
Flashback 3 tahun yang lalu.
"Kak, aku izin pergi. Hari ini aku mau melamar kerja." Gladys mencium punggung tangan Zaka dan Zaki bergantian.
"Kamu ada uang saku? Ini kakak ada." Zaka menyodorkan uang 100.000 pada Gladys.
"Tidak usah kak." Gladys menggeleng. Ia tak merepotkan kedua kakaknya yang baru saja dipecat dari perusahaannya.
Zaka dan Zaki memang bukan Divya yang kuat hanya level 1. Tapi mereka berdua Machinist yang cukup handal dan marketer ulung. Mereka berdua dituduh menggelapkan uang mobil pelanggan, padahal mereka tidak melakukannya. Mereka pasrah dan menerima kenyataan tersebut.
Mereka bertiga adalah anak yatim piatu di panti asuhan di Jakarta Selatan. Suatu hari ibu angkatnya Hartini ingin mengadopsi Gladys yang berumur 7 tahun, tapi Zaka dan Zaki menolak. Jika ingin mengadopsi Gladys mereka berdua juga ikut.
Satu tahun kemudian Hartini meninggal dan mereka bertiga di asuh oleh adik Hartini bernama Amrun.
Amrun dan istrinya sangat gila harta dan serakah. Mereka bertiga disekolahkan tapi dengan syarat harus bekerja paruh waktu dan harus bawa uang setiap hari minimal 100.000/anak.
Jika tidak mendapatkan uang, mereka akan dikurung di kamar mandi sampai pagi dan tidak diberi makan.
Sampai besar pun dan sudah mendapatkan pekerjaan, mereka bertiga tetap menjadi mesin penghasil uang bagi Amrun.
Sudah 4 bulan Zaka dan Zaki menganggur serta mencoba pekerjaan yang lain. Tapi tetap saja belum mendapatkan pekerjaan.
Dulu mereka sewaktu kecil masih bisa mengemis untuk mencari uang. Tapi mereka sudah besar, tidak mungkin lagi mencari belas kasihan orang lain seperti dulu.
Hingga suatu pagi setelah Gladys pergi. Pintu rumah Amrun diketuk oleh orang yang tidak dikenal. Pria berjubah hitam tersebut memang orang yang diminta Amrun ke rumah, tujuan Amrun menjual Zaka dan Zaki.
Umur Zaka dan Zaki saat ini adalah 28 tahun. Pria itu dibukakan pintu oleh Amrun dan tersenyum smirk. Lalu menarik nafas dalam-dalam mencium aroma Zaka dan Zaki, "Sungguh wangi, sungguh sangat wangi!" kata Jester.
Seperti biasa pagi ini mereka berdua sudah bersiap mencari pekerjaan dan memakai kemeja putih juga celana hitam, sangat rapi.
"Zaka, Zaki! Kemari nak!" Amrun memanggil mereka lembut. Membuat mereka berdua heran, tidak seperti biasanya yang selalu kasar dan sadis.
"I-iya, tu-tuan!" sahut Zaka dan Zaki serentak.
Walau itu ayah angkat mereka bertiga. Zaka, Zaki, dan Gladys tidak diperkenankan memanggil Amrun dan Yunita ayah juga ibu. Tapi tuan dan nyonya.
Mereka keluar kamar tanpa ada rasa curiga, dan menemui Jester juga Amrun. "Ini tuan Jester. Tuan ini butuh pegawai di divisi distribusi barang, gajinya cukup besar. Bahkan bisa membuat kalian kaya, apa kalian mau?" bujuk Amrun tersenyum smirk.
"Kalian juga bisa langsung bekerja saat ini. Tapi ...." Amrun mundur dan mengeluarkan tongkat listrik dari jam tangan ruang milikny, lalu memukul tengkuk Zaka dan Zaki dengan tongkat listrik. Mereka berdua limbung dan jatuh pingsan.
'Ctak!'
__ADS_1
Jester tersenyum puas dan menjentikan jari, "Psycho dimension!" Muncul pusaran hitam dan menyerap tubuh Zaka dan Zaki.
Portal itu masih muncul dan Jester memberikan tas berisikan uang 10 milyar rupiah, "Aku tak sangka orang culun sepertimu mempunyai anak angkat yang sangat berbakat."
Setelah itu Jester masuk ke dalam pusaran hitam, meninggalkan Amrun yang tersenyum puas dan sangat senang.
Zaka dan Zaki sekarang masuk dalam dimensi ciptaan Jester, berisikan para manusia yang sudah dikendalikan oleh Jester dengan narkotika Floux.
Jester membutuhkan jiwa jahat mereka untuk membangkitkan anggota Danger Psycho Seven yang masih tersegel di dalam Psycho Clown Ball yang berhasil ia temukan di dalam pusara rahasia yang telah disegel oleh Agito dan Vera.
Jester menginjak kepala Zaka dan menyuntikan Floux ke tengkuknya. Lalu melakakukan hal yang sama pada Zaki.
Tubuh mereka spesial dan langsung menjadi kekar, tapi merubah sifat mereka 180 derajat. Dari Zaka dan Zaki yang ramah menjadi galak, temperamen dan sadis suka menyiksa.
Akhirnya mereka berdua menggeluti bisnis haram peredearan Floux ke seluruh sektor Siliwangi. Dan tentu saja di Indonesia.
Kehidupan mereka bergelimang harta tapi tak punya tempat untuk tinggal. Mereka akan pulang yaitu hari jumat.
Setelah kejadian itu, Zaka dan Zaki sering menyiksa Gladys tanpa alasan. Bahkan dengan lantang bahwa Alam Sutera adalah daerah kekuasaannya. Banyak pejabat kepolisian dan TNI yang menjadi budak Jester. Tentu saja memudahkan Zaka dan Zaki untuk menyebarkan Floux.
Flashback end.
Saat ini.
Zaki mencekik adik kesayangannya itu, tanpa merasa salah dan dosa. Tatapannya seperti seorang psikopat dan tak ada yang berani mencampuri urusan mereka berdua.
Warga sipil Alam Sutera tahu siapa mereka berdua, dan tak mau berususan dengan mereka berdua. Tapi saat ini Afkham dan Jester sudah tiada, pengaruh budak pada kepolisian dan TNI sudah lenyap.
Mereka berdua meminta uang pada Gladys, karena perubahan tampuk kepemimpinan DPS oleh Dyer yang sudah dirasuki Bilevin, tidak menguntungkan mereka berdua.
Bilevin suka kekacauan di antara para gembong Floux dan menginginkan perang antar gembong. Bilevin menaikan harga Floux dari 1 juta/kg menjadi 10 juta/kg.
Zaka dan Zaki tidak punya uang lagi untuk membeli Floux dari Bilevin. Mereka terlalu asyik setiap hari bersenang-senang dengan para wanita tuna susila langganannya dan mabuk setiap hari.
"Kyaaak!" Gladys menjerit, tubuhnya dilempar oleh Zaki sangat keras ke arah tiang listrik. Ryuga menoleh dan melihat Gladys 10 cm lagi mengenai tiang, bisa saja di mati terbelah dua karena terlalu kuat.
"Trickster!" Penjual gorengan kaget Ryuga sudah tak ada di depannya lagi dan langsung lari menganggap Ryuga hantu.
Tubuh Gladys berhasil di tangkap oleh Ryuga dan syok berat. Ryuga marah jika melihat wanita disakiti.
[Blangtungpak blaem-blaem]
__ADS_1
[Terdeteksi buronan Interpol]
[Nama: Zaka Kusuma
Level Divya: 1
Kuasa Dark level 1: Shadow
Rank Bounty: S
Harga bounty hunter: 25 milyar]
[Nama: Zaki Kusuma
Level Divya: 1
Kuasa Light level 1: Light
Rank Bounty: S
Harga bounty hunter: 25 milyar]
Gladys akhirnya pingsan dan membawanya ke lobi rumah sakit dengan skill Trickster. Saat ini prioritas Ryuga adalah Gladys.
Filza, Rany, Vanya, dan Anilika sedang di lobi menyesap kopi serentak terkejut. Ryuga yang sudah berganti pakaian menggendong gadis imut yang sedang pingsan.
"Ryu?!" Filza, Rany, Vanya, dan Anilika mengernyit dan benar-benar bingung. Karena Ryuga masih terlihat bersemedi di ruang perawatannya. Sekarang melihat Ryuga yang asli di depan mata mereka. Lalu siapa yang berada di ruang perawatan?
Ryuga tidak menyadari mereka berempat, dan langsung mendaftarkan Gladys untuk segera ditangani oleh dokter di IGD.
Nama: Filza Alora
Umur: 20 tahun
Level Divya: 9 Ancient
Kuasa water level maksimal: Ocean
Kemampuan bersenjata: Panah (Stardust)
__ADS_1