SURAT KEMATIAN

SURAT KEMATIAN
IBLIS


__ADS_3

Aku kembali mendapat pikiran-pikiran aneh itu lagi. Sesekali aku mengantuk kan kepala ke jok mobil, Pria Gagak Hitam ini hanya melihat saja. Kami menelusuri jalanan ibukota, anggota Gagak Hitam yang menyetir di sampingku hanya diam tak berbicara. Tak lama setelah mengingat-ingat rekaman pertemuanku dengan Andi, tanpa kusadari ternyata kami sudah sampai di depan rumah Andi.


Padahal aku sudah menjamin pada mereka untuk menangkap Jara bersama-sama tapi langkah yang ku buat ternyata sangat keliru dan bisa di tebak olehnya. Kematian Andi akan menjadi mimpi buruk untukku.


Kasus yang sedang kami selidiki ini memang aneh dan ganjil, tetapi aku punya firasat bahwa kasus ini sebenarnya tidak terlalu sulit dipahami. Kalau saja bisa menemukan mata rantai yang hilang, pasti akan memahami keseluruhan kisah ini. Aku harus meninjau kasus ini dari awal, terutama setengah bagian pertamanya. Ya aku rasa jawabannya terletak pada mata rantai yang hilang itu.


Sungguh tidak kuduga ternyata orang yang mengaku Jara ini, sangat cerdik dan licik. Aku terlalu meremehkannya.


“Dari mana kau tahu alamat rumahnya ini?’’ Aku bertanya pada anggota Gagak Hitam yang baru saja ku kenal di ruang interogasi.


“Jangankan dia, alamat rumahmu saja aku tahu!’’ Celetuknya.


Pria ini keluar dari mobil, berjalan bergegas, dan aku mengikuti. Pandangan ku terarah kepada garis kuning milik polisi yang memagari rumah bertingkat milik Andi. Pekarangan rumah Andi sudah dilarang untuk dimasuki dan diawasi oleh polisi.


“Siapa namamu?’’


“Panggil saja Nanda’’ Jawabnya menatapku yang berdiri di sebelahnya,


“Baik.” Ucapku melangkah membuka pintu.


Sebelum masuk aku mempersilahkannya masuk terlebih dahulu, matanya begitu sinis memperhatikanku membuka pintu dengan kehati-hatian.


“Apa kau pernah datang kemari?’’ Tanyanya sambil melangkah menaiki tangga keruangan yang ditandai polisi sebagai tempat kejadian.


“Belum, ini kali pertama.” Aku mengikutinya dari belakang.


Kami melangkah masuk setelah mendapat izin dari pihak yang berjaga. Pihak polisi mengatakan TKP sudah selesai di potret.


“Oh ya? Kalian tidak sedekat itu ternyata.’’


“Ya, tapi itu tidak penting, lalu utuk apa sebenarnya kita datang kemari?’’


“Aku hanya ingin memastikan seberapa akurat catatan neraka miliknya dengan kejadian di tempat.’’ Jawab Nanda mengeluarkan Catatan Neraka milik Andi dari tas kecil yang di tentangnya.


Aku melihatnya begitu serius membaca catatan neraka milik Andi dan berjalan memeriksa setiap ruangan.


“Coba lihat! Luar biasa sekali.” Teriaknya di dekat tangga. “Aku tidak menyangka seakurat ini ternyata.” Tambahnya setelah selesai membaca kembali catatan neraka Andi.


Terlihat di lantai, darah yang begitu merah berserakan. Mataku terhenti melihat barbel yang berlumur darah terletak di sudut tangga, Aku melanjutkan langkah memeriksa ruangan berharap menemukan petunjuk. Langkahku terhenti di depan lemari yang tertulis di catatan neraka milik Andi.

__ADS_1


“Kalau di perhatikan dari catatan neraka ini, semua korban sepertinya sedang dirasuki bukan? Maksudku mereka seperti dikendalikan.’’ Ucap Nanda jongkok di depan tembok yang berdarah.


Aku berjalan mendekatinya. “Apakah ini tembok, Andi mengantuk kan kepalanya?’’


“Ya, Bagaimana menurutmu dengan pendapatku tadi?’’


“Aku tidak paham maksudmu?’’


“Kalau dilihat dari tulisan ini, mereka sebenarnya terus-menerus menolak perintah catatan ini, tetapi selalu ada dorongan-dorongan untuk melakukannya, coba baca kembali.” Nanda menyodorkan catatan.


Aku mengambilnya. “Maksudmu, mereka seperti boneka?’’


“Ya, ada sesuatu yang menggerakkan tubuh mereka untuk melakukannya.’’


“Siapa?’’


“Apa kau percaya iblis?’’ Nanda begitu serius menatapku.


Aku kembali membaca catatan neraka yang diberikannya padaku. Jeda beberapa saat aku menatapnya.


“Entahlah…., Sebenarnya dari dulu aku tidak percaya hal-hal seperti itu, tetapi... sepertinya kali ini berbeda.” Jawabku lirih.


Aku tercengang mendengar penjelasannya itu.


“Cuma bercanda.’’ Ucapnya tersenyum.


Aku mencermati kembali setiap baris pada catatan neraka, Tertulis para korban merasakan sebuah penyakit sebelum mati, namun penyakit itu hilang setelah mereka melakukan hal yang tidak wajar.


“Tapi, kalau dipikir-pikir yang kau katakan ada benarnya juga. Lho. Bagaimana mungkin seseorang mau bunuh diri, apalagi dengan cara seperti itu!’’ Aku menanggapi dengan serius.


Nanda tertawa setelah melihatku.


Aku tersenyum melihatnya. “Lalu pesan untukku dari pria yang menyerang polisi tadi pagi, apa?’’


“Oh itu, kalau itu, kita bahas di kantormu saja bersama dengan teman-temanmu. Pasti mereka sudah memiliki petunjuk menurutku.’’


Aku mengiyakan. Seharusnya mereka mendapat petunjuk dari pria yang menyerang kepolisian itu. Karena mereka semua ada di tempat kejadian. Akan repot kalau hanya dengan dugaan untuk membahasnya.


“Kembali ke ceritaku tadi..., orang-orang di negeri ini, sangat kental dengan hal-hal mistis seperti ini. Bukan?”

__ADS_1


Aku mengangguk setuju.


“Aku pernah mengusut sebuah kejadian sepasang kekasih ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah pulau di sumatera. Menurut warga setempat, sepasang kekasih itu melakukan ritual setan.’’


“Ritual setan, apa maksudmu?”


“Entahlah… mereka memiliki keyakinan dengan melakukan itu bisa mendapatkan kekuatan gaib, mereka ditemukan di rumah yang mereka kontrak. Pisau-pisau, lilin dan simbol-simbol pentagram berserakan di ruangan itu. Perempuan mati karena kehabisan darah, sedangkan pria pasangannya ditemukan di kamar mandi dengan pisau menancap di jantungnya. Polisi saat itu mengambil kesimpulan, kedua kekasih itu mati dalam aksi ritual ilmu hitam.” Jelasnya.


Aku menggaruk kepala mendengar ceritanya itu. “Oi, tentu saja mereka tewas kalau jantung ditusuk pisau.” Bantah ku.


“Benar, bukan itu maksudku. Sebagian orang menganggap ilmu seperti itu benar-benar ada.” Ketusnya.


“Ya, Aku pernah melihat pertunjukan gaib seperti itu di jalanan.’’


“Di jalanan..., itu bukan sesuatu yang mistis." Jawabnya seakan tahu semuanya. "Yang biasa mereka tampilkan untuk publik itu hanya hiburan saja, sama seperti pesulap. Itu semua memiliki trik khusus. Bukan sesuatu yang mistis menurutku.”


“Oh ya?’’


“Tentu, Sebagian aku sudah tahu trik yang mereka lakukan, seperti paku yang ditancapkan, tubuh kebal dan yang lainnya. Hal seperti itu memiliki trik.’’


Nanda begitu serius menjelaskan. “Tapi tidak bisa di pungkiri sebagian dari mereka mendapat sesuatu yang tidak bisa di nalar logika. Sebab itulah mereka biasanya mengikat suatu perjanjian dengan setan untuk mendapatkannya.’’


“Lalu maksudmu, kita kan mengejar setan sekarang?” Ketus ku tertawa.


“Hahaha.. Tentu tidak, Aku akan menghubungi seorang teman yang sangat paham akan ilmu seperti ini, dan menanyakan padanya tentang catatan ini?’’


“Dukun, Maksudmu!’’


“Lebih tepatnya ahli astrologi, Apa ada yang salah.’’ Nanda menjawab jengkel setelah melihat mimik wajahku.


“Iblis ya…, padahal semuanya itu, hanya ku anggap dongeng untuk membuat anak-anak tidak nakal saat masih kecil, tapi dilihat dari kejadian ini….” Aku mendengus pasrah menerima.“Baiklah, kita coba saja dahulu, Ahhhh… siapa tahu ada petunjuk.’’ Tutup ku kesal.


“Pada dasarnya manusia tidak memiliki kekuatan mistis seperti yang dimiliki Jara ini, pasti ada sesuatu yang dilakukannya. Pasti… dia sudah melakukan kontrak dengan iblis.”


“Sihir atau ilmu kesetanan ini. Sepertinya kita sudah ada dalam dunia harry potter, ya?" Aku menggaruk kepala kebingungan.


“Makanya kita tanyakan pada mereka yang paham akan hal seperti ini. Para profesor di universitas tidak akan mampu untuk menjawab ini semua.’’


“Hahahaha… Tentu, itu sangat pasti. Mereka akan merobek-robek kertas ini.’’

__ADS_1


Kami bergegas turun dari lantai atas dan naik ke mobil miliknya.


__ADS_2