SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 222 Ceroboh


__ADS_3

Gedung Mexus sektor Nagana, Dubai.


"Mohon maaf, Queen Freya. Hamba hanya ingin melaporkan ada kadet yang menantang sistem anda," jelas Jendral Sviska membuat raut senyum yang mengambang di wajah Fayfreyya menjadi ditekuk.


"Siapa namanya?" tanya Fayfreyya menatap tajam Jendral Sviska.


"Siapa cecunguk yang berani mengganggu rencanaku? Tidak mungkin para bocah dungu itu, kemanan sektor Nagana sudah aku tingkatkan dan juga aku sudah mengisolasi sektor Nagana dari dunia luar," pikir Fayfreyya menelisik.


"Namanya Kim. Kim Kin, dia kadet laki-laki dengan nilai ujian terbaik, bahkan mampu menetaskan salah satu telur naga suci berelemen cahaya dan sekarang telur itu sudah menetas dan tumbuh dewasa menjada Holy Dragon berlevel Mythril," jawab Jendral Sviska menunduk hormat.


"Kim Kin ya? Aku baru mendengarnya. Baik, awasi dia terus, jangan sampai lengah. Dia bisa menjadi salah satu andalan sektor kita di masa depan. Sistem tetaplah sistem harus tetap dilaksanakan. Jika dia menentang terlalu keras, jebloskan saja ke penjara." Fayfreyya mengelus dagunya lalu menatap tajam Jendral Sviska.


"Tapi Queen, mohon maaf. Menurut informasi Haleem yang memiliki salah satu pet monster Holy Dragon water. Kim juga berhasil menaikan level pet monster Haleem tersebut menjadi level Gold dan sekarang ...."


Jendral Sviska terdiam, lidahnya kelu dan takut mengatakan jika Ryuga memaksa Hill untuk menerima misi pusara rank D sekaligus bertaruh dengannya.


"Katakan semuanya!" titah Fayfreyya serius.


"Kata Hill, Kim menyuapnya agar mendapatkan misi pusara rank D dan sekarang sedang melakukan penggerebekan hanya 8 orang. Bukannya seharusnya untuk penggerebekan pusara rank D minimal satu tim berisi 50 orang?" sambung Jendral Sviska dengan menghela nafas panjang, takut Fayfreyya marah besar.


"Baguslah jika mati, tak perlu membunuh dengan monster kuat bukan," batin Fayfreyya tersenyum licik.


"Biarkan, mereka akan menerima resikonya sendiri. Pusara rank D bukan pusara satu portal, mungkin mereka takan selamat. Kita bisa apa, padahal sudah ada syarat yang harus dipatuhi bukan?" Fayfreyya mengangkat kedua bahunya.


"Mohon maaf, Queen. Aku harus mengatakannya, mereka juga bertaruh dengan Hill, Prija dan aku. Taruhannya mereka jika berhasil naik ke ranker Mythril, aku dan Prija harus mundur dari jabatanku, juga menyerahkan 5 telur Holy Dragon yang lain," jelas Jendral Sviska menunduk hormat dengan raut wajah ketakutan.


"Lancang!" Fayfreyya menggebrak mejanya hingga retak dan sangat geram. Kemudia melanjutkan, "Penuhi saja janjimu, jika mereka bisa. Biar mereka akan menjadi urusanku."


"Mereka menguji kesabaranku, terutama Kim Kin. Akan aku buat kalian mati mengenaskan." Fayfreyya membalikan badan, memunggungi Jendral Sviska lalu menyeringai dengan menjentikan jari.


***


Portal Pusara Rank D, Volcano.

__ADS_1


Ryuga hanya diam dan memperhatikan mereka berlima yang bersiap menyerang.


"Great Fire Ball!"


"Unstoppable Strengh!"


Holdum dan Enisha melesat lalu melompat menembakan bola elemen yang cukup besar ke dada Cyclops Golem.


Suara ledakannya sangat keras seperti dentuman meriam, ketika satu bola api yang besar dan puluhan bola api yang besar menghantam dada Cyclops Golem.


Kepulan asap dan kabut debu menghalangi pandangan, Cyclops Golem hanya menggeram mengejek serangan Enisha dan Holdum yang tak mampu merusak sedikit pun kulit batu tersebut.


Cyclops Golem setinggi 50 meter tersebut melancarkan pukulan ke Enisha dan Holdum. Mereka masih bisa menangkis dengan menyilangkan tangan didada.


Tapi betapa bodohnya mereka, lawan mereka itu raksasa. Pastinya mereka terpental seperti Kozaru dan Veesaki yang bernasib babak belur dengan tubuh menabrak bebatuan hingga terkapar.


Satu monster level Paladium bukan lawan yang mudah walau sudah level 8 Divya.


"Guhak!" Veesaki, Holdum, Enisha, dan Kozaru terkapar memuntahkan banyak darah, tubuh mereka serasa remuk serta tak bisa di gerakan.


"Ya, mung-mungkin ini hari terakhir kita hidup," timpal Kozaru pasrah, air matanya mengalir deras tak terasa.


"Aku tidak akan menyerah, Shadow Step!" tubuh Jarred melesat cepat menjadi bayangan hitam, dan melepaskan cakaran "Death Claw!"


Siluet huruf X sangat besar berwarna hitam menghantam punggung Cyclops Golem, tapi tak melukainya sedikit pun. Tubuhnya berputar cepat untuk membalas serangan Jarred menciptakan tornado dengan api hitam.


"Big Eye Beam! Haunted Kick!"


Jarred mundur sejauh mungkin hingga lusinan meter, dan menempelkan kedua telapak tangannya ke tanah. Dari atas tubuhnya muncul magic rune berwarna ungu, memunculkan mata yang sangat besar menembakan sinar laser ke arah Cyclops Golem.


Dari atas tubuh Cyclops Golem juga muncul magic rune berwarna ungu, mengeluarkan kaki naga yang sangat besar seukuran Cyclops Golem.


Suara ledakan yang sangat keras disertai kepulan asap dan kabut debu menjulang kelangit. Nafas Jarred tersengal-sengal, semua energi vedanya habis.

__ADS_1


"Ha-ha-ha ...!" Cyclops Golem tertawa dengan suara menggelegar mengejek Jarred lalu berlari ke arahnya.


"Tornado Blow! Cyclone Typhon! Wind Blade! Sylph Burst!"


Friska menghentikan langkah kaki Cyclops Golem dengan menyerangnya dengan tekanan angin yang sangat pada ke kaki kanannya. Lalu menciptakan angin tornado yang sangat besar di kaki kanannya.


Serangan Friska masih berlanjut, melepaskan ayunan tangannya memunculkan siluet bilah sabit bertubi-tubi untuk menggempur pinggang Cyclops Golem.


Serangan terakhirnya Friska menembakan angin yang sangat kuat dan padat dari mulutnya. Cyclops Golem hanya menyilangkan tangan untuk menangkisnya.


Suara gesekan angin dan tubuh Cyclops Golem disertai rentetan ledakan terus bergema tanpa jeda.


"Ha-ha-ha ...!" Cyclops Golem tertawa dengan suara menggelegar mengejek Friska. Serangannya tak mampu melukai tubuhnya yang sangat keras.


Lalu melancarkan pukulan ke arah Friska dan Jarred yang sudah kehabisan energi Veda, karena menghabiskan semuanya tanpa sisa. Serangan yang konyol dan ceroboh memang.


Mereka berdua berakhir babak belur, dan Ryuga tak bergeming hanya mengamati. Ingin tahu saja sejauh mana hasil kekuatan mereka.


"Sungguh lemah dan memuakan," gumamnya kesal, karena tak sebanding dengan anggota guild Storm Gravity di level yang sama.


"Infinity String!"


Virga melemparkan jaring-jaring senar tajam untuk menjerat tubuh Cyclops Golem agar tak bisa bergerak. Sesaat Cyclops Golem mematung, lalu meraung untuk memutuskan jeratan senar tajam yang membelit tubuhnya.


"Crystal Prison! Frost Graveyard!"


Virga tidak membiarkannya lepas dan menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.


Sangat berbahay jika menyerangnya langsung dengan tubuh Cyclops Golem yang terlalu panas akibat selimut api hitam yang membakar tubuhnya.


Kedua kaki Cyclops Golem terbekukan oleh kristal berwarna biru, disusul seluruh tubuhnya dibekukan oleh es yang cukup dingin dengan minus 50 derajat. Bahkan areal dalam radius 50 meter menjadi permukaan es yang sangat dingin.


"Ha-ha-ha ...!" Cyclops Golem tertawa dengan suara menggelegar mengejek Virga. Meski tubuhnya tak bisa lagi bergerak.

__ADS_1


Dari bawah tanah yang diinjak Virga muncul kepala Cyclops Golem yang lain dan mendorong tubub Virga hingga terpental jauh.


Tubuhnya beberapa kali berbenturan dengan batu dan pingsan. Nasibnya sama saja nahasnya seperti keenam temannya, babak belur dan tulang-tulangnya patah.


__ADS_2