
Vouge mengeluarkan semua sumber daya organisasi Titania yang tersisa dan menumpuknya di meja. "E-entah ini cukup atau tidak, kami hanya ingin membelis sesuatu dari pemimpin UniverseRuler," tuturnya gugup.
Ryuga tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan Vouge yang sudah putus asa, "Aku tidak membutuhkan itu. Rob katakan!" titah Ryuga.
"Simpel saja. Sebenarnya kami memang ingin merekrut Titania, tapi kami butuh Assasin rank Mythril bahkan Paladium, tidak banyak hanya butuh 7-"
"Mustahil!" BlackCorn menyela penjelasan Rob dengan raut wajah kesal dan melanjutkan, "Syaratnya terlalu susah dan kami hanya berenam. Untuk mendapatkan Assasin rank Mythril itu tidak musah, tuan Rob."
"Itu bukan urusan kami. Tapi tuan Verg akan memberimu sumber daya yang kamu butuhkan untuk mencari Assasin rank Mythril. Kami akan memberikan waktu 7 hari di mulai dari sekarang." Rob menekan jam tangannya dan menekan tombol untuk hitung mundur.
"Jika sumber daya uang, pembunuh bayaran rank Mythril tidak akan tertarik." Ryuga menjentikan jari, lalu muncul botol hijau, botol biru, botol ungu, botol jingga dan botol merah.
"Apakah itu kurang menarik? Kiyu jelaskan!" titahnya.
"Semua itu adalah potion pengembangan dari rekanan UniverseRuler di sektor Trunyan. Seperti kita ketahui botol hijau adalah heal potion, botol biru adalah stamina potion. Tapi yang dijual dipasaran itu hanya potion sampah."
Kiyu mengambil botol hitam dari saku bagian dalam bajunya lalu menenggaknya sampai habis. Itu adalah racun yang paling mematikan di duna akan bereaksi dalam 5 detik.
Sebelum lima 5, Kiyu mengeluarkan belati dan memotong tangan kirinya dengan belati tanpa rasa sakit sedikit pun.
Setelah 5 detik tubuh Kiyu langsung tumbang dan wajahnya pucat. Vouge dan BlackCorn sangat ketakutan melihat pertunjukan Kiyu.
Sam mengambil salah satu botol hijau lalu diminumkan pada mulut Kiyu. Kondisi tubuhnya sudah mati 3 detik. Dalam sekejap mata, Kiyu bangkit kembali dengan tangan kiri yang tumbuh dengan cepat.
"Ti-tidak mung-mungkin?!" Vouge dan BlackCorn melebarkan mata, heal potion buatan Vanya bisa membangkitkan manusia yang telah mati.
"Jangan terkejut, heal potion itu efek kebangkitannya bisa digunakan jika orang yang mati tidak boleh melewati 1 menit. Itu masih bisa dibangkitkan," Jelas Kiyu.
"Sekarang pilihan ada di tangan kalian. Jika kalian berhasil, menara Titania akan kami bangun tepat di tengah-tengah kota Bloodfallen." Vouge dan BlackCorn melebarkan mata dengan senyum yang mengambang, karena pernyataan Rob.
"Kami akan menjalankan sebaik mungkin. Kami izin pamit, dan akan membawa 1 lagi Assasin rank Mythril." Vouge dan BlackCorn berlutut satu kaki dan menunduk hormat lalu menghilang dari pandangan.
__ADS_1
***
Bandara International, Hokkaido.
"Vouge, apa kita yakin akan pergi ke London yang sekarang menjadi bagian sektor Giwa Pranala?" tanya BlackCorn dan melanjutkan, "Waktu kita hanya 7 hari, mana mungkin menemukan bibit Assasin setara rank Mythril atau diatasnya."
"Ya kita akan bertaruh dengan informasi yang tidak penting. Atau bahkan harus berhadapan dengan pemimpin Linuix Corporation. Aku dengar orang itu belum memutuskan, dan kita punya kesempatan untuk merekrutnya, dengan semua sumber daya ini. Aku yakin kita bisa, jangan menyerah." Vouge meninju telapak tangannya dan menggenggam erat kepalan tinju itu.
"Aiiih ... ya sudahlah. Aku tak peduli, gagal atau sukses kita akan selalu bersama. Ayo kita cepat masuk pesawat!" kata BlackCorn pasrah.
***
Sektor Giwa Pranala, London.
Pria berambut merah memakai pakaian setelan Street Style, sedang duduk di halte menunggu bus datang.
Dia adalah Akira Pratama yang sudah kembali dari dunia shinobi dan portal Infinity Sky 3 tahun lalu.
Tiba-tiba taksi berhenti di depannya, dua pria paruh baya keluar dari dalam taksi bergantian.
"Bang, ini bayarannya." Vouge memberikan uang kertas 10 rupiah membuat supir itu bergetar hebat tangannya.
"Maaf, tuan. Ini terlalu ba-banyak," ucapnya.
"Tidak apa-apa. Ambil saja." BlackCorn mengibaskan tangan.
Vouge melirik beberapa kali ke arah Akira memberikan kode pada BlackCorn dan hanya mengangguk.
Lalu mendekati Akira dan duduk di sampingnya, "Maaf, tuan. Aku sedang mencari seseorang. Apakah tuan kenal, aku dari Neo Japan?"
Akira bungkam dan dingin, tetap menatap ke depan, melihat lalu lalang mobil yang lewat. "Tuan!" BlackCorn kembali memanggil Akira.
__ADS_1
"Ke intinya saja. Aku tahu siapa kalian?" Akira yang tiba-tiba buka suara membuat Vouge dan BlackCorn tersenyum kecut.
"Kita berbicara di ruangan yang tertutup, tuan Akira. Mari!" Raut wajah Akira langsung cerah dan dingin, ternyata kedua orang yang didepan Akira tahu namanya.
Bagi Akira nama adalah alunan yang indah bagi dirinya. Setidaknya Vouge dan BlackCorn sudah berlaku sopan dengan memanggil namanya.
Semua ini sudah dirancang oleh Josephine dan Ryuga, untuk mendapatkan Akira masuk ke dalam organisasi Titania.
Tapi itu semua tergantung Vouge dan BlackCorn yang melakukan negosiasi dengan Akira.
Setelah Akira keluar dari dunia shinobi dan portal Infinity Sky. Beberapa kemanpuannya hilang termasuk byakugan dan sharingan, levelnya juga turun drastis dari level 13 turun ke level 10. Tapi ia hampir seperti Ryuga bahkan melebihinya dengan mempunyai aura God tapi Akira tidak sadar.
Itu kalau Ryuga tidak menggunakan skill Awakening Drive, tentu Ryuga akan kalah aura leadership.
Mereka bertiga duduk di ruangan VVIP restoran, "Kenapa anda berdua jauh-jauh mencariku? Tuan Josephine mengatakannya padaku tentang seseorang yang mencariku," tanya Akira menyelidik.
"Itu sebenarnya berat, tapi apakah tuan Akira membutuhkan batu loncatan? Aku dengar anda punya masa lalu yang kelam dan ingin membantu sebuah desa dan membutuhkan uang banyak." Justru Vouge malah bertanya balik membuat Akira kesal.
"Aku tak suka orang yang basa basi. Katakan saja apa mau kalian!" Suara Akira meninggi karena Vouge terlalu bertele-tele.
BlackCorn menghela nafas panjang lalu menarik dalam-dalam, "Sebenarnya kami dari organisasi Assasin Titania sedang membutuhkan satu anggota baru."
"Ha-ha-ha ...." Akira tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan BlackCorn dan melanjutkan, "Kalian mau merekrutku menjadi pembunuh bayaran? Ha-ha-ha ...."
"Ya." BlackCorn dan Vouge mengangguk tegas.
"Aku minta uang muka 1 juta Poundsterling. Jika kalian ingin merekrutku, mudah bukan?" Akira melipat tangan dan menyandarkan punggungnya ke sofa.
BlackCorn dan Vouge meneguk salivanya, mendengar permintaan Akira yang cukup banyak uangnya. "Baiklah, jika itu mau anda tuan Akira. Tapi kami ingin mengetes anda terlebih dahulu, apakah anda sesuai yang kami cari?" Vouge mengeluarkan ninjato miliknya yang sudah lama tak digunakan.
"Baiklah, aku juga sudah lama belum meregangkan otot-otot ini." Akira tersenyum tipis.
__ADS_1