
Hal yang pertama kali yang kulakukan adalah membuat buku adik Kirana terbit di media cetak. Aku ingin membuat konspirasi saat kasus ini nantinya terbuka. Buku itu akan menjadi kunci kasus ini terbuka. Ada beberapa rahasia mengenai buku kematian yang sengaja aku selipkan disana. Dan hari itu aku mencari seorang penulis yang berharap karyanya diterbitkan. Mudah saja, dengan menggunakan sosial media mencari orang-orang seperti itu tidaklah sulit. Aku mengajaknya bekerja sama untuk menulis sebuah novel. Ya, dengan sedikit dorongan ia setuju dengan ide yang kusampaikan kemudian menerbitkannya. Alasan mengapa nama penanya tidak tertulis hanya untuk membuat misteri dibalik novel tersebut. Dan ternyata buku itu laris dipasaran.
Di hari yang sama aku kemudian melanjutkan riset mengenai Misya Alexandra. Dimulai dari kebiasaan dan rekan seperjuangannya. Aku akui ia cukup lihai dalam menghadapi sesuatu. Kasus-kasus yang diselidiki olehnya sangat mudah sehingga aku merasa ia butuh sedikit hiburan. Setidaknya, sebuah kasus yang dapat memutar seluruh rongga-rongga di tubuhnya. Setidaknya saat tenggorokannya kaku tak dapat lagi bersuara dia akan puas menghadapi kasus yang kuberikan. Setelah semuanya terkumpul aku mulai mengendalikan Amelia Earhart. Pertama kali bertemu dengannya. Pada hari itu, Amelia sedang mengisi sebuah acara resepsi pernikahan di desanya. Secara tidak sengaja, Seorang produser musik bernama Wisnu Pradana hadir di sana. Awalnya aku tidak merencanakan Amelia Earhart akan menjadi artis di ibukota. Tapi, dengan kedatangan seorang produser musik membuatku sedikit tertantang untuk mengendalikan Wisnu Pradana. Aku mengajukan permohonan pada Jara supaya Wisnu Pradana tertarik dengan Amelia. Awalnya Jara menolak permohonan tersebut. Sedari awal Jara memang tidak ingin ikut campur dalam urusan-urusan yang kulakukan. Tetapi, seketika itu dia langsung terperanjat untuk membuat Wisnu Pradana terpesona. Jara butuh hiburan. Dia merasa bosan jika hanya menonton sebuah pertunjukan yang berujung kematian. Dia setuju dengan rencana membuat Amelia Earhart menjadi musisi terkenal. Bagaimana tidak? Dengan begitu kisah ini akan semakin panjang. Singkatnya, Wisnu Pradana akhirnya tertarik dengan Amelia Earhart. Kemudian mengundangnya ke kantor mereka yang berada di ibukota. Dia menjadi artis sesuai dengan perjanjian yang telah kami sepakati. Aku dan Amelia sering bertemu dan bercerita tentang karirnya. Aku yang menyuruhnya untuk membuat adiknya dan Kirana tinggal di panti asuhan. Dia tahu soal rencana ku ingin membunuh Misya Alexandra. Sekalipun dia tidak tahu kalau dia bagian dari rencana itu. Yang jelas, aku membantunya memenangkan perhargaan yang diikuti selama dia menuruti permintaan ku. Dimulai dari rumah kosong tempat tinggal ku dan kebutuhan keseharian. Dia yang membelinya. Tentu itu untuk membuat berpikir aku berharap besar padanya. Dia tidak akan curiga, karena dia berpikir aku hanya butuh duitnya saja. Maksud ku, aku tidak akan membunuhnya sebab dia adalah sumber penghasilan ku. Itu sedikit kisah tentang Amelia Earhart. Aku tidak memiliki dendam padanya. Kami hanya bekerja sama. Setidaknya dia juga mendapatkan keuntungan.
__ADS_1
Buku terakhir, Misya Alexandra. Seperti yang kukatakan diatas, inti dari semua ini adalah kisah Misya Alexandra. Jadi, alasan Amelia Earhart terbunuh adalah karena mereka sahabat. Sebuah plot cerita yang menarik. Bagaimana tidak? Misya akan bertindak seperti ikan yang melihat umpan dihadapannya sekalipun ada mata kail yang runcing dibaliknya. Ketika sahabat terdekatnya dikabarkan mati itu akan menimbulkan bayangan besar di kepalanya. Dan aku menambahkan sedikit bumbu pada kematiannya. Kau tahulah untuk apa?
Misya Alexandra memiliki rekan bernama Hana. Sebenarnya Misya masih memiliki beberapa rekan lagi. Tapi, aku hanya memilih Hana saja. Sebab usiaku tidak cukup untuk membuat lebih banyak buku lagi. Hana harus ikut serta dalam plot. Ya, agar berjalan sesuai dengan kebutuhan cerita. Sekalipun aku harus mengorbankan empat tahun usiaku untuk menulis buku kematiannya. Alasannya sebagai corong informasi. Aku tahu kasus yang kutulis ini akan menjadi besar dan pastinya akan mengundang detektif-detektif hebat mungkin atau intelijen khusus. Sebenarnya aku sangat berharap agen FBI ikut serta menyelesaikan kasus ini. Bukan, bukan... itu hanya candaan.
__ADS_1
Aku bertemu Hana sekitar tiga tahun yang lalu, tepat stelah menyelidiki kehidupan Misya. Aku mulai mendekati dan mencari tahu sisi lain dari Hana. Aku menemukan hal yang menarik. Hana sangat rutin mendonorkan darahnya. Saat itu dia sedang mendonorkan darah dan kami sempat berbicara disana. Mengetahui sisi dirinya membuat ku lebih mudah menyusun alur cerita kriminal ini.
Semoga surat ini bisa menjawab pertanyaanmu. Sebab, aku pasti sudah tiada dan menjadi roh gentayangan seperti yang dikatakan Jara. Aku tidak menyesalinya. Ya, karena tujuanku akhirnya tercapai. Aku bisa membalas perbuatan mereka kepada ayahku tercinta. Sekalipun begitu, aku akan tetap meminta maaf kepada mereka berdua saat berkeliaran bersama di dunia antah berantah sesuai keinginan Jara.
__ADS_1
***
TERIMAKASIH BANYAK TELAH MENGIKUTI NOVEL INI. SAYA HARAP CERITA INI DAPAT MENGHIBUR. DAN TENTUNYA TEMAN-TEMAN DAPAT MEMBERIKAN KRITIK MAUPUN TANGGAPAN. THANK YOU SO MUCH FOR EVERYTHING.
__ADS_1