SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 181 Awal Kehancuran.


__ADS_3

Zaki menatap tajam semua karyawan satu persatu dan memperingatkan, "Jangan berani ikut campur. Aku bunuh kalian!"


Gladys berdiri dan menyeka darahnya, lalu tersenyum sinis merasa dia lebih kuat dari kedua kakanya karena sudah menjadi Divya.


"Multiple clone!"


Di samping kanan dan kiri Gladys muncul kepulan asap dari dalamnya keluar 4 kembaran diri Gladys yang sama persis. "Ha-ha-ha hanya skill sampah seperti itu mau berani melawanku," cibir Zaka memandanh rendah Gladys adik kandungnya.


"Kita selesaikan diluar!" Tapi Zaki mengernyit sejak kapan Gladys yang sangat lemah, manja, dan cengeng menjadi Divya serta tak bisa dideteksi levelnya oleh kacamata scouter yang terpasang di mata kanan mereka berdua.


Mata kiri Gladys berubah menjadi White Eye dan mata kanannya menjadi Devastation Eye. Gladys segera keluar dengan berlari sangat cepat menuju lapangan yang luas di dekat Velodrome Arena Alam Sutera. Agar Gladys bisa leluasa melayani kedua kakaknya.


Tapi Gladys gegabah dan tidak memindai level Divya kedua kakaknya yang sudah berada di level 8. Tentu saja menggunakan bantuan Elixir potion racikan Jester dan Afkham saat itu.


Gladys mengeluarkan Dagger Flute dari jam tangan ruang. Keempat bayangannya segera menyerang Zaka dan Zaki masing-masing dua bayangan.


Zaka dan Zaki tersenyum licik, kuasa mereka bukan pada umumnya Divya seperti Fire, Water, Wind, Earth, Thunder, Dark, Atau Light. Tapi kuasa alternatif yang cukup kuat, Expansion Body level maksimal untuk Zaka yaitu kuasa Juggernaut dan Zaki kuasa Monkey Form seperti klan Sugriwa di tahap maksimal yaitu kuasa Gold Monkey.


Dalam sekali pukulan keempat kembaran diri Gladys langsung terpental menjadi kepulan asap.


"Sial!" Gladys kesal dan langsung menghilang dari pandangan. Muncul di belakang Zaka menghujamkan Dagger Flute ke punggungnya. Tanpa menoleh Zaki memperbesar otot dipunggungnya.


Suara dentingan Dagger Flute menghantam punggung Zaka bagai batu logam Titanium yang sangat keras. Zaki melompat dan melakukan tendangan memutar ke arah kiri tepat mengenai bagian dada Gladys.


Tubuh kecil itu pun terpental sangat jauh dan hampir saja menabrak pohon. Untung saja Gladys mampu menyeimbangkan tubuhnya dengan telapak kakinya bergesekan pada permukaan tanah.


Tulang rusaknya sedikit retak dan nafasnya tak beraturan. Gladys benar-benar ceroboh menantang Zaka dan Zaki di level 8, ia baru sadar jika mereka berdua sudah di level 8,


"Aku benar-benar bodoh." Gladys menundukan wajah menyesal dan bersiap berlari.

__ADS_1


"Jangan kau pikir bisa lari." Zaka melesat sangat cepat dan langsung mencengkram lehernya dengan tangan kanan dan tangan kirinya memukuli perut Gladys hingga pingsan. Mereka sangat senang menyiksa Gladys.


Zaka dan Zaki membawa Gladys pulang ke rumahnya ke Cikokol, Tangerang. Tidak ada satu pun orang yang berani untuk melihat Zaka dan Zaki yang membawa Gladys di punggungnya seperti karung beras. Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir sembarang di depan Mall Living World.


Ryuga keluar dari ruangan manajer dan melihat semua karyawan ketakutan. Pemdangan yang tak sedap dipandang pada mata Ryuga yang melihat restoran. Manik matanya tak melihat Gladys di sana membuat Ryuga marah dan geram.


"Kemana Gladys?" teriak Ryuga geram.


Semua karyawan ketakutan raut wajahnya pucat pasi. Bahkan ada yang bersembunyi bawah menja Frontliner.


Ryuga segera berlari keluar setelah ada salah satu karyawan menunjuk ke arah pintu keluar.


"Sial, dia pasti bertindak ceroboh melawan kedua kakaknya yang psikopet itu, eh psikopat itu," gumam Ryuga sembari terus berlari keluar Mall, semua securiti mengira Ryuga maling jadi ikut berlari mengejarnya.


"Hai, kemana kau!" Ryuga berhenti dan menoleh ke belakang. Wajahnya tidak asing, dua orang securiti mundur teratur ketakutan melihat Ryuga menatap tajam.


Ryuga kehilangan jejak, lalu kembai ke restoran Baranangsiang untuk mencari alamat Gladys.


"Pak Jirson, apakah anda tahu rumah Gladys?" tanya Ryuga menatap tajam membuat Jirson ketakutan.


"Ta-tahu, tuan Ryuga." Jirson segera memberikan lokasi rumah Gladys melalui jam tangan ruang milik yang ditransfer ke jam tangan ruang milik Ryuga.


Ryuga langsung melesat cepat ke arah rumah Gladys di Cikokol dengan berlari cepat. Kecepatan lari Ryuga 60 km/jam, dia memang bukan manusia biasa dengan segudang skill.


Ryuga tidak berteleportasi dengan skill trickster, sebab siapa tahu di jalan mata Ryuga melihat mobil Ferrari milik Zaka dan Zaki.


Ryuga sudah tiba di depan rumah yang cukup besar, hampir seperti mansion dengan cat berwarna putih. Ternyata rumah Gladys banyak dijaga oleh anak buah Zaka dan Zaki selaku gembong narkotika Floux terbesar di sektor Siliwangi.


"Cari siapa kamu!" bentak salah satu penjaga memakai jas hitam dan celana hitam dengan membawa senapan magnum di belakang pinggangnya.

__ADS_1


"Gladys." Ryuga menatap dengan raut wajah dingin kedua penjaga yang berjaga di gerbang mansion milik Amrun.


"Tidak ada. Pergi sana!" Salah satu penjaga menarik senapan magnum dari pinggangnya ke kepala Ryuga dengan sombongnya.


"Tembak kalau berani. Aku pastikan, sebelum pelatuk itu ditarik, kepala kalian bedua sudah terlepas." Ryuga mengancam dingin.


Dua penjaga tertawa dengan tatapan merendahkan pada Ryuga, dan benar saja sebagai mafia gembong narkotika, mereka berdua tanpa belas kasihan langsung menarik pelatuk senapan tersebut.


"Wind cutter!"


Sebelum berhasil menarik pelatuk, mata mereka melihat tubuh mereka sendiri dan perlahan kepala mereka jatuh ke permukaan tanah.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa wind, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa wind. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa wind]


Kepala mereka terlepas oleh kibasan tangan Ryuga yang memunculkan sabit angin.


"Kalian sudah membuatku muak. Great Fire Anihilation!"


Ryuga menyemburkan api yang sangat besar dan bertekanan tinggi untuk membakar mansion Amrun. Ryuga tidak merasakan energi Gladys di dalam rumah tersebut.


Dalam sekejap mansion tersebut terbakar hebat, semua bangunan ambruk dan gosong. Tapi semburan api Ryuga hanya difokuskan pada mansion, sehingga apinya tidak menyebar ke rumah tetangga di sekitar mansion.


"Aku yakin Zaka dan Zaki akan mencariku karena sudah kubakar rumahnya tanpa ampun," gumam Ryuga menyeringai.


Para tetangga tak ada yang berani keluar rumah, bahkan ada yang sangat senang dengan kehancuran mansion Amrun yang terkenal sangat sombong dan kejam.


Amrun dan Yunita sedang tidak ada di rumah. Mereka sedang di luar negeri menikmati harta mereka, sedangkan orang miskin di sekitarnya banyak yang menderita karena ulahnya.


Karena Zaka dan Zaki, siapapun tidak berani melawan keluarga Amrun. Tapi sekarang Ryuga berhasil menumbangkan keluarga sombong itu.

__ADS_1


__ADS_2