SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 182 Rencana Untuk Mabuk


__ADS_3

Keesokan harinya, di Indramayu.


[Selamat juragan mendapatkan Rp.1.440.000 karena berkedip sebanyak 28.800 kali dalam 24 jam. Evolt sudah uang tersebut ke dalam saldo sistem]


Ryuga sudah melakukan berbagai cara mencari keberadaan Gladys. Tapi tak menemukan tanda-tanda sedikit pun. Semalam dia begadang terus mencari mulai dari menghubungi satuan Intel yang bekerja dibawahnya, melacak keberadaan energi terakhir Gladys melalui skill sensor energi.


Tapi tetap saja tak menemukan apapun, "Apa jangan-jangan?!" kata Ryuga mengkerutkan kening.


Ryuga beramsumsi jika Gladys dibawa Zaka dan Zaki ke dalam sebuah dimensi portal yang tak bisa ia jangkau.


Ryuga hanya khawatir jika Zaka dan Zaki menyiksa Gladys sampai mati. Meski Gladys sekarang adalah Divya, tapi dia hanya Divya level 3 dan tergolong masih lemah meski dengan skill yang langka dan cukup menjajikan.


"Aku harus bagaimana? Aku menemui jalan buntu, sial-sial!" Ryuga merutuk keras dirinya dan mengacak-acak rambut.


"Tunggu!" Ryuga menghela nafas panjang menemukan sedikit petunjuk dan melanjutkan, "Kata penjual gorengan Zaka dan Zaki sering bertransaksi di depan Mall Living World mulai dari jam 23.30 sampai jam 02.00. Aku ada rencana," lalu Ryuga terkekeh dengan menyeringai.


***


Malam hari rumah sakit Omni Internasional, Alam Sutera.


"Geminu, bagaimana keadaanmu?" Ryuga sedang duduk di samping tempat tidur Geminu yang berada di dalam ruang perawatan. Wajah Geminu masih pucat, dan Kira sedang keluar gara-gara perintah Ryuga dia harus mencari gembong narkotika Zaka dan Zaki.


Kemudian melanjutkan dengan memegang pergelangan tangan Geminu, "Regeneration Cyborg!"


Ryuga meregenereasi sel-sel di dalam tubuh Geminu agar cepat pulih.


"Kenapa kau mengkhawatirkanku dan menyuruh Kira pergi? Kau menggangu saja kesenangan pasangan yang sedang kasmaran." Geminu kesal karena Ryuga mengganggu waktu kebersamaanya dengan Kira.


"Jangan pura-pura tidak tahi, eh tahu. Aku tahu masalahku ini apa?" Ryuga menaik-turunkan alisnya dengan cepat menggoda Geminu yang sedang kesal terhadapnya.

__ADS_1


"Jangan bilang kasus yang sulit tentang Floux." Geminu membuang muka dan mengerucutkan bibir, "Aku takan buka suara. Urus saja kasus itu sendiri!"


"Ayolah!" Ryuga menarik manja lengan Geminu seperti adik yang sedang menenangkan kakaknya yang sedang merajuk. "Bukankah aku sudah membereskan setan alas itu? Apakah kamu tidak tahu? Atau pura-pura tidak tahu?"


"Maksudmu jiwa yang menguasai tubuhku?" Geminu mengernyit karena tidak tahu jika Afkham sudah Ryuga bunuh.


"Tentu saja. Aku juga merasakan yang sama sepertimu, kerasukan setan alas itu sewaktu aku masuk penjara gila itu," jawab Ryuga kesal mengingat kejadian waktu itu.


"Aku mendengar jiwa jahat itu berbicara di dalam pikiranku tentang Floux atau narkotika yang sedang marak beredar. Efeknya bukan hanya kecanduan, halusinasi, emosi tak terkendali, kekuatan level Divya meningkat. Resiko lebih tingginya adalah orang yang mengonsumsi secara berlebihan, perlahan tubuhnya berubah menjadi monster dan kehilangan akal sehat," jelas Geminu serius.


"Apakah dia mengatakan sesuatu tentang siapa yang mengedarkannya. Aku sudah punya dua nama, tapi aku masih ragu dua orang tersebut otaknya, suruhan atau hanya pengedar biasa. Tapi dua orang tersebut menurut data rahasia sektor Siliwangi 3 tahun sebelumnya baik-baik saja dan sangat menyayangi adiknya-"


"Gladys Kusuma." Ryuga langsung membulatkan mata, karena sangat terkejut Geminu tahu tentang gadis itu. Dan melanjutkan, "Hati-hati terhadapnya. Dia memiliki sesuatu yang sangat berbahaya tentang ras primordial yang sengaja dijadikan wadah energi untuk membuka anggota lain Danger Psycho Seven."


"Danger Psycho Seven?" Ryuga mengernyit dengan mengelus dagu.


" Untuk masalah ras Primordial aku sudah membereskannya. Kamu kan tahu siapa?" Ryuga menunjuk dadanya penuh kesombongan.


Kemudian melanjutkan dengan bertanya serius pada Geminu, "Aku harus menemukannya. Apakah kamu tahu sesuatu tentang orang yang mengedarkan Floux?"


"Sama sekali jiwa jahat itu tidak mengatakannya." Jawaban Geminu membuat Ryuga menghela nafas panjang. "Tapi aku tahu sesuatu untuk masuk ke dalam menurutku portal. Namanya kalau salah Psycho Dimension. Aku masuk melalui air terjun yang berada di wilayah Bandung, aku masih mengingat jelas dari ingatan jiwa jahat yang bodoh itu."


"Bandung?" Ryuga menopang dagu, "Jauhs sekali rupanya dari Afrika ke Bandung."


Tiba-tiba jam tangan ruang Ryuga berbunyi dan muncul Gladys dalam layar proyeksi 3 dimensi.


"Ryu, bisakah kamu transfer kapsul kristal ke jam tangan ruang milikku. Aku terjebak di dalam portal Psycho Dimension. Kedua kakakku membawa ke tempat aneh ini. Aku tak bisa keluar kecuali aku bisa menembus Divya level 8. Aku bisa menyerap kapsul kristal dengan cepat melalui bantuan 3 skill mataku," pinta Gladys memohon.


"Maaf, aku tidak bisa mengirimnya. Karena kamu belum aku beri kutukan Archangel Demon. Jadi aku tidak bisa mentransfer jarak jauh antar jam tangan ruang," jawab Ryuga membuat Gladys kecewa.

__ADS_1


Kemudian Ryuga melanjutkan dengan tersenyum, "Tenanglah, aku sudah tahu titik koordinat dan kuncinya. Aku akan menjemputmu, jadi bertahanlah."


Sambungan komunikasi itu tiba-tiba mati, Geminu langsung mentransfer lokasi koordinat pintu portal Psycho Dimension ke jam tangan ruang milik Ryuga.


"Kamu tidak bisa masuk dan keluar jika tidak ada izin atau-"


"Atau apa?" potong Ryuga penasaran.


"Bunuh pemilik penguasa portal saat ini," sahut Geminu. "Solusinya kamu harus menempel pada yang bisa masuk dari luar."


"Ya, aku sudah paham dan aku sudah menyusun rencana. Tapi butuh dana banyak, ada?" pinta Ryuga mengerlingkan mata.


"Ya." Geminu menatap malas Ryuga dan langsung mentransfer uang cukup banyak ke jam tangan ruang milik Ryuga 10 milyar rupiah. "Itukan uangmu bos gemblung."


Ryuga hanya tertawa dibilang bos gemblung, memang kadang-kadang Ryuga memang agak gemblung. Contohnya saja di rumah sakit ini, teman-temannya menunggu Ryuganya malah senang-senang ke mall.


***


Pukul 23.30, depan Mall Living World.


Ryuga sedang asik menyeruput secangkir kopi dan makan gorengan. Tapi Ryuga orang yang cukup aneh, mungkin karena kebanyakan uang. Ambil satu gorengan bayarnya 5 gorengan, sultan mah bebas.


Setelah lama Ryuga menunggu dan bersenda gurau dengan penjual gorengan. Mobil Ferrari California dengan atap terbuka lewat dikemudikan Zaka dan Zaki di sampingnya.


"Akhirnya yang ditunggu datang juga," gumam Ryuga tersenyum licik.


Ryuga membayar 200.000 pada penjual gorengan lalu mendekati Zaka dan Zaki dengan jalan sempoyongan seperti orang mabuk.


"Khoo!" Ryuga bersendawa, "Bang, aduh bang. Mantap sekali mabuk malam ini bang. Serasa dunia ini milik aku semua bang, khooo!"

__ADS_1


Zaka dan Zaki hanya tersenyum licik melihat Ryuga seperti anak buahnya yang sering mabuk-mabukan meminum minuman keras.


__ADS_2