SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 179 Kesempatan Emas


__ADS_3

Ryuga melayang ke belakang tubuh Gladys dan menempelkan kedua telapak tangannya ke punggungnya, "Fast Absorb Energy!"


Siluet Eagle Eye keluar dari dalam mata kanan Gladys dan menyerap cepat kapsul kristal Dark Blue satu persatu.


----------------------¤--------------------


Selamat, Gladys Kusuma naik ke level 2 Divya. Kuasa Primordial level 1 Eagle Eye naik ke kuasa Primordial level 2 White Eye. Untuk naik ke level 3 Divya dibutuhkan 30.000.000 poin pengalaman.


----------------------¤--------------------


[White eye adalah kemampuan mata menembus benda apapun tanpa titik buta. Jarak pandang radius 100 meter]


Mata kanan Gladys bergerak cepat seperti mesin slot dan berhenti di manik mata berwarna putih susu.


Siluet White Eye juga langsung keluar dari mata kanan Gladys dan membantu menyerap kapsul kristal Dark Blue yang tersisa.


Gladys terus menyerap kapsul kristal Dark Blue yang masih tersisa 15 kapsul kristal. Berkat bantuan Ryuga, penyerapan kapsul kristal yang begitu besar 10 kali lipat dari kapsul kristal di luar portal Infinity Sky, sangat cepat dan mudah.


Tubuh ras Primordial memang sangat spesial, kenaikan Divya yang biasa diiringi ledakan teredam atau rasa dingin yang amat sangat, tidak ada efek sekali yang berpengaruh.


----------------------¤--------------------


Selamat, Gladys Kusuma naik ke level 3 Divya. Kuasa Primordial level 2 Eagle Eye naik ke kuasa Primordial level 3 Devastation Eye. Untuk naik ke level 4 Divya dibutuhkan 50.000.000 poin pengalaman.


----------------------¤--------------------


[Devastation Eye adalah kemampuan mata mengendalikan semua susunan molekul bumi]


Ryuga tersenyum puas dan begitu bersemengat. Mata kanan Gladys kembali bergerak cepat seperti mesin slot dan berhenti di manik mata berwarna coklat bening. Itu adalah Devastation Eye.

__ADS_1


Ryuga melayang lebih tinggi ke menuju langit sampai di ketinggian 2000 meter wilayah portal Infinity Sky. Gladys juga ditarik ke atas bersamanya.


"Aku ingin cepat keluar, Glad. Aku akan menghancurkan semua monsternya. Pejamkan matamu!" Siluet Eagle Eye dan White Eye masuk ke dalam mata kanan Gladys bergantian. Gladys menuruti semua perkataan Ryuga untuk memejamkan mata.


"Eternal Gravity!"


Ryuga mengepalkan tangan sangat kuat dan terselimuti aura coklat yang sangat pekat. Seluruh monster di dalam portal Infinity Sky meraung kesakitan karena tarika gravitasi yang disebabkan skill Ryuga.


Ledakan darah terus muncrat di berbagai tempat. Ryuga benar-benar pembunuh kejam dan sadis bagi para monster. Eksistensinya sudah tak terbendung lagi sebagai Divya.


Dia membuar gravitasi yang sangat kuat di seluruh wilayah portal Infinity Sky yang luasnya 10.000 hektar. Berisikan hutan, pegunungan, bebatuan, air terjun, danau. Semuanya diratakan Ryuga tanpa pandang bulu. Sepuluh ribu monster mati dari level Gold sampai Mythril.


"Eternal Extraction!"


Ryuga mengekstraksi mayat monster yang berjumlah 5.000 level Gold, 1000 level Diamond, 1500 level Platinum dan 1500 level Mythril.


Dari ekstraksi mayat monster tersebut ia juga mendapatkan 5.000 kapsul kristal Dark Gold, 1000 kapsul kristal Dark Blue, 1500 kapsul kristal Dark Purple dan 1500 kapsul kristal Dark Red.


Gladys sangat ketakutan mendengar suara ledakan yang beruntun dan sangat mengerikan karena terdengar suara darah memuncrat. Ia memeluk Ryuga sangat erat, seperti sudah tak peduli lagi batas antara laki-laki dan perempuan. Tapi tentu saja bagi Ryuga dapat durian runtuh, kapan lagi bisa dipeluk wanita cantik dan imut.


[Selamat, juragan mendapatkan 5.000 kapsul kristal Dark Gold, 1000 kapsul kristal Dark Blue, 1500 kapsul kristal Dark Purple, 1500 kapsul kristal Dark Red]


[Selamat, juragan mendapatkan Titanium chest karena berhasil membunuh semua monster di dalam portal Infinity Sky]


[Pintu keluar portal telah terbuka, Boss monster sudah kabur keluar dari portal. Dalam satu jam portal akan ditutup selamanya]


"Glad, buka matamu dan lepaskan pelukannya. Ini sungguh membuatku tersiksa lahir batin," pinta Ryuga lembut.


"Kenapa?" Gladys bertanya dengan wajah polos membuat Ryuga semakin gemas.

__ADS_1


"Itu!" Ryuga melirik ke arah Terong XXXXL miliknya yang sudah tegak.


"Biarkan, itu bukan tanggung jawabku, hmph!" Gladys tersipu malu dan membuang muka.


"Aku banyak dapat tangkapan besar kali ini. Aku bisa membuat lagi pasukan yang lebih kuat. Sayang sekali Zhang Kuku tewas bersama Nirvana, Ryan dan Reyna juga, kedua senjata mereka Storm Spike dan Vajra juga hancur di dalam portal itu. Padahal aku berencana meningkatkan kekuatan mereka, ini semua salahku yang masih lemah," batin Ryuga menyesal.


"Kenapa Ryu? Ada masalah?" tanya Gladys khawatir melihat Ryuga yang tiba-tiba murung.


"Aku hanya teringat ketiga teman yang sudah ku anggap sebagai saudara. Aku telah kehilangan 7 saudaraku sekaligus. Padahal mereka adalah anggota penting Guildku, mereka tewa ketika melawan monster," jawab Ryuga sedih.


"Aku ingin masuk guildmu, jika kamu mengijinkan. Aku akan berhenti bekerja dari restoran. Tidak digaji pun tidak apa-apa, asal aku bisa bersamamu."


Gladys berkata dengan polosnya, karena dia merasa sangat ketergantungan dengan Ryuga. Apalagi Ryuga telah membangkitkan kekuatan Divyanya yang memiliki kuasa langka, Gladys menganggap Ryuga adalah pahlawan dan penyelamat hidupnya sekaligus orang yang ia kagumi, sukai dan cintai di saat bersamaan.


Ryuga termenung sesaat, kondisi anggota Guild juga sedang tidak kondusif. Jika memasukan Gladys saat ini, tentu akan mengundang protes dari mereka dan bisa saja Gladys akan diuji kekuatan oleh mereka.


"Baik, tapi kita selesaikan dahulu masalah di keluargamu dan bantu aku menangkap penjahat di sektor Siliwangi yang sangat meresahkan. Terakhir, aku akan naikan levelmu sampai setara dengan semua anggota guildku. Bagaimana? Apakah kamu sanggup dan siap?" tantang Ryuga menyeringai.


"Aku siap. Tapi apakah ada pertukaran? Kamu membantuku menjadi Divya. Jika harus membayar dengan uang, aku takan mampu. Tapi aku hanya bisa membayar dengan ini."


Gladys membuka kancing bajunya, dia sudah putus asa karena dendam. Dendam pada kedua orang tua angkat dan kedua kakak kembarnya juga Nuwa yang membuat mereka terus menyakiti Gladys.


Nampak gundukan gunung kembar yang tertutup bra berwarna merah muda.


"Gluk!" Ryuga menelan salivanya, Terong XXXXL miliknya sudah meraung keras dan memberontak di dalam celana.


Ryuga mendekat dan menahan gejolak jiwa mudanya. Lalu menutup kembali kemeja putih yang sudah memerah karena darah ular yang sudah mengering dan kondisinya terbuka.


"Tidak, aku tidak ingin melakukan hal yang salah lagi." Gladys tersentak dan bertambah kagum. Padahal ini adalah kesempatan emas bagi seorang lelaki, Ryuga tidak memanfaatkannya sama sekali.

__ADS_1


"Lalu aku harus membayar dengan apa?" tanya Gladys polos dengan kedua pipi memerah.


"Nanti saja aku pikirkan. Aku akan membuatmu lebih kuat lagi, agar ketika kamu keluar portal bisa melawan orang-orang yang akan menindasmu," tegas Ryuga.


__ADS_2