
Mobil itu melaju dengan kecepatan rata-rata. Albert segera memarkirkan mobilnya setelah sampai di depan rumah sakit. Ia segera membuka pintu mobil di ikuti yang lainnya. Ia segera menggendong Luna masuk ke dalam rumah sakit. Perasaannya campur aduk melihat gadis kecilnya terluka, ia tidak akan pernah memaafkan Jordan kalau sampe Luna kenapa-napa.
"Tolong, Suster," ucapnya sembari di bawakan brangkar pasien oleh salah satu suster disana. Bagas terluka ia segera di bawa keruang rawat inap. Soraya mengikuti Luna yang di bawa Albert ke ruang IGD. Sedangkan Bagas ia di bantu Arga.
"Sebaiknya Nyonya dan Tuan tunggu disini. Kami akan segera periksa pasien," ucapnya sambil menutup pintu. Tidak lama Albert menerima tlp dari salah satu anak buahnya, ia berjalan ke arah lorong yang mengarah ke taman belakang.
"Apa!"
Al segera menutup sambungan tlp nya dan segera pamit pergi. Ia tergesa, Jordan tidak mau kalah bahkan dia mengancam Albert yang telah membantu keluarga Bagas. Mereka berada di depan gedung perusahaan Albert yang akan segera mereka bakar. Mobil yang ia kendarai melaju lebih cepat membelah jalanan, hatinya sangat marah.
"Keparat, Jordan kamu belum tahu siapa aku!" geramnya memukul stir mobil.
Di lokasi.
Anak buah Albert telah siaga berada di titik paling aman dan tidak akan ada yang mengetahui mereka. Albert datang, ia segera turun dari mobil, melihat sekelompok anak buah Jordan sebanyak 8 orang, ia hanya bisa menyunggingkan senyumannya.
"Kemana, Boss kalian?" pekik Albert berjalan santai seperti menghadapai anak bocah SD.
"Bajingan," salah satu dari mereka menodongkan pistol yang kini terlihat banyak sekali minyak tanah untuk di tumpakan ke arah gedung Albert berada di samping mereka.
"Kamu berani sama saya," ucap Albert sambil menyenderkan tubuhnya di depan mobil mereka. Jordan yang melihat Albert dari kejauhan hanya bisa tersenyum. Ia yakin bahwa kali ini mereka akan menang dan melenyapkan usaha Albert. Jordan sudah mengetahui bahwa Albert yang tengah menghabisi Juno. Seketika juga naik pitam setelah mengetahui orang yang berani menyakitinya. Ia juga sangat geram karena Albert mencampuri urusannya dengan Bagas.
__ADS_1
Albert mengacungkan jari jempolnya sambil tersenyum.
Dor!
Satu tembakan melayang ke arah tubuh salah satu penjahat itu. Jordan tercengang melihat Albert begitu pandai memainkan situasi.
Anak buah yang lainnya ketakutan, bisa-bisanya hanya mengacungkan jari jempol satu temannya langsung terkapar. Mereka mengurungkan niatnya untuk menghancurkan gedung besar itu, mereka meminta ampun. Tapi Albert sudah tidak ada rasa kasihan lagi, ia lebih memilih melenyapkan mereka semuanya.
Albert mengeluarkan senjata andalannya dari balik jas dan..
*Dor ... dorr....d*or
Pistol di tangannya berhasil melenyapkan tujuh orang sekaligus tanpa bicara basi-basi Albert mematikan mereka. Ia menatap tajam mobil hitam pojok kiri yang sejak tadi memperhatikan dirinya. Ia berjalan ke arahnya, sebelum mobil Jordan pergi, ia memilih membocorkan ban mobilnya.
Dor!
"Bukalah Jo. Aku tahu kamu ada di dalam," ujar Albert menggedor kaca mobil tapi tidak ada sahutan. Ia lebih memilih memecahkan kaca mobilnya dengan satu pukulan tangan.
Praang!
Kaca mobil Jordan pecah berhamburan. Ia melihat Jordan memegang pistol ketakutan karena amukan Albert mampu menghabisi nyawa banyak orang.
__ADS_1
"Apa kamu takut?" tanya Al.
Jordan segera mengarahkan pistolnya ke arah tubuh Al. Tapi bukannya takut, Al segera membalasnya dengan cara menarik tubuh kekar Jordan sampai jatuh ke bawah aspal.
Bugh!
Tidak segan-segan Al memukul habis wajah Jordan yang sekarang sedang memberontak. Al tidak akan memberi kesempatan Jordan untuk membalas pukulannya.
"Sialan Kamu Al!" pekik Jordan dalam cengkraman Albert. Wajahnya sudah babak belur. Sudut bib*rnya keluar darah segar matanya bengkak akibat pukulan Albert yang sangat kuat.
"Aku sangat tidak suka jika ada seseorang yang mencelakai orang yang aku sayangi," bisiknya.
Bugh!
Albert memukul habis wajah Jordan kembali hingga ia merasakan lemas karena tenaganya terkuras habis.
"Ini buat kamu Jo," pekik Albert sebelum ia pergi meninggalkan Jordan Al mengambil satu pistol lainnya dari balik jas. Ia segera menekan tombolnya dan langsung melayangkannya ke arah Jordan yang ada di hadapannya.
Dor!
"Awhhh! Sialan kamu Albert. Bajingan, lihat nanti aku akan membalas semuanya," jerit Jordan satu tangannya berhasil Albert tembak dengan timah panas. Ia menjerit kesakitan di keheningan malam, tidak ada satu orang pun disana semua anak buahnya lenyap di tangan Albert.
__ADS_1
"Bawa dia kerumahnya, biar istri dan anaknya melihat dia tidak berdaya," titah Al kepada anak buahnya untuk menyeret Jordan pergi dari hadapan gedung kantor miliknya.