
Mereka bertujuh sudah sampai ke tempat awal dan berbaris rapi, "Sekarang ayunkan katana replika itu 100 ayunan dengan berat 50 kg," titah Ryuga menunjuk 7 katana yang tertancap di permukaan tanah.
Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum begitu bersemangat latihan. Walau latihan yang Ryuga berikan tergolong berat, tapi efeknya langsung terasa.
Kegiatan latihan ini dilaporkan pada Jendral Sviska, Direktur Akademi Besukih School oleh salah satu mentor yang tak sengaja melihat mereka latihan di training field.
Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum mencoba mengayunkan pedang itu walau berat dengan sekuat tenaga.
Mereka kembali menggunakan skill peningkat kecepatan, walau tidak berefek signifikan.
Jendral Sviska bersama mentor Prija datang dan menegur Ryuga, "Hai, apa-apaan ini?" Siapa yang mengizinkan kalian berlatih disini dan dengan metode latihan akademi militer lain, hah?!"
"Ya, jendral. Marahi saja, mereka terlalu lancang, padahal hanya Divya level satu tapi latihannya terlalu berat," timpal Prija memprovokasi Jendral Sviska agar memarahi Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum serta Ryuga.
"Aku." Ryuga menunjuk dirinya sendiri penuh percaya diri. Kemudian menjentikan jari, "Summoning: Vee!"
Dari balik kepulan asap muncul Vee membuat Jendral Sviska dan Prija melebarkan mata. "Bu-bukankah itu salah satu telur Holy Dragon?!" kata mereka berdua gemetar.
"Jadi kamu yang bernama Kim?" sambung Jendral Sviska yang terkejut dengan Ryuga, karena baru dua hari menjadi kadet sudah mampu meningkatkan level salah satu naga suci ke level Mythril.
"Tentulah, siapa lagi memang?" kata Ryuga sombong dan menunjuk Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, serta Holdum satu persatu agar mereka tetap melanjutkan latihannya.
"Haaa!" Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum mengayunkan replika katana itu dengan berteriak keras, penuh dengan semangat. Hingga bulir-bulir keringat mengalir deras.
"Ekhem ..." Jendral Sviska berdehem keras agar tak grogi untuk kembali menekan Ryuga. Lalu melanjutkan, "Kim, jika kamu memaksa mereka untuk latihan. Kau bisa aku keluarkan dari akademi, mereka itu masih lemah."
"Lemah? Sungguh ironi." Ryuga berdecak kesal lalu melanjutkan, "Lalu jika lemah, kenapa mereka masuk ke pusara dan mereka terbunuh. Hanya dalam dua hari sudah 523 kadet yang tewas di dalam pusara, bahkan pusara itu hanya rank F. Bagaimana menyebut sistem pelatihan akademi militer disini hanya untuk mereka bunuh diri?"
"Lancang kamu, aku robek mulutmu!" Prija membentak keras dan siap menghantam Ryuga tapi dihentikan oleh Jendral Sviska.
"Tenanglah, dia hanya anak kecil. Mana tau tentang sistem akadrmi militer sesuai arahan Queen Freya yang baru," kata Jendral Sviska menghela nafas panjang.
"Sistem sampah. Hanya menjadikan kadet semuanya mati dan lemah, lebih baik aku bertaruh dengan anda pak Jendral. Aku dan ketujuh temanku siap keluar."
Kata-kata Ryuga membuat ayunan pedang Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum dengan meneguk salivanya.
"Asal kita buktikan pelatihanku atau sistem pelatihan Queen Freya yang bisa membuat Divya kuat. Taruhannya adalah jabatan kalian berdua dan 5 telur Holy Dragon yang lain. Aku tambah lagi, 40 milyar uangku akan aku berikan pada kalian berdua," tantang Ryuga dengan tersenyum licik.
Jared, Enisha, Virga, Veesaki, Friska, Kozaru, dan Holdum hanya diam, lalu melanjutkan ayunan pedang mereka. Mereka berpikir tak ada hak untuk berkomentar, walau nasib mereka bagai telur diujung tanduk. Mereka bertujuh hanya anak bawang, meski mereka adalah bagian dari klan bangsawan di sektor Nagana.
"Baiklah, aku berikan batas waktu 1 bulan. Aku masih berbaik hati padamu, dan aku akan siapkan surat pengunduran dirimu dari akademi."
Jendral Sviska tersenyum licik lalu membalikan badan bersama Prija hingga punggungnya sudah tidak lagi terlihat.
"Kapten aku sudah selesai," kata Veesaki mengangkat tangan kirinya dengan nafas tersengal-sengal dan keringat bercucuran.
Dibarengi Jared, Enisha, Virga, Friska, Kozaru, dan Holdum juga sudah selesai dengan kondisi yang sama seperti Veesaki.
"Bagus, ini hadiah untuk kalian. Telanlah!" Ryuga mendekati mereka satu persatu dan membagikan kapsul kristal Dark Red.
Mereka bertujuh langsung menelannya dan langsung bereaksi, tubuh mereka bertujuh terdengar suara ledakan teredam, itu tanda yang selalu Ryuga rindukan.
Mereka serentak langsung naik ke level tujuh. Sungguh hal ini diluar nalar Ryuga, bagaimana mungkin 1 kapsul kristal Dark Red senilai 3.5 juta poin pengalaman, mampu menaikan 6 level hanya dalam sekali telan.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
----------¤----------
__ADS_1
Nama: Veesaki Aramand Bezgraf
Level: 7 (0/100.000.000)
Kuasa: Flash level 7: Raijin
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Holdum Brazkiev
Level: 7 (0/100.000.000)
Kuasa: Fire level 6: Scarlet
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Virga Ananda Prasetya
Level: 7 (0/100.000.000)
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Jarred Toma
Level: 7 (0/100.000.000)
Kuasa: Shadow level 6: Dark Matriarch
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Kozaru Mui
Level: 7 (0/100.000.000)
__ADS_1
Kuasa: Earth level 6: Zevalux
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Friska Sammael
Level: 7 (0/100.000.000)
Kuasa: Wind level 6: Cyclone
Ras: Human
Veda Poin: 15.000
----------¤----------
----------¤----------
Nama: Enisha Alougra Zamrun
Level: 7 (0/100.000.00)
Kuasa: Light level 6 : La Geas
Ras: Human
Veda Poin: 95.000
----------¤----------
"Bagaimana rasanya?" tanya Ryuga tersenyum puas, merasakan lonjakan energi pada tubuh mereka.
"Tuan muda, aku sangat berterima kasih." Jarred berlutut satu kaki dan tersenyum sangat puas.
"Kekuatan ini adalah kekuatan yang aku dambakan selama ini. Terima kasih tuan muda." Kozaru berlutut satu kaki dan tersenyum sangat puas serta mengelus-elus kepalanya yang botak licin.
"Tuan muda, aku akan bersumpah setia padamu." Holdum berlutut satu kaki dan menunduk hormat.
"Aku juga tuan muda."
"Aku juga tuan muda. Terima kasih telah memberiku kekuatan."
"Aku sangat berterima kasih pada tuan muda."
Friska, Enisha, Veesaki, dan Virga juga berlutut satu kaki dengan menunduk hormat pada Ryuga.
"Vee, mulai sekarang kamu ikut dengan Enisha," tunjuk Ryuga pada Vee yanh hanya bisa mengangguk padahal Vee sangat menyukai Ryuga.
Kemudian melanjutkan, "Kita akan menaikan level ranker kalian. Mari kita menuju pusara rank D untuk menguji kekuatan kalian."
Mereka bertujuh hanya bisa mengangguk dan berjalan di belakang Ryuga menuju gedung misi akademi. Mereka berjalan penuh percaya diri, walau kadet lain dan para mentor memandang sinis mereka.
__ADS_1
"Halo Hill!" Ryuga menyolek dagu Hill, penjaga loket pusara rank D khusus Ranker level Gold dan melanjutkan, "Aku mau misi dengan tingkat kesulitan yang paling sulit."