Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Satu persatu musuh di telan bumi


__ADS_3

Di rumah sakit Melisa kritis, Al dan Luna baru saja sampai mereka belum di beritahu bahwa Serly sudah meninggal dunia di tempat kejadian. Luna rasa Albert sudah sangat tegas dan cukup baik menyikapi mantan istrinya. Mereka menelusuri lorong rumah sakit, tidak ada yang keluar sepatah kata pun. Al masih memutar pikiran untuk menangkap Jordan karena ia lari keluar negeri setelah di beritahu anaknya ia tangkap.


Sedangkan Luna, ia memikirkan nasib orangtuanya yang sedang berjuang untuk hidup.


"Sayang, lebih baik kita ke ruang Mamih, sama Papih dulu," saran Al yang segera di angguki Luna. Sementara Melisa belum ada satu orangpun yang menjenguknya untuk melihat keadaannya pun tidak ada.


Di lokasi kejadian Serly.


Anak buahnya menghubungi ponsel Al, tapi tidak di angkat. Mereka langsung membawa jasad Serly ke rumah sakit untuk di tangani dan supir yang menabrak Serly pun di tangkap sementara oleh polisi, ada jaminan juga dari pihak anak buah Al untuk bebas karena telah menolong mereka melenyapkan Serly tanpa mereka sendiri yang melakukannya.


"Baguslah dia mati, kita tidak perlu repot-repot menyusun rencana lagi. Untuk kamu, nanti akan kami urus sekarang kamu ikuti saja langkah selanjutnya ke kantor polisi," ujar anak buah Al yang segera di angguki pak supir yang tidak sengaja telah menewaskan Serly dengan sadisnya.


Di rumah sakit.


Luna membuka pintu rumah sakit bebarengan dengan Al. Tangan mereka tidak pernah lepas satu sama lain, Luna sangat sedih gara-gara Melisa kedua orangtuanya jadi begini, ia tidak akan memaafkan kesalahannya.

__ADS_1


"Lihatlah dadd, kedua orangtua Luna terbaring lemah penuh perban di wajah dan tubuhnya. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda mereka menggerakkan jarinya," isak tangis Luna menatap wajah kedua orangtunya.


"Cup ... sayang, lihatlah. Daddy ada untukmu untuk selalu menguatkan kamu. Percayalah esok hari kamu akan mendengar kabar baik, Mamih dan Papih pasti baik-baik saja," ucap lembut Albert memeluk tubuh kecil yang sedang rapuh.


Al menerima telephone dari Dokter yang menangani Melisa. Ia segera pamit pergi dan meninggalkan Luna seorang diri di ruangan.


"Luna disini dulu, sebentar lagi Daddy kembali yah," ucap Al yang di angguki Luna.


"Hmm."


"Dara, ngapaian dia kesini," ucap Al melangkah menuju ruangan.


Dara tersenyum licik melihat Melisa berbaring lemah. Ia tertawa begitu puas, satu persatu musuhnya telah lenyap dan kini ia akan menunggu kabar baiknya dari Jordan mati di tangannya.


"Melisa, menantuku yang telah berani mengusirku dari rumah megahku. Owh, tidak itu hanya masalalu, kasihan sekali kamu, Jordan memang licik, aku di tendang dari rumahku sendiri itu gara-gara kamu dan Serly bersekongkol. Lihatlah sekarang kamu terbaring lemah disini, Soraya yang telah menganggap kamu sebagai adik kandungnya tega kamu khianati kepercayaannya, kamu juga membohongi Soraya, Melisa ... Melisa dirimu membantu Jordan dalam kecelakaan yang Bagas dan Soraya alami. Aku yakin kamu menyesal setelah tahu Jordan akan melenyapkan kedua orangtuamu karena kamu hanya di manfaatkan saja oleh mereka, sangat di sayangkan hidupmu," cecar Dara mengutuk Melisa di hadapannya sambil senyum menyungging.

__ADS_1


Rasa sakit yang ia alami tidak akan pernah Dara lupakan. Bagaimana bisa dirinya menjadi gelandangan dan berjuang sendiri sampai sekarang ia bisa memiliki butik. Kehidupannya yang glamor di renggut dalam sekejap oleh Serly dan Melisa. Ia akan berusaha menyadarkan Juno putra kesayangannya yang telah di racuni pikiran kotornya oleh mereka.


"Dara."


Seketika juga Dara menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Albert berdiri tegap tepat di ambang pintu. Dara mencoba untuk pergi dari hadapannya membuat Albert penasaran.


Al mencekal pergelangan tangan Dara, tiba-tiba Luna datang melihat adegan mereka berdua.


"Daddy."


Luna memutar balikan tubuhnya, ia menangis dan pergi meninggalkan lokasi. Al tidak habis pikir Luna datang di saat waktu yang tidak tepat.


"Siapa dia!" ucap Dara melihat kepergian Albert yang mengejar Luna.


HAI SEMUA, MAAF YAH LUNA JARANG UP. BARU PULIH DARI BATUK, PILEK, PLU. SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU.

__ADS_1


__ADS_2