Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Tepar


__ADS_3

Malam yang sangat dingin, langit begitu cerah bintang bersinar terang atas langit menandakan bahwa honeymoon Luna dan Al berjalan dengan mulus.


Luna tiduran sambil terus memainkan ponselnya, ia mengenakan baju lakn*t tipis putih, Luna hanya bisa diam, ke kamar mandi saja Al gendong. Bagaimana bisa Luna langsung bermain dua ronde sekaligus dalam waktu sehari full. Dan malam ini ia terdampar di tempat tidur merasakan sekujur tubuhnya merasakan sakit yang amat hingga tidak bisa berjalan dengan normal.


"Sayang, bagaimana sekarang sudah baikkan?" tanya Al duduk sambil menaruh makanan di atas tempat tidur untuk menyuapi istri kecilnya yang tepar.


"Daddy, seluruh tubuh Luna sakit semua terutama bagian inti. Malam ini begitu cerah tapi sayang banget Luna sudah kehabisan tenaga," rengek manja Luna.


"Kata Daddy apa. Luna pasti tepar, dalam waktu sehari minta dua ronde, ingat Luna masih sekolah tubuh Luna juga masih kecil," ucap Albert membelai wajah istrinya.


"Apa malam ini kita libur Dad, bagaimana bisa Daddy!" Luna mengguncangkan tangan suaminya sambil cemberut. Begitu menggemaskan wanita seperti Luna Al miliki. Ia bahkan mengingat bagaimana perlakuan Serly terhadapnya, tidak pernah menghargai Al sedikit pun, bahkan saat Al hampir kehilangan perusahaannya Serly malah meninggalkan Albert dengan cara berselingkuh. Dan sekarang Luna telah mengisi kekosongan hatinya yang pernah rapuh karena di khianati sang istri.


Al akan menjaga Luna, ia akan memberikan cinta dan kasih sayangnya selama ia masih hidup. Jarak antara Luna dan Albert sangat jauh berbeda. Entah bagaimana nantinya, Albert selalu berdoa semoga mereka hidup rukun sampai maut memisahkan mereka berdua.


"Luna makan dulu, setelah itu kita tidur," ujar Albert mengambil satu sendok nasi dan lauknya.


"Daddy, biar Luna yang suapi Daddy dengan tangan Luna sendiri," pinta Luna membuat Al terharu.

__ADS_1


Luna akhirnya menyuapi suaminya, Albert meneteskan air matanya terharu, membuat Luna mengerutkan keningnya.


"Daddy kok menangis, apa makanannya pedas, hmmm tapi kok gak pedes," ujarnya sambil menghapus air mata yang berjatuhan mengenai pipi Al.


"Tidak, terima kasih sayang, karena telah mencintai Daddy sepenuh hati Luna. Walaupun Daddy sudah tua, tapi lihatlah Luna masih muda nan cantik padahal di luar sana masih banyak pria muda nan tampan. Sebagian orang pasti mengira kita adalah anak dan orangtua," sahut Al menatap penuh.


"Daddy, cinta tidak memandang usia, banyak kok yang menikah beda usia sampai mereka tua. Umur bukan patokan sayangku, yang terpenting Daddy menerima Luna apa adanya dan Luna juga menyayangi Daddy sepenuh hati Luna. Lihatlah Daddy yang sangat tampan, masih gagah. Hmmm, memuaskan Luna saja masih jago lho hahaha," seru Luna tertawa lepas membuat Albert tercengang.


Bagaimana bisa istrinya bicara serius tapi tetap saja ujungnya omes. Albert mencubit hidung Luna sambil menci*m pipinya sekilas.


"Luna ini, tetap saja kan ujungnya omes juga huuhh. Daddy pengen tahu Luna jago begini dari siapa coba! Apa Luna pernah praktek?" tanya Albert menyelidik.


Luna menjewer telinga Al dengan gemasnya, ia tertawa kecil mendekatkan dirinya kembali.


"Teman-teman Luna yang kasih ilmu sama Luna kok Daddy. Bagaimana mungkin Luna praktek sendiri Daddy ini, kalau Luna sudah gak perawan mana mungkin Daddy dengan susah payah menerobos masuk huuhh," serunya memanyunkan bibirnya.


"Jadi teman-teman Luna sudah jebol duluan begitu. Untung saja istri omes Daddy gak langsung praktek sama pria lain hahahha," ujarnya membuat Luna tertawa.

__ADS_1


"Daddy ini, tau ahhh. Pokoknya yaa begitu anak jaman sekarang, kalau Luna hamil di luar nikah mungkin saat ini Luna sudah ada di alam lain, mengingat Papih Luna sangat keras mengawasi Luna terutama Mamih," ujarnya membuat Albert kagum kepada istri omes nya.


"Makan dulu yah sayang, nanti kita cerita lagi, terus ngapain Luna pakai baju lakn*t ini. Kita kan gak main dulu?" tanya Al.


"Daddy mau yah, lihat Luna pakai baju seksi begini. Awas yah Luna lagi sakit, Daddy jangan goda Luna!" ancam Luna sambil tertawa kecil.


"Bagaimana tidak tergoda, Luna saja pakai baju tipis begini," sahut Albert membela diri.


"Tapi Daddy mau kan, hayoo ngaku! Luna pakai baju ini pasti Daddy sangat ingin hahahah," Luna mendekatkan dirinya sambil membelai wajah Albert.


"Hahahah .... Luna sudahi omes mu, besok kita berenang. Bagaimana!" seru Albert sambil menaikan kedua alisnya.


"Boleh ... sambil main yahh Daddy?" pinta Luna.


"Boleh, sekarang makan dulu, besok kita berenang sambil memproduksi bayi," ucapnya.


Luna antusias, walaupun malam ini gagal, tapi untuk besok mereka bermain lagi sepuasnya sambil berenang.

__ADS_1


"Akhirnya Daddy omes juga hahahh," ejek Luna.


"Luna, Daddy omes ketularan sama istri kecil Daddy huuhh," Al mencubit perut istrinya. Mereka pun tertawa bahagia menikmati makan malam bersama.


__ADS_2