SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 147 Teka-Teki


__ADS_3

Tolong tinggalkan like dan koment. Biar author semangat dan memahami kekurangan author agar bisa meningkatkan karya-karya author di chapter-chapter selanjutnya.


Jika berkenan berikan gift dan vote, terima kasih kepada kakak-kakak yang sudah memberikan dukungannya. Salam cinta selalu dari author BE SA BLENG


Piramida Bajra.


Sesampainya di depan pintu keluar piramida Bajra, tiba-tiba terdengar suara.


[Untuk sementara pintu menuju piramida selanjutnya ditutup. Menunggu informasi selanjutnya]


Ryuga mengeraskan rahang, begitu juga yang lain. Mereka semua kecewa, ingin secepatnya menyelesaikan piramida malah pintunya tertutup.


Kira dan Gemusha juga tidak punya cara untuk keluar dari piramida Bajra, meski mereka pernah masuk.


"Nampaknya kita harus menunggu," ungkap Ryuga kecewa.


"Lebih baik kita beristirahat dan memulihkan luka juga. Mungkin piramida selanjutnya monsternya lebih kuat," usul Vanya.


"Maksudmu Xaverium atau Cryptonium, bahkan Excalium?" timpal Kira.


"Bagaimana guru tahu?" tanya Ryuga penasaran. Menurutnya hanya dia saja yang tahu semua level monster di dalam portal ini, karena Ryuga mengetahui, tentu saja dari Evolt.


"Kami." Kira menunjuk dirinya dan Gemusha, lalu melanjutkan perkataannya, "Pernah masuk ke dalam portal ini. Pasti kamu akan bertanya lagi. Bagaimana aku dan Gemusha bisa lolos?"


Kira masih melanjutkan menarik nafasnya dalam-dalam lalu bercerita, "Aku, ayahmu dan ibumu beserta Sangakama dahulu. Menemukan sebuah tempat yang diberitahu seseorang, lebih tepatnya orang jahat yang selalu mengejar ayahmu."


"Jadi, ayahku dan ibuku juga seorang Divya sebenarnya?" Gemusha, Filza, dan Vanya kesal. Karena Ryuga menyela perkataan Kira.


"Bukan, lebih tepatnya Evolter, kalau aku Exceeder," jawab Kira. "Lebih baik kamu diam dahulu, agar kalian semua paham."


"Aku, ayahmu dan ibumu masuk ke dalam portal ini bersama 9 Sangakama. Dan benar saja kami mendapatkan kekuatan dan berhasil menumbangkan WorldRuler yang saat itu memerintah dengan tangan besi."


"Ayahmu dan ibumu dengan dana dari klan Himura serta klan Jelin mulai mulai melakukan penelitian untuk mengembalikan manusia menjadi normal."


"Aku dulunya Exceeder yaitu manusia yang menjadi bentuk setengah monster. Sedangkan ayah dan ibumu adalah Evolter, manusia terkontaminasi virus Evolt tapi bertahan tidak menjadi monster. Itu semua ayahmu bukan ras manusia dan juga ibumu sama."


"Jika ayah dan ibu bukan ras manusia lalu aku apa? Kenapa mereka membohongiku?" sergah Ryuga kesal.

__ADS_1


"Itu semua demi kebaikanmu dan juga ada maksud dari tujuan itu. Ayahmu adalah Regalia King yang lemah saat ini, dan ibumu adalah Regalia Queen, juga sama dalam masa hibernasi. Jika kamu berdekatan dengan mereka kamu akan mati sekarang. Sedangkan darahmu dibutuhkan untuk mengembalikan kakekmu dari portal yang menjebaknya. Semua keluargamu dihabisi oleh ... Bayanaka." Kira menyebut nama Bayanaka lirih sekali, karena nama itu tidak boleh disebut keras.


"Lalu agar aku bisa bertemu ayah dan ibu bagaimana, guru? Apakah ada cara?" tanya Ryuga yang salah sangka pada ibu dan ayahnya selama ini.


"Ada. Kamu harus mengumpulkan 11 senjata dewa. Kamu sudah punya 5 senjata," jawab Kira tegas. "Aku sebenarnya Jendral Tertinggi Sangakama dan sekaligus penjagamu, Prince!"


"Jangan sia-siakan pengorbanan ayahmu dan ibumu karena berhasil membuat vaksin dengan darah mereka bernama vaksin Immortal. Jika kita gagal keluar dari portal ini, dunia akan kembali menjadi hunian ras monster. Kita harus mengalahkan pemilik portal ini."


Kira berdiri menatap tegas pintu keluar yang masih tertutup. Vanya masih meramu elixir potion dan menjadikannya evolution potion sebagai persiapan masuk piramida selanjutnya.


***


Piramida Adanu.


Josephine dihajar habis-habisan oleh Saint Zodiac Leo, Cancer, dan Sagitarius. Tubuhnya babak belur dan lebam, tapi Josephine sangat menikmati pertarungan ini.


Josephine tersenyum licik dan berkata dalam keadaan terkapar, "Ayo, terus hajar aku sampai kalian puas."


"Diam, sebentar lagi aku musnahkan kau! Deathmask Finger!"


"Ha-ha-ha ...." Josephime tertawa terbahak-bahak setelah Saint Zodiac Cancer serangannya tidak berhasil di lancarkan. "Sekarang giliranku. Darkness: Deatmashk Finger!"


'Jleb!' Josephine mengarahkan telunjuk jarinya tepat di dada bagian jantung Saint Zodiac Cancer dan sinar laser ungu menembus jantungnya.


"Guhak!" Saint Zodiac Cancer terduduk lemas sembari memuntahkan darah lalu tewas dengan mulut menganga dan mata melotot.


Josephine dalam mode manusia bangkit sendiri dari permukaan tanah seperti tubuhnya ada yang mendorong. Padahal ia menggunakan telekinesis.


Josephine menyeringai dan berkata lantang, "Waktunya pembalasan! Darkness: Revenge of death!"


Tubuh Josephine melayang 1 meter tangan kanannya mengepal dan diposisikan di di dada kanan. Tubuhnya diselimuti oleh aura ungu pekat, deru angin berwarna ungu dan petir ungu jugs menyelimuti tubuhnya.


"Haaa ...!" teriaknya.


Saint Zodiac Leo dan Saint Zodiac Sagitarius malah bersiap menyerang Josephine sangat geram.


"La geas beam!"

__ADS_1


"Lord Dragon light!"


Di belakang tubuh Saint Zodiac Sagitarius muncul 6 magic seal dan menembakan sinar laser berwarna kuning ke arah Josephine.


Saint Zodiac Leo juga melepaskan pukulan yang memunculkan 12 siluet naga kuning sepanjang 20 meter dan mengarah ke Josephine.


Akibat Josephine melepaskan skill-nya, gelombang kejut berbentuk siluet bonga keunguan terlepas dan meledakan apapun yang dilewatinya.


'Boom-boom-boom!'


Suara ledakan beruntun terus menggema. Apalagi ketika bola gelombang kejut berbenturan dengan 6 sinar laser kuning dan 12 siluet naga kuning. Bunyi ledakannya semakin keras dan menggetarkan semua piramida.


Kira, Ryuga, Gemusha, Vanya, dan Filza juga tersentak kaget. Pasalnya, hanya mereka saja yang tersisa di dalam portal, tapi kenapa ada getaran keras dan suara ledakan sangat keras.


"Guru, apakah Divya lain yang tersisa?" tanya Ryuga penasaran.


"Tidak ada," jawab Kira, Filza, Gemusha, dan Vanya serentak.


Gemusha melanjutkan, "Hanya kami yang tersisa dari 100.000 Divya yang masuk ke dalam portal, dan tidak ada lagi. Kemungkinan ada gelombang susula, tapi seharusnya mereka akan di belakang kita."


"Tapi menurutku tidak ada yang menyusul. Karena persyaratan masuk portal sangat ketat, minimal level 7," sergah Vanya.


"Setahuku ada cara curang untuk masuk portal ini. Bisa dibilang sesuatu yang mengerikan. Kalian mau tahu?" Kira menaik turunkan alisnya dengan cepat.


"Serius guru!" Filza kesal.


"Minum ini!" Kira mengeluarkan satu botol elixir potion, lalu melanjutkan, "Aku mendengar rumor. Jika wilayah netral Neo Japan memproduksi elixir potion tapi dengan kadar ras monster 10%."


"Neo Japan?!" Ryuga, Filza, Gemusha, dan Vanya serentak melebarkan mata.


"Ya, kemungkinan ada orang yang memberikan pada seseorang yang serakah akan kekuatan dan ia meminum dalam dosis yang banyak untuk naik-"


"Josephine," potong Vanya, tiba-tiba mengingat Josephine.


Kemudian berdiri dengan raut muka khawatir, dan melanjutkan, "Setelah kalah dalam perebutan juara tiga. Aku melihat Josephine di rumah sakit sangat depresi selama masa perawatan, meskipun itu luka ringan. Kadang wajahnya kesal dan marah. Dan guru tahu kan siapa orang yang Josephine sangat benci? ... Ya Ryuga."


"Pertanyaannya siapa yang memberi Josephine elixir potion kadar 10%?" tanya Gemusha.

__ADS_1


__ADS_2