SURAT KEMATIAN

SURAT KEMATIAN
PESAN


__ADS_3

...Data Korban....


Urutan Kematian.



Lisdia Ningsih. Asisten Pribadi Amelia Earhart.


Kirana. Pengurus Panti Asuhan.


Tasya. Keponakan Pak Yandri.


Rasyi. Teman Keponakan Pak Yandri.


Andi Purnama. Polisi.


Jaka. Mandor Bangunan.


Anggita. Selebgram.


Angga. Teman Anggita.



Korban yang belum ditemukan.



Amelia Earhart.



Korban-Korban Yang Memiliki Catatan Neraka.



Kirana. Penjaga Panti Asuhan.


Jaka. Mandor Bangunan.


Andi Purnama. Polisi.



Korban-Korban Yang Catatan Nerakanya Belum Ditemukan.



Lisdia Ningsih. Asisten Pribadi Amelia Earhart.


Tasya. Keponakan Pak Yandri.


Rasyi. Teman Keponakan Pak Yandri.


Anggita. Selebgram.


Angga. Teman Anggita.



...PESAN JARA...


Apa kau pernah mendengar keadilan?


Kata itu adalah ilusi terbesar dalam sejarah peradaban dunia. Standar baik di dunia ini tidak ada, jadi jangan berasumsi bahwa yang kau lakukan itu terbaik. Setiap orang memilki nya masing-masing. Terserah kau mau mengatakan apa? Keadilan tanpa kekuatan adalah kelemahan, Kekuatan tanpa keadilan adalah kekerasan.


Jadi…


Apa tujuanku? Cuma satu.


Kematian seseorang adalah kebahagian terdalam ku.

__ADS_1


Apa kau tau rasanya ketika kematian menatapmu?


Seluruh kejadian dalam hidupmu akan terlintas dalam satu waktu. Aku hanya menginginkan itu! Aku tidak ingin saat kematian datang padaku, Justru kebencian yang terlintas. Sepanjang hidup Aku sudah menelan kebencian demi kebencian. Jadi terimalah. Keadilan Ku!


Dasar kebencian itu tidak ada, tetapi itu ditanam. Manusia di dunia telah memupuk itu pada diriku.


Kau tahu! Orang yang terlihat baik disekitar ku mengatakan apa?


Teruslah berusaha sekeras apapun, karena sensasi keberhasilan setelah bekerja keras, terasa luar biasa.


Bulshit


Menyesal seraya menderita atau menyesal seraya putus asa. Terkadang hanya kekalahan yang bisa membuka mata seseorang.


Kalau begitu sampai berjumpa.


***


Baru saja kami mendapat kabar bahwa Hana syok sebab tidak sanggup melihat kematian dari pria yang dimaksud Anggita dalam video kematiannya.


Hana dan anggotanya sudah menemukan pria tersebut. Dia ditemukan di rumahnya yang tidak jauh dari tempat tinggal Anggita. Riko mengatakan, Hana sempat membawanya ke kantor untuk di interogasi. Pria bernama Angga itu sempat membuka mulut bahwa Selebgram bernama Anggita itu hanya teman sekampusnya saja, mereka juga jarang bertemu. Dia juga mengatakan, Anggita tidak memberikan padanya novel yang disebut-sebut dalam video itu.


Dia juga tidak menyangka gadis itu terjadi seperti itu. Angga beralibi sehari sebelum Anggita melakukan aksi, gadis itu sempat bercerita tentang kematian. Itu saja. Akan tetapi Angga tidak memperdulikannya.


Saat interogasi berlangsung. Riko mengatakan bahwa Angga meminta izin ke toilet. Dikarenakan terus berulang-ulang Hana pun pergi mengantarnya. Karena terlalu lama didalam Hana mendobrak paksa pintu. Angga ditemukan mati. Pria itu mati sebab memasukkan kepalanya kedalam bak air terlalu lama hingga kehabisan oksigen. Lidahnya hampir terpotong karena digigit paksa. Pria ini mati tidak membawa Catatan Neraka.


“Apa yang sebenarnya yang kau pikirkan?’’ Seru Nanda. Dia mengambil minuman yang telah diantar pelayan. Riko yang duduk disebelah ku memperhatikan dengan serius.


Aku mendengus sebelum menjelaskan padanya.


“Seperti yang kukatakan tadi, mengapa Jara memilih berada di taman?’’ Jelas ku padanya.


“Di taman? Maksudmu, Jara ada di TKP?’’ Riko bertanya penuh kebingungan.


“Ya, dia pasti di taman itu dengan kami, saat Aku dan Andi menemui teman saudari pak Yandri.’’


“Mengapa dia di sana?’’


Riko dan Nanda Hanya diam menunggu penjelasan ku.


“Huh… Pertanyaan lebih tepatnya… Seharusnya seperti ini. Mengapa Jara memberikan Catatan Neraka pada kita? Toh, dia juga bisa membunuh tanpa memberikan catatan pada korban?’’


“Apa kau sudah tahu?’’ Tanya Riko setelah meminum kopi yang dipesannya.


Aku menatapnya penuh keyakinan. “Pertama, Aku menduga, Catatan neraka harus ada pada si korban. Sepertinya… Kalau catatan neraka itu jauh dari korban. Pasti akan batal!”


“Batal?’’


“Ya, Kutukannya tidak akan berjalan.” Aku kembali melanjutkan.


“Apakah karena itu dia memberikan catatan neraka pada mereka?”


Aku mengangguk.


“Lalu, mengapa hanya sebagian. Korban-korban yang lain, mengapa tidak diberikannya?’’ Nanda membantah.


“Dia yang menggantikannya!” Sambut ku cepat pada mereka.


“Bagaimana?’’ Nanda kembali bertanya.


Aku mendekatkan wajah ke tengah meja. “Karena catatan neraka itu harus ada pada si korban. Tentu Jara yang harus menggantikannya disana. Maksudku Jara pasti memegang catatan di sekitar korban.”


“Apa kau punya bukti yang kuat, untuk yakin seperti itu?’’


“Tentu, Coba pikirkan! Semua korban yang mendapat catatan neraka berpotensi akan ketahuan.’’


“Maksudmu, catatan neraka itu diberikan pada korban karena Jara tidak bisa berada di lokasi mereka?’’ Nanda memastikan.


Aku mengangguk. “Pertama, catatan neraka milik Andi. Coba bayangkan! Apabila Jara tidak memberikan catatan neraka padanya. Pasti Jara akan ketahuan! Sebab lokasi Andi sangat ketat akan keamanan. Kalau dia berada di rumah Andi saat kematiannya? Tentu polisi akan menemukan petunjuk disana, Bukan? Tapi faktanya tidak.''


Mereka mengangguk memahami penjelasan ku.

__ADS_1


“Lalu yang kedua. Lihat ibu Kirana! Seandainya dia tidak memberikan catatan pada Nayla. Jara harus bersembunyi-sembunyi di panti asuhan itu, sebab setting waktu catatan neraka milik ibu Kirana terlalu lama. Dia akan ketahuan apabila terlalu lama disana. Itulah alasan catatan neraka itu diberikan pada Nayla! Itu membuatku yakin catatan neraka harus dekat dengan korban.”


“Tujuannya adalah agar dia tidak perlu ke panti asuhan itu. Ya?” Ucap Nanda.


“Ya, lalu... Jaka yang ketiga. Ini yang membuatku sangat yakin!”


“Jaka? Pria yang menyerang saat siaran, ya?’’ Nanda bertanya memastikan.


“Benar.”


Aku menyeruput kopi latte sebelum melanjutkan. “Yang terakhir. Pria yang menyerang polisi. Dia adalah pengirim pesan untuk kita bukan?’’


“Ya.” Jawab Nanda.


“Karena itulah dia juga harus memiliki catatan neraka, karena Jara akan ketahuan berada disana sebab polisi yang berjaga.” Aku menghela nafas sebelum melanjutkan. “Bagaimana? Itulah alasan mengapa dia harus memberikan catatan pada korban.” Aku menjelaskan panjang.


Riko dan Nanda terdiam lama memikirkan.


“Baik, aku mulai paham maksudmu, jadi, korban-korban yang tidak memiliki catatan neraka pada jasadnya. Itu karena tidak ada seseorang saat kematian mereka?” Tanya Riko. Sepertinya dia tak mampu mencernanya.


“Ya, Jara cukup menunggu disana saja. Atau jangan-jangan, dia disebelah korban saat mereka semua mati.”


“Kalau begitu kecelakaan mobil yang menimpa keponakan pak Yandri itu, seharusnya dia memiliki catatan neraka, dong. Tidak mungkin Jara berada di mobil itu!” Riko membantah dengan percaya diri.


“Seharusnya Keponakan pak Yandri itu memiliki catatan neraka. Akan tetapi kepolisian Bandung yang menanganinya.”


“Sebentar…. Lalu teman dari keponakan pak Yandri yang kalian jumpai di taman, bukankah dia tidak memiliki catatan neraka?’’


“Itulah yang membuatku yakin bahwa Jara ada disana.’’


“Apa yang membuatmu yakin seperti itu?’’


“Asumsi ku ini akan benar-benar valid apabila pria yang ditemukan Hana memiliki catatan neraka!’’


“Kenapa?’’


“Kapan Hana menemukan pria itu?’’ Aku menyela pertanyaan Nanda.


“Maksudmu pria yang dicintai Anggita?’’ Tanya Riko.


“Ya.’’


“Sekitar jam 5 Sore, Kemarin.”


“Sesuai dugaan ku?’’


“Apa maksudmu?’’ Tanya mereka berdua kompak.


“Kejadian di taman kemarin juga jam 5 Sore, menurutku… Kalau Jara ada di taman bersama kami, pasti Pria itu memiliki catatan neraka.’’


“Maksudmu, Pria bernama Angga itu?’’ Tanya Riko memastikan.


“Iya, Lho, R-I-K-O….” Jelas ku jengkel akan kelemotan nya.


“Kalau begitu kita harus mencari catatan neraka itu, secepatnya!”


“Tent…”


“Sebentar… Lalu LN bagaimana? Bukankah dia ditemukan di kantor SKYC? Tanpa Catatan Neraka?’’ Nanda memotong pembicaraanku.


“Ya, sebenarnya… itulah yang membuatku ragu dengan teori ini.”


“Hah… Apa maksudmu?’’


“Lihat saja Amelia…. Tidak jelas ada dimana? Tidak satupun petunjuk ditemukan. Semuanya ini terjadi setelah dia menghilang.”


“Maksudmu…”


“Entahlah, Aku butuh Catatan Neraka milik pria yang dicintai Anggita itu terlebih dahulu untuk membuktikannya.”


“Kalau begitu, Ayo kita cari!’’

__ADS_1


__ADS_2