SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 180 Insiden Tak terduga


__ADS_3

[Blangtungpak blaem-blaem]


[Selamat, juragan berhasil menyelesaikan misi]


--------------------¤----------------------


Misi tersembunyi: Selesaikan portal Infinity Sky dan bantu Gladys menjadi Divya


Hadiah: 100.000 Rainbow Cake dan 100 Apem Cake


Hukuman: Gladys akan terjebak selamanya di dalam portal Infinity Sky


Batas waktu: 24 jam (12 jam 05 menit 56 detik)


---------------------¤---------------------


[Hadiah 100.000 Rainbow Cake dan 100 Apem Cake telah ditransfer ke inventori sistem]


"Rupanya sudah pagi. Aku harus keluar segera dengan Gladys, dia harus bekerja pagi ini." Ryuga membatin.


"Ayo kita keluar. Kamu harus bekerja, oh ya minum ini untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Tak terasa sudah 12 jam kita di dalam portal ini," lanjut Ryuga memberikan 10 heal potion pada Gladys dan menenggaknya habis tak tersisa.


"Analisa status Gladys!" titah Ryuga dalam batin.


[Blangtungpak Blaem-Blaem]


----------¤----------


Nama: Gladys Kusuma


Level Divya :3 (0/50.000.000)


Energi Veda: 1000/1000

__ADS_1


Kuasa: Primordial level 3 Devastation Eye


Ras: Primordial


Skill: Eagle Eye, White Eye, Devastation Eye, Bloodles Style


Weapon: Dagger Flute


----------¤----------


[Gunakan kapsul kristal untuk meningkatkan level Divya]


"Waduh!" Gladys menepuk jidatnya sendiri mendengar perkataan Ryuga bahwa mereka sudah berada di dalam portal sudah 12 jam. Manik matanya berkeliling melihat tubuhnya sendiri yang berlumurah darah monster dan bingung, dia harus bekerja dengan baju yang sangat kotor seperti itu.


[Selamat juragan mendapatkan Rp.1.440.000 karena berkedip sebanyak 28.800 kali dalam 24 jam. Evolt sudah l uang tersebut ke dalam saldo sistem]


Ryuga langsung tanggap, "Kokobot beli pakaian military fashion style dan baju seragam kerja Gladys. Apakah bisa membeli baju kustom, aku tak ada waktu," titahnya dalam batin.


[Blangtungpak Blaem-Blaem. Bisa, Evolt akan memindai bajunya]


Ryuga mengernyit dan bertanya dalam batin, "Evolt, itukah kamu?"


[Ya, juragan. Keren bukan?]


"Ya, ya. Kamu sangat keren." Ryuga takjub dengan bentuk Evolt yang sangat keren dan sangat berkharisma.


[Pemindaian berhasil. Masuk dalam casual fashion style. Berhasil memotong uang dari saldo sistem sebesar Rp.2.000.000 untuk membeli pakaian military fashion style dan casual fashion style. Semua item sudah ditransfer ke dalam inventori sistem berupa jam tangan ruang]


Ryuga segera mengeluarkan jam tangan ruang dari inventori sistem dan memberikannya pada Gladys, "Ini jam tangan ruang penyimpanan. Kamu sudah tahulah. Di dalamnya ada baju, kamu bisa menyimpan Dagger Flute ini ke dalam jam tang tersebut."


Gladys langsung memakainya di pergelangan tangan kiri. Jam tangan berwarna hitam bentuknya seperti jam tangan merk G-Shock. Lalu menyimpan Dagger Flute ke dalamnya, cukup disentuh pada layar, belati emas itu langsung terhisap masuk.


Mereka keluar dari portal dan langsung tiba di bagian belakang Mall Living World, tempat masuk para karyawan Mall.

__ADS_1


Teman-teman Gladys termasuk Mario dan Manajernya keningnya berkerut, "Glad, kamu berburu monster sekarang?" tanya Jirson manajer Restoran Baranangsiang, tempat Gladys bekerja.


"Ya, pak. Maaf, aku diajak tuan Ryuga untuk berburu. Disini-"


Ryuga langsung memotongnya, "Ya, pak, maaf. Aku yang mengajaknya, Gladys butuh uang banyak. Anda tahu dan Gladys sudah bercerita semuanya. Dia selalu ditindas oleh keluarganya, makanya Gladys butuh uang untuk menyewa apartemen. Ia ingin tinggal mandiri. Tuan-tuan juga sudah tahu kan peraturan Guildku?"


Ya, Guild Ryuga memang sudah terkenal dengan peraturan membeli mayat monster level Gold ke atas. Tapi para Divya yang tidak terikat guild hanya menjual mayat monster pada Guild Storm Gravity, dan tidak menjadi anggota Guild karena peraturannnya ketat meskipun penawarannya sangat menggiurkan.


Pemerintah Sangakam sengaja menutupi informasi tentang hilangnya semua portal. Guna para warga dan Divya tidak terlena dengan keamanan. Jadi bisa terus waspada jika suatu saat nanti portal muncul kembali.


Jirson dan Mario memang sedikit kesal ketika melihat Gladys berlumuran darah karena berburu monster. Karena takut mengganggu pekerjannya.


Tapi mereka tidak berani mengungkapkan hal itu, dan seperti biasanya Ryuga selalu bisa membaca kondisi dengan baik.


"Tuan-tuan. Aku meminta maaf jika Gladys membuat kalian kecewa, hari ini aku akan membantunya bekerja. Tapi setelah ini, aku akan membawa Gladys yang artinya Gladys harus keluar dari tempat pekerjaan kalian. Aku akan membayar kompensasi atas penalti yang mungkin Gladys dapatkan jika memutuskan perjanjian kontrak secara sepihak. Katakan berapa?"


Ryuga langsung saja pada intinya, dan tidak bertele-tele. Gladys hanya terdiam, karena hidup matinya di tangan Ryuga saat ini. Bahkan Gladys rela membayar tubuhnya atas semua pemberian yang tak bisa diberikan olah Divya manapun yaitu kebangkitan Divya.


Ryuga melirik Gladys memberi kode untuk masuk kerja dan berganti pakaian. Sementara Ryuga akan ke ruangan manajaer untuk mengurus Gladys keluar dari tempatnya secara baik-baik.


Jirson mau tak mau harus melepas Gladys, meski Gladys adalah karyawan favorit pelanggan, bukan karena cantik dan imut, tapi Gladys sangat ramah dan selalu membuat pelanggan nyamam juga senang pada pelayanannya.


"1 milyar," kata Jirson tegas mengungkapkan penalti yang harus dibayar oleh Gladys. Jirson memang tak ingin Gladys keluar dari restoran yang dipimpinnya, sangat berat itu memang sangat berat bagi Restoran Baranangsiang.


Ryuga acuh, uang 1 milyar tak ada apa-apanya. Karena ia punya banyak uang yang tak tersinkronisasi dengan saldo sistem. Tapi terkoneksi dengan ibu jari, smartphone, kartu atm, retina mata dan wajahnya.


Uang itu Ryuga dapatkan dari seluruh cabang guild-nya juga dari kerjasama dengan klan Smith dan klan Kismoyo. Pendapatan terbesarnya adalah dari sektor Trunyan yang menjual potion buatannya sendiri.


"Oke." Ryuga acuh dan menempelkan ibu jarinya ke alat pindai pembayaran. Alat itu berbunyi 'Transaksi berhasil'.


Jirson mengernyit, ia tidak percaya Ryuga mau saja membayar penalti yang sengaja ia beri nominal besar agar Ryuga mundur. Tapi diluar dugaan malah Ryuga membayarnya dengan acuh.


Gladys sudah berganti pakian seragamnya dan sudah membuka pintu kaca dan memasang papan pengumuman yang bertulisakan 'Open'.

__ADS_1


Tapi dia tidak tahu jika Zaka dan Zaki langsung memukul pintu kaca tersebut, saat Gladys membelakanginya dan dalam keadaan tidak siap.


Pintu kaca hancur, Gladys terpental tubuhnya dan menabrak meja serta kursi hingga membuatnya hancur. Tubuh Gladys juga banyak lecet, semua karyawan tidak ada yang berani menolong Gladys. Ryuga tidak mendengar keributan tersebut karena. berada di ruang manajer yang kedap suara dari luar.


__ADS_2