
1 jam kemudian.
Rany segera menelepon Kira, agar datang ke apartemen Ryuga. Rany panik dan bingung, apa yang harus ia lakukan, disatu sisi ingin mengejar Filza, tapi disatu sisi kondisi mental Ryuga sangat kritis.
Kira yang sedang merapikan berkas-berkas di mejanya tiba-tiba mendapat panggilan darurat dari Rany langsung berteleportasi. "Dimension space!" Muncul magic seal berwarna hitam lalu membentuk portal berwarna hitam dan Kira masuk ke dalamnya. Kira keluar dari portal, melihat Ryuga yang sangat pucat pasi di pangkuan Rany langsung mengeluarkan skill andalannya. "Yokto healing regeneration!"
'Swuung!' Bola redblackball membesar dengan diameter 5 meter dan menyelimuti tubuh Ryuga. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Ryuga seperti ini?" tanya Kira dengan raut muka bingung.
"Filza meninggalkan Ryuga tanpa alasan. Ryuga frustasi dan pingsan. Mungkin mentalnya tak bisa menerima. Aku dan Ryuga mencoba menghentikan Filza tapi Filza tetap pergi meninggalkan Ryuga tanpa menoleh sedikit pun, hiks ... hiks ... hiks ...," jawab Rany dengan cairan bening di kedua pipinya mengalir, karena masih mengkhawatirkan keadaan Ryuga.
"Tenang Ran. Kondisi badan Ryuga tidak apa-apa tapi mungkin kondisi mentalnya sedang tidak baik. Aku melihat Filza masuk ruangan Lord Viktor di dormitori khusus Sangakama, setelah keluar dari ruangan Lord Viktor, raut muka Filza ketakutan, sedih, dan menangis," jelas Kira untuk menenangkan Rany yang masih panik dan bingung. "Lebih baik kamu kejar Filza, aku diam-diam sudah menanamkan tanda pada Filza, karena aku sedikit curiga padanya. Rapihkan bajumu dan bawa persiapan!"
"Baik, guru!" Rany menunduk hormat lalu pergi ke kamar untuk mengganti bajunya. Untung saja masih menyimpan baju keseharian Rany di jam tangan penyimpanannya, seragam panjang berwarna merah dan rok mini berwarna hitam dan sepatu hak tinggi panjang selutut. "Guru, aku sudah siap!"
"Baik, teleportation space!" Kira memindahkan Rany ke tempat Filza di ruang tunggu keberangkatan bandara. "Filza!"
"Ra-Rany?!" Filza membulatkan mata, tiba-tiba Rany sudah berada disampingnya. "Kenapa kamu disini? Bagaimana dengan Ryuga? Apakah baik-baik saja?"
"Katanya ingin meninggalkannya, tapi kenapa masih khawatir dengan Ryuga? Apakah ada hubungannya dengan Lord Viktor?" tanya Rany menelisik, tatapannya sangat tajam.
"Ti-tidak ada." Filza menundukan wajahnya, nada bicaranya terbata-bata seperti ada yang disembunyikan. "Tolong jaga Ryuga, Ran!"
"Percuma bicara denganmu. Padahal kamu itu sudah lama bersama Ryuga, tapi tidak mengerti dengan kekuatannya. Jika kamu takut kehilangan Ryuga seharusnya melindungi bukan malah meninggalkannya. Kamu akan menyesal sama sepertiku, Vanya, dan Josephine yang pernah meninggalkannya."
"Coba kamu pikirkan, kamu bisa sekuat itu karena Ryuga. Guild Storm Gravity masuk 10 besar jajaran guild terkuat di pemerintahan dunia Sangakama, karena Ryuga. Kamu pikir Ryuga mendapatkan pedang acolyte, gladius dan kagekami itu hanya minta pada ASSAT? Ryuga pasti mengalahkan mereka dengan kekuatan dan kejeniusannya. Kamu itu vice leader guild Storm Gravity bukan? Pasti tahu jika guild Storm Gravity adalah guild terkaya saat ini dan itu semua yang melakukannya Ryuga," jelas Rany dengan tatapan mata tajam pada Filza dan nadanya agak meninggi.
__ADS_1
"Aku memang bodoh, kenapa aku takut kehilangan Ryuga? Padahal monster level titanium saja, ia bisa kalahkan dengan mudah. Lebih baik aku kembali dan meminta maaf padanya."
Filza memeluk Rany dan menangis sejadi-jadinya, sampai semua orang di ruang tunggu bandara menatap mereka dengan tatapan aneh. "Ma-maafkan aku Ran. Aku sangat egois, aku sangat takut kehilangan Ryuga, haaa!" kata Filza menjatuhkan cairan bening dikedua pipinya.
Rany dan Filza pun kembali ke apartemen Ryuga, menggunakan skill teleportation space milik Kira.
***
Satu minggu kemudian, Velodrome Alam Sutera.
[Selamat juragan mendapatkan Rp.1.440.000 karena berkedip sebanyak 28.800 kali dalam 24 jam. Evolt sudah l uang tersebut ke dalam saldo sistem]x7.
"Selamat datang, tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Hari ini adalah pertandingan babak final ujian battle academy, memperebutkan juara pertama dan juara ketiga. Baik untuk mempersingkat waktu, ujian babak final akan dimulai!" teriak Lovich pembawa acara ujian babak final battle academy.
Selama satu minggu tatapan Ryuga selalu kosong dan hampa, meskipun Filza sudah kembali. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan Rany dan Filza merawat Ryuga, tapi Ryuga sering melamun, tatapan matanya kosong serta tak pernah berbicara sedikit pun.
"Baik pertandingan pertama memperebutkan juara 3, antara Rany Citra Pratama dan Josephine Rosala segera di mulai!" teriak Lovich.
"Haaa!" penonton kembali riuh.
Keenam Sangakama dan perwakilan sektor Majapahit yaitu Greed, sedikit bingung, karena Lord Alfred De Levigny tidak ada di kursi VVIP miliknya. Lebih bingung lagi semua kadet sektor Trunyan, ditarik pulang tanpa pemberitahuan pada pengawas ujian. Padahal setelah babak final ini selesai, semua kadet akan melakukan selebrasi kelulusan bersama.
Rany dan Josephine naik arena bersamaan, lalu saling membungkuk hormat satu sama lain.
"Pantas saja, ketika aku menjenguknya ke rumah sakit, Rany sudah tidak ada. Ternyata dia sudah bergabung dengan guild Storm Gravity, hadiah apa yang ditawarkan oleh Ryuga si sialan itu pada Rany?" batin Josephine menyeringai kesal.
__ADS_1
Rany mengeluarkan pedang Kagekami dari jam tangan penyimpanannya. Pedang Nodachi dengan panjang 120 cm, "Rage cutter!" teriak Rany menarik gagang Kagekami. 6 Sangakama membulatkan mata melihat Rany memegang pedang Kagekami milik ASSAT Raj.
"Darimana gadis itu mendapatkan pedang itu?" batin Queen Aranya.
"Apakah Raj sudah dikalahkan olehnya? Tapi kapan? Tak ada informasi tentangnya," batin Lord Athena.
"Jadi informasi itu benar jika guild Storm Gravity, mempunyai 3 pedang ASSAT? Satu pedang Gladius, satu pedang Acolyte, dan sekarang mempunyai pedang Kagekami sungguh guild menarik," batin Lord Thanatos menatap penuh minat pada semua anggota guild Storm Gravity terutama Ryuga.
"Bocah itu sangat menarik, aku suka, aku suka. Setelah mengalahkan Jason ternyata dia juga mengalahkan Fenrir dan juga Raj. Aku yakin dia dalangnya," batin Lord Gardosen tersenyum puas.
"Ternyata Filza belum juga kembali ke sektor Martapura. Apakah Ryuga itu sangat berharga baginya, keluarganya pun ditinggalkan? Benar-benar gadis yang nekat dan mau melawanku. Aku harus mengawasi pergerakan dan membatasi ruang guild Storm Gravity di sektor Martapura," batin Lord Viktor menyeringai kesal.
'Trang!'
"Vengeful sword" Josephine mengeluarkan pedang hitam, berbilah ungu kebiruan dari dalam portal magic seal. Lalu menangkis tebasan skill rage cutter yang dilesatkan Rany bertubi-tubi.
"Skill yang dilancarkan Rany sangat berbeda, bukan seperti biasanya. Apakah si sialan itu juga memberi skill yang hebat pada Rany?" batin Josephin menyeringai geram.
Josephine menusukan vengeful sword ke permukaan arena, muncul ribuan bilah pedang dari permukaan arena.
"Blade spirit!" Rany memunculkan ribuan siluet pedang berwarna jingga dan menggerakan tangannya untuk menangkis ribuan bilah pedang yang muncul dari permukaan arena.
'Trang!'
"Ryuga sangat hebat. Skill vengeful sword bisa dihancurkan dengan skill blade spirit, dia sudah memikirkan ini dan memprediksikan gerakan-gerakan Josephine," batin Rany dengan tatapan serius.
__ADS_1