Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Restu Bagas


__ADS_3

Bagas menghampiri Luna dan Al sedang duduk berdua. Soraya tersenyum sambil mendorong kursi roda yang di duduki oleh Bagas, dikarenakan Bagas belum bisa berjalan normal makanya ia di sarankan untuk memakai kursi roda.


"Luna sayang, syukurlah kamu baik-baik saja," ujar Bagas. Albert hanya bergeser ke tempat lain. Ia benar-benar canggung berhadapan dengan kedua orangtua Luna.


"Papih," ucap Luna tersenyum sambil menoleh ke arah Al.


"Oh, iya. Al, saya minta maaf sama kamu gara-gara keegoisan seorang orangtua Luna jadi korban. Aku mengaku salah dan mengaku bahwa kamu memang yang terbaik dan pantas untuk aku jadikan menantu. Aku sadar umur bukan patokan tolak ukur seseorang, bukan berarti tidak bisa bersatu. Tapi kedewasaan dan kenyamanan lah yang membuat keduanya saling mencintai," ujar Bagas.


Albert tercengang atas apa yang ia dengar, Luna hanya bisa tersenyum sambil bergelayut manja di tangan Albert.


"Maksud kamu, kita boleh menikah?" tanya Albert menyakinkan.


"Yaps, kalian saya restui menikah. Tapi, ingat tunggu Luna lulus sekolah dulu, aku yakin setelah ini Luna pasti akan lebih dewasa bila di bimbing sama kamu Al," jawabnya mantap membuat Soraya tersenyum begitu juga Arga.


Luna dan Albert saling menatap, mereka tersenyum penuh kebahagiaan. Akhirnya yang mereka nanti pun terwujud juga, Restu dari Bagas membuat semuanya bernapas lega.


"Pih, lebih baik kita nikah siri kan saja Luna dan Al, selama Luna sekolah Albert bisa menjaga dia kapan pun dan dimana pun. Setelah lulus nanti Luna bisa menikah secara resmi biar tidak ada fitnah atau pun hal lainnya yang membuat bumerang bagi kita," saran Soraya.


Bagas tampak nya berpikir terlebih dahulu, setelah itu ia menyetujui atas apa yang di sarankan Soraya kepadanya.


Luna semakin girang karena setelah pulang dari rumah sakit mereka akan melangsungkan nikah sirih.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Bagas, aku akan menjaga putri kalian dengan sangat baik," ujar Bagas.


"Kita percaya penuh padamu Al," seru Bagas. Setelah itu mereka pamit untuk istirahat begitu juga Arga ia keluar mencari angin segar dan kini hanya ada Luna dan Albert. Arga sibuk menghubungi pacarnya, ia akan memperkenalkan kepada Bagas dan Soraya setelah pernikahan siri Luna dan Albert.


"Daddy, akhirnya cerita cinta kita berakhir di pernikahan siri," seru Luna.


"Kamu ini seneng banget sih, Luna tapi meski kita sudah sah menjadi suami istri tapi kamu harus bisa menjaga sikap kamu pada Daddy oke," pinta Albert.


"Apa maksud Daddy" tanya Luna memastikan.


"Begini, Luna. Kamu masih gadis dan masih kecil. Walaupun kita sudah menikah siri tapi kita harus bersikap biasa, Daddy takut teman-teman Luna ada yang curiga," jawab Albert sambil membelai rambut panjang Luna.


"Daddy tenang saja oke. Semuanya bisa Luna tangani dengan baik. Oh, iya. Bulan depan kita ada acara liburan di sekolab, Daddy ikut yah!" pinta Luna sambil mengguncangkan tangan Albert.


"Wadidaw...! Hayoloh kalian mau apa?" tanya Arga muncul tiba-tiab di ambang pintu.


Keduanya kembali ke posisi semula, Arga tertawa ia berjalan kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.


"Tahan calon pengantin kecil dan calon pengantin tua. Kalian bisa bebas setelah menikah oke," ejek Arga.


"Karma datang padamu Arga bersiaplah," timpal Albert tersenyum licik.

__ADS_1


"Dengar adik ipar tua, kamu salah! Lihat saja siapa yang akan datang ke acara pernikahan siri kalian sekaligus jadi saksi disana," jawab Arga dengan pedenya.


Albert hanya bisa terkekeh, Luna memincingkan wajahnya ke arah Arga. Ia segera melempar majalah yang ada di atas meja.


Bugh!


"Awwhh! Luna kamu nih galak sekali sih," cecar Arga sambil mengelus kakinya yang terkena lemparan majalah.


"Kakak nyebelin. Walaupun Daddy Luna sudah tua tapi lihatlah dia lebih tampan dari kakak. Lebih, Maco lebih ahhh Pokoknya Daddy Al terbaik wlee," seru Luna melet habis itu ia memeluk Albert.


"Yayayaa, terserah kamu saja Luna." Sahut Arga langsung memainkan ponselnya.


"Daddy," rengek Luna. Niat mereka mau bermesraan tapi cunguk Arga datang mengacau membuat Luna dan Albert kesal.


"Apa sayang?" tanya Albert.


"Emmm ... Luna pengen," ucap pelan.


"Luna, kamu nih yahh mes*m sekali haahh. Tahan napa sih," pekik Arga.


"Ihhh Kak, Arga menyebalkan sekali. Daddy usir si pengacau ini dari ruangan Luna," pinta Luna manja.

__ADS_1


Mau tidak mau, Albert segera menggendong Arga dari ruangan menuju luar. Arga hanya bisa terkekeh melihat tingkah mereka berdua yang sangat menyebalkan.


"Dasar kalian menyebalkan," pekik Arga dari luar ruangan. Luna hanya bisa tertawa penuh kemenangan.


__ADS_2