
Di saat Kaze'yu menyerang dengan ribuan tangan laba-laba runcing yang keluar dari permukaan kristal. Tim Kira masuk ke dalam piramida tirta yang diselimuti oleh permukaan kristal nila, Ryuga mengernyit. "Gawat!"
'Jleb-jleb-jleb!'
Ketua Assoasi guild cabang Sriwijaya, Graig tertusuk dari bawah hingga tertembus ke ubun-ubun. Disusul Baros, ketua Assoasi guild cabang Giwa Pranala, Zark, ketua Assoasi guild cabang Trunyan, Mery, ketua Assoasi guild cabang Martapura, Rosy, ketua Assoasi guild cabang Nagana, dan Emely, ketua Assoasi guild cabang Majaphit mengalami nasib yang sama seperti Craig.
"Aaaakh ...!" Mereka berenam memekik keras, menyemburkan darah lalu tewas seketika.
"Tidak!" Datuk Azim Wirawan berteriak histeris melihat teman-temannya tewas di depa matanya.
Sesaat kemudian, Datuk Azim Wirawan mengeraskan rahang, dan menatap nanar Kaze'yu.
Sebagai ketua mereka harus berada di depan, untung saja posisi Datuk Azim Wirawan berada paling belakang.
Ryuga tidak sempat menolong, karena sedang bertarung dengan Venomous Audrey dan membelahnya menjadi beberapa potongan dengan skill blood dancer.
Angelina dan Reyna sama sekali tidak melihat Ryuga, karena menggunakan skill silent Vanish. Mereka berdua berinisiatif menyerang balik untuk membalas dendam.
Angelina memakai senjata andalannya ultima, berupa satu sarung tangan berwarna ungu kemerahan dan Reyna membawa dua tongkat vajra berwarna merah kehitaman.
"Grim hand!"
Angelina mengepalkan tinju dan meninju ke telapak tangan kirinya. Muncul tangan berwarna ungu besar dari magic circle yang berada di atas Black Fairy Queen dan Ruckha Branches yang sedang saling memunggu serta menyembuarkan hawa uap panas juga hawa dingin.
'Boom!' Pukulan tangan itu berhasil menimpa keduanya. Mereka hanya mengalami retak tulang, tubuhnya tidak apa-apa.
"Apa?!" Angelina melebarkan mata. Skill-nya yang cukup kuat tak membuat mereka berdua tewas.
Reyna yang melihat mereka berdua terkapar bersiap menyerang, "Heavenly God of war!"
"Reyna, jangan lakukan skill itu! Sangat berbahaya!" Ryan berteriak dan berlari cepat untuk menghentikan Reyna.
Tapi sayang Reyna sudah menembakan bola emas yang sangat besar ke arah Black Fairy Queen dan Ruckha Branches lalu meledak.
'Booom!' Ledakannya mengeluarkan gelombang kejut yang sangat kuat hingga menghempaskan semua wilayah piramida tirta. Permukaan kristal pun luruh dan menjadikan semua permukaan air, rawa beracun dan air terjun rata dengan tanah serta menjadi gersang.
'Swush!' Serangan itu belum berhenti dan terjadi fluktuasi udara, semua Divya termasuk Ryuga juga ikut terhempas sejauh 500 meter. Giant Venom Spider, Black Fairy Queen, dan Ruckha Branches tewas seketika, menyisakan Kaze'yu yang terkapar dalam keadaan sekarat.
__ADS_1
Tubuh Reyna dipenuhi guratan merah menyala dari otot-ototnya yang terbakar. Tubuhnya pun berwarna coklat dan mematung lalu perlahan luruh tapi masih bisa bernafas.
"Aku akan membawamu ke alam baka. Thousand hand!"
Kaze'yu menyeringai dan tubuhnya berkedip lalu mencengkram tubuh Reyna dengan tangan laba-laba. Dan akhirnya ....
'Jleb!'
"Guhak!" Reina jantungnya tertusuk dari belakang dan memuntahkan darah.
Zhang Kuku berlari cepat dengan sedikit terhuyung untuk menghentikan Kaze'yu. Tapi sayang ....
'Boom!'
Kaze'yu meledakan diri, Zhang Kuku dan Reyna juga tewas terkena ledakan.
"Zhang ...! Reyna ...!" Semua orang berteriak histeris termasuk Ryuga dalam keadaan terkapar tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Ryan menangis sesenggukan dengan menundukan wajah, "Adikku, kenapa kamu melakukan ini." Lalu memukul-mukul permukaan tanah, menyesali perbuatannya yang tidak bisa menjaga Reyna, adik kembar kesayangannya.
"Area of extreme heal!"
Vanya mengaktifkan skill seal of eternity untuk menyembuhkan semua orang yang tersisa 18 orang termasuk Ryuga.
Ryan berlari ke arah Ryuga dan mencengkram kerah bajunya, "Leader tolong Reyna, Leader! Aku mohon! Aku akan berikan apapun asal Reyna bisa hidup lagi. Aku mohon leader."
Air mata Ryan terus berjatuhan dan membasahi pipinya. "Aku meminta maaf Ryan. Aku tidak bisa menghidupkan Reyna," katanya dengan raut wajah sedih.
Ryan terduduk lemas di depan Ryuga dan sudah putus asa, "Lebih baik aku juga ikut mati!" lirihnya.
Kemudian Ryan melanjutkan dengan mengeluarkan 10 botol elixir potion dari jam tangan penyimpanannya, "Aku sudah tak peduli lagi dengan dunia ini."
Sontak semua orang kecuali Ryuga mengernyit, "Jangan bodoh Ryan. Itu bisa membunuh seluruh pikiranmu!" teriak Kira dan berlari ke arah Ryan.
"Aku tak peduli guru." Kira sudah terlambat, Ryan sudah menenggak habis semua botol elixir potion dan meraung keras, "Aaaaaargh ...!"
Filza, Angelina, Raras, dan Dyer berlari juga ke arah Ryan, mencoba menghentikannya semoga saja masih bisa diselamatkan.
__ADS_1
'Jleb!' Kira menyuntikan satu dosis vaksin immprtal tapi tak bereaksi apa-apa pada Ryan. Tapi sayang Ryan tubuhnya terus membesar, kesadarannya sudah hilang dan terus meraung keras hingga menggetarkan wilayah piramida tirta.
Semua orang kembali terpental. Terkena gelombang kejut akibat raungan keras Ryan yang sudah berubah menjadi raksasa dengan tinggi 100 meter, di punggungya ada roda dengan 6 jari roda dan setiap jarinya melewati putaran roda. Muka Ryan tertutup topeng hollow Ichigo.
Emperor deity ball tirta pun yang baru keluar dari dalam tubuh Kaze'yu, terbang melesat ke arah tubuh Ryan.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Terdeteksi Divya terinfeksi virus Evolt rank SSS dan akan menjadi ras monster dengan level Seraphium]
[Nama: Sentinel
Level: Seraphium
Race: Deity
Elemen: Ocean]
[Skill:
Endless yaitu Sentinel melepaskaskan semua kuasa water dari mulai kuasa water, kuasa string, kuasa poison, kuasa steam, kuasa crystal, kuasa frost, kuasa riveros, dan kuasa ocean tanpa henti selama 1 menit. Jarak serang radius 1 km]
[Rapid Ocean Punch, yaitu Sentinel memukul bertubi-tubi target. Jarak serang 100 meter]
[Immortal Beam, yaitu Sentinel menembakan sinar laser pelangi dari kedua matanya. Jarak serang 200 meter]
Ryuga mengernyit, sedangkan yang lain bersiap menyerang tapi dihentikan oleh Ryuga. "Jangan mendekat, monster itu berbahaya. Kalian tidak bisa melawannya. Levelnya jauh berbeda, dia berada di level Seraphium lebih tinggi dari boss monster di lantai sebelumnya!"
"Gluk!" Semua orang menelan salivanya, termasuk Gemusha dan Inusha. Betapa kuatnya Crucible dan Starklin meskipun di level Belzanium.
Kali ini mereka mendengarkan Ryuga dan berlari ke arah pintu masuk piramida tirta. Hanya meninggalkan Ryuga seorang diri dan Sentinel.
Dengan menepuk dada sentinel tertawa jahat, "Kau ini manusia kecil dan lemah seperti lalat. Aku akan penyekan kau jadi keripik emping. Rapid ocean punch!"
Sejurus kemudian, Sentinel memukul Ryuga bertubi-tubi dengan hempasan samudra di setiap pukulannya. Ryuga tersenyum senang, kali ini ia bisa bertarung dengan Ryan meskipun dalam bentuk monster. "Ayo, keluarkan semua kemampuanmu!"
'Bam-bam-bam!'
__ADS_1