
Manusia itu bodoh dan penuh dosa tapi sejujurnya mereka tidak membosankan. Sungguh aku tidak pernah mengira itu. Mereka diberi kesempatan hidup oleh Tuhan Namun, mampu memutuskan untuk cepat mati. Bodohnya, sekalipun mereka tidak tahu apa yang dihadapi setelahnya. Itu adalah perkataan Jara yang paling kuingat. Kata-katanya tersebut sangat berkesan di hatiku. Entahlah, yang jelas dia tertawa begitu keras saat aku mengaguminya. Aku tidak tahu letak lucunya dimana, lagipula aku tidak peduli.
Jara mengaku sebagai malaikat. Tapi, bukan malaikat maut seperti dugaan mu. Dia mengaku sebagai malaikat yang mengatur orang-orang bodoh yang mati sebelum waktunya. Ada begitu banyak misteri dibalik kematian dan tidak satupun yang dapat menjelaskannya sebab tak seorangpun pernah kembali hidup untuk menceritakan apa sebenarnya kematian. Yang jelas, kematian meninggalkan tanda tanya besar. Kemana dan siapa yang menentukan hidup mati seseorang. Aku percaya awal dan akhir seorang telah ditetapkan. Apapun itu!
Saat ruh meninggalkan jasad seseorang akan disebut mati. Ya, mati! Sekalipun dia masih memiliki wajah yang sama. Dia memiliki tubuh yang serupa. Aku yakin kau sendiri juga tidak akan mau lagi bersama dengan orang yang tidak bernyawa. Sesayang apapun kau padanya. Sebab dia telah pergi, tubuh kita hanya sebatas patung yang di susupi oleh baterai. Ketika baterainya di cabut. Disaat itulah jati diri mu akan menghadap pada Tuhan. Namun, ternyata ada beberapa orang yang mati sebelum waktu yang ditentukan, katanya mereka akan berkeliaran di dunia tanpa kendali. Malaikat maut tidak akan membawa ruh itu ke alam baka. Sebagai malaikat, Jaralah yang mengatur semua itu sampai malaikat maut datang pada waktu yang ditetapkan untuk membawa ruh yang berkeliaran itu. Malaikat maut akan membawa mereka ke alam kematian. Sebut saja orang yang bunuh diri. Mereka tidak ditakdirkan mati seperti itu. Tuhan tidak sesadis itu! Itu pilihan mereka. Dan ada juga beberapa manusia yang mati sebelum waktunya. Mungkin terjebak, terbunuh atau... Ya, Jaralah yang akan menentukan kehidupan mereka setelah ruh mereka berpisah dengan jasad. Seperti yang kau tahu... Begini, Jara adalah sosok yang usil, menurutku. Aku beritahu itu terlebih dahulu. Dia bahkan memasukkan ruh tanpa jasad itu pada ular bahkan babi. Dan terkadang dia membuat mereka menjadi sosok yang mengerikan, sebut saja hantu atau makhluk yang ada dipikiran mu. Itu semua merupakan sifat usilnya. Katanya, mereka pantas mendapatkan itu. Ya, karena orang-orang bodoh itu tidak menghargai kesempatan yang tuhan berikan. Sekian perkenalan dengan Jara. Menurut ku sudah cukup. Dan sekarang bagaimana aku bisa mengenalnya? Bukan, bukan... Mengapa saat itu dia menemui ku di kuburan? Ya, lebih tepatnya begitu. Semua bermula pada tahun 1900 an, saat itu moyangku yang memanggilnya. Katanya untuk membunuh pasukan penjajah. Bagaimana cara mereka bertemu, aku tidak tahu. Dia tidak memberitahunya. Ya, saat itu cairan yang sama dimanfaatkan untuk mengendalikan pasukan penjajah. Sampai ritual itu diwariskan padaku. Ayahku tidak tahu soal itu. Sebab Jara hanya memilih ku setelah kakek. Alasannya, aku tidak tahu. Mungkin sudah ketetapan Tuhan.
__ADS_1
Buku kematian adalah karyaku. Dan Jara yang mengendalikan mereka sesuai dengan kehendak tulisan itu. Tentu ada beberapa hal yang harus kukorbankan agar ritual itu berlangsung. Kau ingat Jara menertawakan ku saat aku mengagumi kata-katanya? Akulah yang dimaksudnya orang bodoh itu! Ya, bodoh. Sangat bodoh. Lagipula aku memang berencana untuk bunuh diri saat ayahku divonis mati. Jadi, aku tidak merasa sebodoh itu.
Aku dapat mengendalikan seseorang jika darahnya ku serahkan pada Jara. Cairan hitam itu merupakan kunci dari semuanya. Tulisan yang terlihat pada catatan-catatan ku bukanlah sembarang tinta. Itu adalah liur Jara. Sehebat apapun ilmuwan yang kau miliki mereka tidak akan bisa menjelaskan itu.
Sampai saat aku menulis catatan penting ini aku sudah menyelesaikan lima buku dan sedang menyelesaikan buku keenam milik anak dari jelmaan iblis itu. Misya Alexandra.
__ADS_1
Buku pertama yang kutulis adalah kisah hidup sampai kematian ku. Buku itu sudah hangus terbakar. Itulah mengapa surat ini kutululis. Awalnya aku hanya berencana menuliskan buku kematian Misya Alexandra saja. Namun, seiring berjalan waktu entah mengapa aku merasa usiaku masih panjang. Jadi, aku berencana menulis beberapa buku. Ya, setidaknya lima atau enam buku. Lagipula Jara menyetujuinya. Dia setuju dengan rencana jangka panjang ku. Aku berencana menulis buku yang berkaitan satu sama lain.
Buku kedua adalah kisah seorang pria yang jatuh cinta pada wanita namun tertolak oleh keluarga wanita. Pria itu adalah adik dari pengasuh panti asuhan saat aku masih tinggal di Jombang. Kirana adalah wanita yang baik, hatinya begitu ikhlas membantu orang lain. Aku tidak ingin dia lebih lama hidup menanggung kesusahan orang lain. Di buku kedua aku menemui adiknya, pria itu benar-benar jatuh cinta sehingga apapun yang Kutawarkan ia menyanggupinya. Ironinya, aku memintanya untuk memberikan darah mereka berdua. Mungkin ia berpikir aku akan membuat keluarga wanita itu jatuh hati padanya. Dia percaya begitu saja. Sebegitu bodohnya orang yang jauh cinta. Aku membunuh mereka berdua. Setidaknya keinginan mereka akhirnya tercapai tanpa harus terhalang lagi oleh keluarga. Ya, alam baka adalah tempat yang cocok untuk mereka bersama.
Buku ketiga adalah kisah wanita yang ingin menjadi atlet catur. Aku bertemu dengannya di sebuah acara festival catur. Aku yang menjadi lawannya di final dan aku mengalahkannya. Mudah saja, aku punya Jara! Mulai hari itu kami menjadi dekat dan sangat akrab. Ya, beberapa kali ia mengajak ku tinggal di apartemen miliknya. Dan aku menolaknya sampai ia memaksa. Benar saja, umpan yang kupasang dimakan olehnya. Dia begitu percaya padaku, bagaimana tidak? Hanya aku yang dapat menjatuhkan raja yang berdiri kokoh di atas papan catur nya. Jara saat itu benar-benar riang tertawa melihat kelakuanku. Jara mengontrol wanita itu agar selalu menang di setiap turnamen yang digelar. Sampai aku bertemu dengan Amelia Earhart untuk menghasutnya. Mudah saja, manusia adalah budak. Setidaknya dari keinginannya. Manusia akan melakukan apapun demi keinginan dirinya. Amelia pun terjebak. Pecatur itu sengaja menabrak kan diri pada mobil yang Amelia Earhart kendarai. Itu semua demi kematian Detektif Misya Alexandra. Kisah ini harus berkaitan agar sempurna.
__ADS_1