
Ryuga di bawa dalam pesawat khusus milik kepolisian interpol untuk dibawa ke sektor Sriwijaya, tepatnya New Zealand. Saat ini Ryuga dalam bahaya, karena di sektor Sriwijaya memiliki orang yang akan menginterogasi setiap tawanan dengan dark game.
Mereka tahu jika melawan Divya yang kuat, maka Dark Game adalah solusinya. Karena dengan mental yang jatuh membuat jiwa rapuh, maka sangat mudah membunuh Divya yang kuat.
Sektor Sriwijaya adalah sektor yang sangat tertutup. Bahkan wilayahnya 90% selalu gelap.
Para Divya dan warganya sangat memuja ras Demonia. Walau mereka sudah tiada dibasmi oleh Agito.
Ryuga memang merasa bersalah tapi efek Psycho Clown Ball Jester semakin kuat setelah masuk wilayah teritori sektor Sriwijaya.
Tentu saja, karena energi Zerocity semakin pekat disini dan juga energi negatif Veda juga sama pekatnya. Dua energi ini saling mendukung, maka para peneliti sering sulit membedakan kedua energi ini.
Ryuga menyeringai, dan berkata, "Sampai kapan aku dalam mobil ini? Ini sudah 6 jam, aku lelah. Aku memang tawanan kalian tapi aku juga butuh istirahat."
Geminu terus terbang di atas langit mengikuti pesawat kepolisian interpol ke New Zealand. Hingga terus mengikuti sampai Ryuga masuk mobil.
"Disini malah membuat efek Jester semakin kuat. Benar-benar bodoh, permainan ini sungguh menarik. Sekali tepuk 10.000 lalat akan mati." Afkham tertawa cekikikan.
"Sudah diam saja. Kamu tidak akan bisa menggunakan energi Veda, jadi jangan macam-macam!" teriak salah satu polisi interpol.
'Ciiit!'
Tiba-tiba mobil berhenti di depan menara 100 lantai. Menara dengan aura gelap dan hawa kematian yang sangat pekat. Nama menaranya adalaha Cruzio, penjara Divya yang kuat, mereka yang berada di dalam adalah Divya di atas level 8 dan suka melawan pemerintah Sangakama dengan berbuat banyak kejahatan.
Ada 3 penjaga terkuat di dalam menara Cruzio yaitu Impel mempunyai Pet Anubis, Drowney mempunyai pet Osiris, dan Giorgio mempunyai pet Set. Mereka bertiga di level 9 Ancient dan memiliki kuasa Dark level 7 yaitu kuasa Dusk Bringer.
__ADS_1
Impel, Drowney dan Giorgio sudah tiba di depan gedung menyambut Ryuga. Mereka yang akan menginterogasi Ryuga langsung dan jika memang benar Ryuga bersalah maka langsung dijebloskan ke dalam 'Dark Game.'
Ryuga diserahkan langsung ke sepuluh penjaga menara Cruzio dan langsung ditodongkan senjata bernama Xaphire. Senapan memiliki peluru khusus untuk melemahkan Divya.
Ryuga hanya tersenyum licik dan santai, terus mengikuti mereka berjalan dan dibawa masuk ke dalam lift.
Lift tersebut bukan naik, tapi turun ke lantai bawah tanah. Geminu yang sudah dirasuki Afkham hanya melayang di atas gedung yang memiliki keamanan super. Tapi dengan kedua mata Darkness eye dia masih bisa melihat Ryuga tembus pandang.
Ryuga segera keluar dari lift dan ditendang paksa untuk masuk ke dalam ruang interogasi. Impel pria bertubuh kekar memakai jubah hitam dan matanya sangat tajam yang memulai pertanyaan, "Apakah kamu Ryuga Himura?"
"Ya. Sudah jangan bertele-tele, lakukan secepatnya. Jika ingin menghukum, hukum saja. Aku yakin penjara ini takan mampu membuatku mati atau bahkan sakit mental," jawab Ryuga lalu tertawa jahat.
Impel mengernyit, baru kali ini dia menangani tawanan seperti psikopat. Bukannya malah takut atau berontak, malah menantang. Aneh, sungguh aneh.
"Apa benar, kau yang melakukan pembunuhan klan Zeustra dengan pet monstermu?" Impel menunjukan Video Kazedogh yang direkam cctv yang masih selamat oleh skill Blizzard Storm waktu itu. CCTV tersebut terpasang dekat tempat kejadian perkara.
Ryuga tertawa jahat lagi lalu menunjuk sinis Anubis yang sedang dalam bentuk pertama, anjing bersayap malaikat berwarna hitam setinggi 1 meter.
"Grrr ...!" Anubis yang diejek seperti itu menjadi geram dan ingin mencakar Ryuga.
Emosi Ryuga lama kelamaan sudah tak terkontrol seperti joker badut psikopat. Tubuhnya juga mulai perlahan berubah putih pucat seperti badut dengan kelopak mata hitam. Aura kematian dan kegelapannya sangat pekat.
Impel, Drowney, dan Giorgio bangkit dari duduknya lalu mundur 2 langkah dari Ryuga. "Kenapa? Takut?" Ryuga menyeringai, membuat mereka agak bergidik ngeri.
Geminu Afkham tertawa terbahak-bahak di atas menara dan masih melayang, "Ya, terus permainkan emosi mereka. Bagus bro Jester, bila perlu kubur mereka dalam penjara mereka sendiri, ha-ha-ha ...."
__ADS_1
Tidak ada yang menemani Ryuga, karena Robi tidak membolehkan siapapun kawan atau pengacara Ryuga untuk ikut. Robi memang sengaja ingin membunuh Ryuga di menara Cruzio ini.
Bola bergaris 1 di jam tangan ruang Afkham keluar sendiri dan bersinar terang, terus menyerap energi Zerocity di dalam gedung. Ryuga sengaja menebar ketakutan di antara mereka bertiga, bahkan 10 penjaga.
5 penjaga menodongkan senjata Xaphire tepat di leher Ryuga. Kecepatan tangan Ryuga sangat cepat malah mengambil satu senapan. Bukannya menembak para penjaga untuk kabur, senjata itu malah ditodongkan ke kepalanya dan pelatuk ditarik.
'Dor!'
Kepala Ryuga tertembus peluru lalu tubuhnya terjatuh ke lantai bersimbah darah hitam.
Para penjaga melebarkan mata termasuk Impel, Drowney dan Giorgio. Mereka tak habis pikir Ryuga senekat ini.
Tapi 1 menit kemudian, lubang di kepala Ryuga mengeluarkan peluru berwarna biru dan menutup perlahan. Ryuga bangkit tanpa menumpu apapun, melayang seperti hantu lalu tertawa cekikikan.
"Seru bukan permainannya? Bagaimana kalau kalian temani aku bermain?" Ryuga menyeringai menatap mereka satu persatu dan tertawa cekikikan.
Robi dan Goldwin yang baru tiba saja dibuat bergidik ngeri. Mereka yang berada di dalam dengan sekat kaca, juga ikut mundur.
"Kenapa kalian takut, ayo kita bermain 'Dark Game'. Bukannya kalian punya permainan ini, atau jangan-jangan kalian belum pernah mencobanya?" Ryuga yang sudah dirasuki Jester masih tetap menyeringai dengan tertawa cekikikan.
Tiba-tiba semua orang yang berjumlah 50 orang masuk ke dalam dimensi Dark Game dan berada di atas timbangan.
Impel, Drowney dan Giorgio sangat kenal dimensi ini. Dimensi yang mereka bertiga ciptakan, tapi kenapa Ryuga bisa menggunakannya? Itu pertanyaan dalam pikiran mereka.
"Aku akan jawab. Karena aku yang mempunyai dimensi dan sekaligus penciptanya. Apa kalian tidak tahu jika Queen Aranya hanyalah bonekaku? Boneka yang menciptakan penjara ini untuk mengumpulkan ketakutan yang bisa dikonversi menjadi energi Zerocity."
__ADS_1
Semua orang mengernyit, jadi selama ini mereka ditipu oleh Queen Aranya untuk menciptakan penjara ini. Nyatanya hanya memerah Energi Veda dan mengkonversinya menjadi energi Zerocity. Mereka langsung menyimpulkan yaitu membangkitkan kembali WorldRuler.
"Aku takan membiarkannya!" teriak Robi lantang, dia juga ikut masuk dalam permainan ini. "Cepat jangan bertele-tele!"