
Ryuga otot-ototnya agak melemah, kecepatannya berkurang, bahkan kepakan sayapnya sedikit melemah.
Sentinel melepaskan gelombang serangan yang ketiga, yaitu gelombang cairan racun korosi. Banjir cairan kental berwarna ungu menerpa semua wilayah di dalam piramida tirta.
Istan buatan Kita sangat kuat, serang itu pun tak mampu merapuhkan 1 cm susunan bangunan istananya. Istana terus bergetar hebat namun tak merobohkan, bahkan cairan tersenut hanya membelah ketika melewati pintu gerbang istana.
Ryuga masih bisa menghindarinya tapi dengan terbang dalam keadaan sedikit terhuyung, "Apa yang terjadi denganku? Aku merasakan lemas."
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Juragan terkena racun pelemah syaraf. Tubuh emperor ancient beast god akan memulihkan racun di dalam tubuh tuan dalam 1 menit]
'Swush!' Sentinel sudah kehilangan akalnya, kali ini gelombang yang keempat, yaitu gelombang uap panas sampai dengan 60 derajat.
Ryuga mencoba terbang lebih tinggi, namun sayapnya belum pulih masih tersisa 30 detik lagi. Lama-kelamaan ia malah terjun ke bawah dan kesal, "Sialan! Kenapa aku bodoh dan tidak menyadarinya. Aaaargh ...!"
Lalu melepaskan skill untuk melindungi tubuhnya sendiri dari gelombang uap panas 60 derajat, "Helios field!"
'Swuung!' Tubuh Ryuga diselimuti bola api berwarna-warni berdiameter 3 meter. Gelombang uap panas kalah panas dengan bola pelindung yang Ryuga buat.
Tapi di dalam istana mereka merasakan hawa panas yang amat sangat. Keringat mengucur deras di dahi dan sekujur tubuh mereka. Walau sudah mengalirkan energi Veda untuk menyetabilkan suhu di dalam tubuh mereka masing-masing.
"Uuuh ... panas sekali udaranya!" keluh Filza menyeka peluh di keningnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" timpal Dyer menyeka keringat di lehernya.
"Guru sebaiknya kita keluar, melihat apa yang terjadi," pinta Verel yang tak sabar sedari tadi di dalam istana.
Datuk Azim berbicara cepat, "Jangan! Apa kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh Ryuga? Kita tak boleh keluar dan mendekat apapun yang terjadi.
Filza dan Inusha saling menatap lalu meninju tangan satu sama lain, Filza tangan kanan, dan Inusha tangan kiri. Mereka mengambil inisiatif untuk menyetabilkan suhu di dalam istana.
"Cold Weather!" katanya serentak dan meniupkan hawa dingin minus 10 derajat untuk memenuhi seluruh ruangan istana. Tapi tetap saja masih panas.
__ADS_1
"Sial, ayo! Blizzard storm!" katanya lagi serentak dengan menyeringai kesal. Untuk meniupkan hawa dingin minus 50 derajat.
Bukannya suhu stabil malah semua orang menggigil, Filza dan Inusha menepuk jidatnya, "Oh tidak!"
Di luar istana hawa uap panas 60 derajat tetap tak mampu mengikis sedikit pun dinding istana Kira. Ryuga sendiri sudah berhasil memulihkan kondisi tubuhnya yang terkena racun syaraf.
Gelombang serangan kelima bersiap dihempaskan oleh Sentinel. Ryuga sama sekali tidak bisa mendekat ke arah Sentinel.
"Groaaar ...!" Sentinel melepaskan gelombang kejut, yang berisi partikel kristal. Semua wilayah di dalam piramida tirta menjadi kristal.
Bahkan kedua sayap Ryuga juga mengkristal dan tak bisa dikepakan, "Sial! Dasar Ryan bodoh! Aku akan menghancurkanmu! Multiple trickster!"
Tubuh Ryuga berkedip cepat menghindari setiap duri-duri kristal dari yang kecil hingga besar. Lalu berhasil mendekat. Sekuat tenaga Ryuga menebas dan mendorong kedua pedangnya untuk memotong kaki kanan Sentinel.
'Srrrt!'
"Aaaaargh ...!" Ryuga dan Sentinel meraung secara bersamaan. Sentinel meraung kesakitan, dan Ryuga meraung untuk mendorong tenaganya agar mampu menebas kaki kanan Sentinel.
'Bruuug!'
Tubuh Sentinel ambruk ke permukaan kristal, serangn gelombang skill endless berhasil dihentikan. Ryuga mengalirkan semua energi Veda-nya pada Mirage dan Eterna Sword lalu diayunkan secara vertikal. Dan ....
'Slash!'
"Groaaar ....!" Sentinel meraung kesakitan tubuhnya dibelah dua oleh tebasan kuat Ryuga. Suara raugannya semakin lama semakin sayup dan hilang. Bersamaan itu pula tubuh Sentinel mengecil dan kembali menjadi tubuh Ryan yang sudah terbelah dua.
Ryuga menjatuhkan rahangnya, bersamaan itu pula air matanya seketika terjatuh. Ryuga terduduk lemas, dan tidak sesuai apa yang ia bayangkan. Jika Ryuga berhasil mengalahkan Sentinel dengan cara apapun, maka Ryan akan tetap hidup.
"Ry-ryan, ti-tidak." Ryuga berkata lirih dan memeluk tubuh Ryan yang terbelah dua dan bersimbah darah.
Selang beberapa lama Ryuga memeluk Ryan dalam keadaan menangis sesenggukan. Di dalam Istana Kira mereka tidak lagi merasakan getaran serangan Sentinel dan juga tidak merasakan energi Veda-nya.
"Kira, lebih baik kita keluar. Aku merasa Ryuga sudah mengalahkannya," kata Datuk Azim Wirawan dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Sepertinya anda benar, tuan Azim." Kira mengangguk dan menautkan tangan.
'Boof!' Istana Kira menghilang dari pandangan dan menjadi kepulan asap. Sontak saja mereka yang berada di dalam aula istana langsung terkejut, melihat istananya hilang.
Kemudian mereka dikejutkan lagi dengan Ryuga yang sedang menangis dan memeluk tubuh seseorang.
Mereka berjalan cepat dan semakin mendekat. Mereka sudah tak bisa membendung air mata lagi ketika yang dilihat adalah tubuh Ryan yang terbelah dua.
"Ryan ...!" Filza, Dyer, Angelina, Verel, Raras, Boy, Aloody, Elov, Gemusha, Inusha, dan Stevani, berteriak histeris. Mereka merasa sangat kehilangan Ryan ditambah Reyna juga telah tiada beberapa saat yang lalu.
Mereka merasakan kebaikan Ryan ketika masih hidup dan banyak membantu ketiga cabang guild Storm Gravity.
Ryuga memandangi kedua tangannya yang bersimbah darah, dan penuh penyesalan, "A-aku yang te-telah mem-membunuh Ryan."
"Tidak, Ryu. Kamu tidak membunuhny, tidak Ryu." Gemusha menepuk pundak Ryuga untuk menenangkannya dari rasa penyesalan mendalam.
"Tapi, aku harus berbicara apa pada tuan Vlandesilk?" tanya Ryuga kebingungan.
"Tenang, Ryu. Aku yang akan menjelaskan semuanya pada tuan Vlandesilk." Kira juga menepuk pundak Ryuga lalu menegakan tubuhnya yang terduduk lemas untuk berdiri.
"Ya, Ryu. Aku juga berjanji akan membantumu menjelaskan pada tuan Vlandesilk," timpal Datuk Azim.
Di ujung pintu keluar portal, Zayd lebih tepatnya Jester yang baru membuka pintu keluar menyeringai licik, " Nampaknya akan ada permainan menarik."
Tubuh Ryan yang terbelah perlahan menghilang, dan berubah menjadi emperor tirta ball
[Selamat, juragan berhasil membunuh Boss monster level Seraphium dan mendapatkan Emperor Agni Ball]
[Selamat juragan mendapatkan 100.000.000 poin experience karena berhasil membunuh monster level Seraphium. Monster ras Deity berhasil dibunuh, poin pengalaman dikalikan 10 kali lipat]
Ryuga terdiam mematung dan Filza memeluknya dari belakang lalu berkata lirih ditelinga kanannya, "Sayang, aku yakin Ryan ikhlas jika tubuhnya diperlakukan seperti ini. Selama ini Ryan ingin sekali bertarung denganmu, dan keinginannya telah terpenuhi. Jadi tidak usah menyesali ini, semuanya sudah ditakdirkan."
Serasa Ryuga hatinya tenang dan akal sehatnya kembali, mendengar semua penuturan orang-orang disekitarnya.
__ADS_1