SURAT KEMATIAN

SURAT KEMATIAN
SEMAKIN DEKAT


__ADS_3

“Kalau saja dia memang tahu kita akan menemukan catatan neraka itu di dalam perut Angga. Mungkin saja dia sudah menyiapkan jebakan.’’


“Apa?’’


“Sejujurnya aku tidak tahu apa yang ingin dilakukannya? Akan tetapi sangat tidak mungkin dia tidak tahu kalau kita tidak menemukan catatan neraka di dalam perut pria itu.”


“Maksudmu, dia sengaja melakukannya?’’


“Ya, Aku merasa…, kita seperti dituntun olehnya!’’


“Maksudmu?’’


“Lihat saja…Kita selalu tertinggal satu langkah darinya. Maksudku kita seperti mengikuti jejaknya saja.’’ Aku mendengus lelah menatap Nanda.


“Baiklah untuk berjaga-jaga kita asumsikan saja Jara sengaja melakukannya.’’ Nanda diam sejenak. “Menurutku dia melakukan itu untuk mencari informasi.’’


“Informasi?’’


“Ya, dia ingin mengetahui siapa yang akan menjadi lawannya. Lihat saja! Andi adalah korban pertama yang ditemukannya. Aku akhirnya tahu mengapa dia menunggu di taman!’’ Celetuk Nanda seperti memahami sesuatu.


“Apa maksudmu?’’ Aku menatap Riko yang juga kebingungan.


“Awalnya aku berpikir dia memilih ketaman hanya untuk membunuhmu.’’


“Membunuhku?’’ Mataku seakan keluar melihatnya.


“Ya, dia pasti sudah menduga kau akan kesana.’’


“Mengapa?’’


“Karena kaulah yang pergi ke panti asuhan. Dan hanya kau yang mengetahui semua kejadian disana. Naas saja Andi yang menjadi korban.’’


“Lalu pria itu untuk apa?’’


“Sepertinya dia ingin membunuh polisi yang menangkap Angga?’’ jawabnya santai.


Aku menatapnya tak bergeming.


“Walaupun catatan neraka milik Angga tidak ditemukan. Aku sebenarnya sudah bisa menebak apa yang tertulis..”


“Oh ya?’’


“Untuk mudah memahaminya…. Dia sudah mengenalmu!” Ucapnya setelah diam sejenak.


“Jara?’’


“Utss.. jangan potong kalimatku. Biarkan aku menjelaskan semua dahulu!” Nanda begitu serius seakan membuka semua yang disembunyikannya.


“Catatan milik Angga pasti ingin membunuhmu! tetapi karena Hana yang pergi menemukannya. Catatan neraka yang ada di dalam perutnya menjadi gagal!” Nanda diam sejenak.

__ADS_1


“Gagal? Kenapa?’’


“Karena objek sudah berbeda. Menurutku, Angga seharusnya mati ketika ditemukan rumahnya. Bukan di toilet kepolisian.”


Aku dan Riko masih mencerna apa saja yang disampaikannya. “Lalu…’’


“Karena objeknya bertukar, jadi perintah catatan neraka itu gagal. Sehingga dia dibawa oleh Hana. Menjadi pertanyaan mengapa dia mati di kantor polisi?”


Aku mengangguk ingin mendengar jawaban atas pertanyaannya itu.


“Jara sudah menyiapkan catatan kedua!” Jawabnya tegas.


“Wah…!” Aku menelan ludah di tenggorokan setelah mendengar pernyataannya itu. “Bagaimana mungkin? tetapi itu masuk akal.”


“Ya, catatan cadangan. Apabila operasi pertama gagal. catatan kedua adalah operasi kedua, Bunuh diri. Bunuh diri di kamar mandi!’’ Nanda mencoba menjelaskan lagi. “Dua catatan yang berbeda di dalam perutnya.”


“Ba-ba-bagaimana?’’


“Huh… Aku akan menganalogikan,” Nanda menyandarkan tangan pada dagunya. “Begini, Kau pernah lihat wayang?’’


“Wayang?’’ Kami mengangguk.


“Wayang itu bergerak atas kehendak dalang bukan?’’


Kami hanya menatapnya tidak bergeming. dia melanjutkan penjelasan.


“Jadi korban dari catatan neraka itu seperti atraksi wayang, dia digerakkan oleh Jara melalui catatan neraka sepenuhnya. Dengan catatan apabila isi catatan neraka itu sesuai dengan kejadian dan keadaan sekitar!”


Nanda mengizinkan.


“Maksudmu tokoh dan keadaan yang tercatat di catatan neraka harus benar-benar sesuai?’’


“Tepat. Jadi… dikarenakan catatan pertama tidak sesuai dengan yang terjadi di sekitar Angga saat ditemukan, maka ritual dari catatan itu tidak berjalan.”


“Jadi Menurutmu catatan pertama miliknya tertulis namaku?’’


Nanda mengangguk. “Berbeda apabila kau yang menjemput pria bernama Angga itu! pasti dia akan mati atau melukaimu saat itu! dia tidak akan sempat dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Dan catatan cadangan yang kukatakan, tidak akan berjalan lagi, sebab dia sudah mati.”


Tubuhku terasa bergetar mendengar asumsinya yang sangat masuk akal itu.


“Dikarenakan Hana yang menemukannya, catatan neraka itu jadi gagal ya?’’ Tanya Riko.


“Kira-kira seperti itu!’’


“Jadi catatan kedua, maksudku catatan neraka cadangan. Apakah di sana tertulis nama Hana?’’ Tanya Riko. Aku hanya memerhatikan perbincangan yang mereka lakukan. Kepalaku terasa ingin meledak.


“Aku tidak tahu persis, mungkin yang tertulis di catatan kedua. Kalau Angga tertangkap dia meminta ke toilet untuk bunuh diri. Jadi sebenarnya tidak perlu ada nama Hana di sana.’’ Jelas Nanda, membuat Riko mengangguk.


“Kalau begitu, dia menggunakan lembaran yang banyak dong.’’

__ADS_1


“Menurutku tidak, sepertinya catatan neraka itu ditulis kecil-kecil sehingga tidak langsung merusak pencernaan Angga.’’


“Tunggu, kau mengatakan dia mengincarku. Mengapa dia begitu yakin aku akan mencari pria itu?’’ Aku bertanya setelah mendengarkan perbincangan mereka.


“Di video Anggita yang kau katakan sejujurnya banyak sekali pancingan-pancingan untuk mendekatkan pada Jara.” Ujar Nanda.


“Aku tidak merasa seperti itu!’’


“Sudah kuduga…” Cetusnya.


“Apa maksudmu?’’


“Apakah kau membawa video itu?’’ Nanda bertanya padaku.


Belum sempat aku mengatakan tidak. Riko menyambar. “Aku membawanya.”


“Kalau begitu coba putar, lalu perhatikan dengan baik!’’ Pintanya.


“Apakah tidak sebaiknya kita masuk ke dalam mobil, sudah berapa lama kita berdiri di sini?’’ Sahut Riko mengeluh.


Aku tersenyum melihatnya. Benar apa yang dikatakannya. Aku melirik jam yang melingkar di pergelangan, jarum sudah menunjukkan pukul Sembilan malam. Setelah kami meninggalkan dokter itu kami tidak bergeser sedikitpun dari sini. Padahal jarak kami berbincang dengan mobil hanya beberapa meter saja.


Sejujurnya hari ini, Aku hampir tidak merasakan lelah sedikitpun. Seakan fisik ini mampu menahan semuanya.


Setelah Riko menyampaikan keluhannya. Kami Pun beranjak masuk kedalam mobil.


Kami kembali memutar video dan memperhatikan setiap kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Anggita.


“Bagaimana?’’ tanya Nanda setelah selesai menonton video Anggita.


“Coba kau jelaskan!’’ Aku menatap penuh harap padanya.


“Baik, lihat pada awal video gadis itu mengatakan apa? Pertama, Aku adalah adik kandung Jara. Jelas tujuannya apa? dia ingin mengatakan gadis ini mati sebab catatan neraka.” Jelas Nanda menatapku.


“Kedua, Novel-novel misteri thriller. Genre itu sesuai dengan catatan neraka yang penuh dengan misteri dan thriller. Bukan? Ketiga, Novel-novel yang disebutkannya itu, ditulis oleh kakaknya, yaitu Jara. Keempat, dia membawa novel itu kepada seseorang. Jara mencoba mensugesti pendengar untuk pergi mencari pria itu! Dan terakhir yang paling penting. Dia mati sesuai dengan novel yang diberikannya kepada pria itu.”


“Apa kau mengerti maksudku?’’ Nanda melanjutkan setelah membiarkan Aku dan Riko berpikir.


“Sepertinya…”


“Ya itu semua bertujuan untuk memancing objek yang ingin dibunuhnya. Dan objek itu adalah kau! Misya.” Nanda mendengus menghela nafas. “Jara berharap kau curiga dan mendapat petunjuk baru setelah melihat video itu. Kemudian pergi mencari pria itu dimana? Namun… ternyata kau menganggap pria itu hanya halusinasi. Bukan seperti itu?’’ Bibir Nanda terlihat ingin tersenyum.


“Ya, dari awal menontonnya, aku merasa itu hanya karangannya saja. Sebenarnya Aku lebih ingin menemui teman dari keponakan pak Yandri itu. dari pada Angga.”


“Itu pasti di luar dugaannya. Jara pasti tak menyangka kau memutuskan pergi mencari saudara teman pak yandri.” Nanda tersenyum padaku.


“Jadi?… Kalau begitu dia sudah sangat yakin kalau aku akan mati di rumah Angga saat itu, itulah sebabnya dia pergi ke taman?’’


“Ya…Tentu dia sudah menyiapkan itu semua disana. Dia ingin membunuh polisi yang pergi taman itu. Sebenarnya rencana dia gagal total. Hanya itu bagaimana menurutmu?”

__ADS_1


LIKE, DAN KOMENTAR YA TEMAN-TEMAN


__ADS_2