
'Gooong!'
Suara gong ditabuh dan begitu memekakan telinga. 50 Divya termasuk Impel, Drowney, Giorgio, Robi, dan Goldwin tubuhnya tidak bergerak di atas salah neraca timbangan besar.
Ryuga menengadahkan tangan ke atas dan menyeringai, lalu membaliknya, "Pertanyaan pertama, siapa nama kalian?"
Impel, Drowney, Giorgio pemilik dimensi ini saja pasti tahu jawabannya, karena setiap pertanyaan harus dijawab jujur.
Mereka begitu bersemangat dan menjawab dengan jujur, karena pertanyaan Ryuga sangat mudah.
"Impel."
"Drowney."
"Giorgio."
"Robi."
"... ...."
Semua Divya menjawab jujur dengan nama mereka masing-masing. Tapi tidak dengan Goldwin yang sangat teliti. Sedari tadi dia terus menganalisa dan memperhatikan Ryuga, makanya ia menjawab dengan lantang, "Ryuga Himura!"
'Gong-gong-gong!'
Suara gong berbunyi 3 kali di telinga 49 orang dan satu kali di telingan Goldwin. Jika berbunyi 1 kali maka jawaban benar, jika 3 kali maka jawaban salah.
Ryuga menyeringai dengan tertawa cekikikan lalu bertepuk tangan tiga kali, "Selamat tinggal!"
49 Divya seperti terlontar oleh kursi pelontar. Tubuh mereka terlontar ke udara dan terjun ke jurang yang sangat dalam, di ujung jurang ada banyak duri-duri raksasa sangat tajam.
"Aaaaakh ...!" Mereka memekik keras setelah perut dan dada mereka tertusuk duri-duri raksasa. Dipikiran mereka ini sangat nyata padahal ini seperti mimpi.
Ryuga menjentikan jari, tubuh mereka kembali ke neraca timbangan dengan nafas tak beraturan. Tubuh mereka utuh, namun jari-jemari kiri mereka hilang, ketakutan mereka terhisap ke dalam Psycho Clown Ball garis satu yang dipegang Geminu Afkham.
Tentu saja membuat Geminu Afkham tertawa kegirangan, "Lanjutkan terus saudaraku. Bunuh mental mereka, jangan beri ampun, ha-ha-ha!"
'Gooong!'
Gong kembali ditabuh dan sangat memekakan telinga lebih dari sebelumnya. Ryuga menyeringai dan bertepuk tangan kegirangan, "Bagaimana? Sungguh nikmat bukan? Kita lanjutkan pertanyaan selanjutnya? Apakah kalian pernah mencuri?"
__ADS_1
Mereka terdiam dan tak ingin gegabah kali ini. Goldwin tetap masih teliti, tapi pertanyaan ini sungguh sulit kata kunci yang diberikan oleh Ryuga.
Setelah satu menit tidak ada yang menjawab karena bimbang. Ryuga kembali menyeringai, "Waktu kalian tinggal 1 menit! Jika tidak ada yang menjawab, maka tubuh kalian tetap terlempar!" Lalu tertawa cekikikan.
Impel, Drowney, Giorgio, dan Robi serta 20 Divya penjaga menara Cruzio menjawab serentak, "Tidak pernah!"
15 Divya diam tak menjawab bersama Goldwin, sisanya 10 orang menjawab serentak, "Ya, pernah!"
'Gooong-gooong!'
Berbunyi dua kali, 24 orang terdiam di neraca timbangan termasuk Impel, Drowney, Giorgio, dan Robi.
Sisanya 25 orang bersama Goldwin, hilang dari pandangan terhisap lubang hitam dan dimunculkan di dalam ruangan. Dalam ruangan tersebut sangat gelap, hingga terasa sangat dingin dan mencekam.
Ada suara geraman ular bermata banyak dan suara desisan mengelilingi 26 orang Divya. Mereka semakin takut ketika kulita mereka dijilati oleh lidar ular besar tersebut. Kondisi mereka sama sekali tidak bisa bergerak.
Sejurus kemudian satu persatu kepala mereka ditelan mentah-mentah secara perlahan, suara erangan dan pekikan membuat yang belum dilahap menjerit histeris.
"Tolong! Tolong!" Percuma saja berteriak histeris dan meminta tolong, akhirnya dilahap juga.
26 Divya kepalanya terputus dan di lahap ular bermata banyak dengan semua rongga mulutnya bertaring.
'Ctak!'
Geminu Afkham semakin senang Psycho Clown Ball bergaris satu energinya sudah penuh dan beralih ke bola yang bergaris putih dua.
50 orang di dalam timbangan tetap tak bergerak dan mematung, tapi mata dan mulut mereka masih bisa digerakan.
Dalam hati mereka, kini mulai kembali menganalisa pertanyaan Ryuga. Dengan kesalahan mereka beberapa saat yang lalu mereka bertambah pintar, untuk menjawab dengan benar. Tapi pertanyaan juga harus dijawab dalam 2 menit, yang tidak menjawab juga kena hukuman.
Ryuga masih menyeringai lalu tertawa cekikikan, tubuhnya diam dan masih melayang di atas kedua batas neraca timbangan kiri dan kanan. "Pertanyaan ketiga, kalian sedang memainkan permainan apa sekarang?"
"Dark game!" 50 Divya serentak menjawab penuh percaya diri.
'Goong!'
Ketukan bunyi gong satu kali berarti jawaban itu benar. Ryuga masih dalam keadaan menyeringai lalu membalikan badan dan mengulang pertanyaannya, "Kalian sedang memainkan permainan apa sekarang?"
Mereka terdiam sesaat, dan tetap menjawab, "Dark game!" Ryuga tertawa cekikikan dan membuat bergidik ngeri.
__ADS_1
Waktu masih tersisa 30 detik, Impel menjawab dan sudah memperhatikan gerak-gerik Ryuga, "Cinta satu malam!"
"Nikmat-nikmat!" jawab Drowney.
"Polisi tangkap penjahat!" jawab Giorgio.
"Gali lubang tutup lubang!" jawab Robi.
Goldwin ragu dan masih tidak menjawab hingga waktu habis.
'Gooong-gooong-gooong!'
Gong berbunyi tiga kali menandakan jawaban banyak yang salah. Goldwin dan 45 Divya penjaga di lempar ke jurang sebelumnya dengan duri-duri raksasa sangat tajam dan panas.
'Jleb-jleb!'
"Aaaaakh ...!" Mereka memekik keras termasuk Goldwin. Semakin lama semakin panas dan sakit, "Aaaakh ...! Tolong! Tolong keluarkan kami, uuukh ...!"
Ular yang memiliki banyak mata, tiba-tiba datang dan menyemburkan api yang sangat panas ke mereka semua.
"Ampun! Hentikan!" Mereka merasakan kesakitan yang amat sangat seperti di neraka.
'Ctak!'
Ryuga kembali menjentikan jari, benar-benar sadis dan kejam siksaan menara Cruzio. Menara yang diciptakan oleh Queen Aranya.
Mereka kembali ke neraca timbangan, jiwa mereka telah kehilangan kaki mereka. Bukan hanya yang salah menjawab, tapi juga yang benar menjawab. Selama mereka mengeluarkan ketakutan, maka jiwa mereka perlahan akan lenyap dan dikonversi menjadi energi Zerocity.
"Kenapa dengan tubuh kami?" tanya Goldwin dengan raut wajah pucat pasi karena takut mati. Nafasnya masih tak beraturan merasakan kesadisan siksaan Ryuga.
"Itu karena kalian ketakutan. Bukan masalah benar atau salah, tapi karena ketakutan-" Baru saja Impel menjawab, mulutnya sudah di jahit oleh sesosok malaikat kematian berjubah hitam dan bermuka tengkorak.
Ryuga tertawa jahat, tubuhnya sudah sepenuhnya menjadi Jester dengan rambut hitam tajam ke belakang sampai pinggang. "Kamu memang bodoh. Dilarang saling berbicara! Kalian berdua di hukum! Rasakan!"
Tubuh Goldwin dan Impel melayang ke arah Ryuga dan dicekik hingga tak bisa bernafas. Ryuga menyerap energi kehidupannya dan mengubahnya menjadi energi Zerocity.
Mulut mereka tertutup, tadi kaki sekarang paha mereka hilang. Mau menjerit mereka tidak bisa, justru membuat Divya yang lain semakin ketakutan. Akhirnya mereka juga kehilangan kedua pahanya.
Ryuga menatap sinis, "Sungguh kalian Divya yang lemah. Bisa naik level 8 tapi sungguh lemah, benar-benar lemah!"
__ADS_1
Kemudian tubuhnya melayang mendekati Robi, "Mana? Katanya kau ingin membunuhku! Ayo bunuh, ayo! Ha-ha-ha!"