengah melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan sebagai suami istri.
Author menyapa, maaf up lama heheee..... terima kasih kepada kalian yang sudah menunggu cerita gaje aku. Tadinya mau di pindahin tapi aku tamatin saja deh di sini, aku slow up ya karena lagi daily di tempat lain. Semoga kalian sehat selalu. Kalau rame aku up bab selanjutnya!!!!