
***
Saat ini, portal Infinity Sky.
Ryuga berada di depan, Gladys seperti bukan Gladys yang imut, pemalu, lucu, dan juga lemah. Di belakang Ryuga dia terus tersenyum licik, entah apa yang sedang dia rencakan.
Tapi Ryuga sama sekali tidak curiga dan terus menarik tangan Gladys ke arah salah satu Ghost Drake yang berada di dalam hutan bagian barat daya, 500 meter dari tempat Ryuga dan Gladys berdiri.
Ryuga merasakan kehangatan cinta dalam genggaman tangan Gladys. Seperti mereka pernah bertemu dan menjalin cinta cukup lama. "Kamu jangan lepas pegangan tanganku. Akan sangat bahaya jika kau menjauh, monster disini terlalu kuat dan juga sangat berbahaya."
"Hmm." Gladys hanya menggangguk dan masih tersenyum licik seakan tahu monster di depannya itu apa dan siapa. "Berhenti, Ryu! Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?"
Ryuga berhenti berjalan cepat dan menoleh pada Gladys, "Apa yang ingin kamu minta?"
"Kata Nuwa dalam penglihatan matanya, kamu bisa membuat senjata bukan? Bisa dibilang kamu itu adalah seorang Blacksmith yang sangat hebat kata Nuwa."
Padahal Gladys berbohong, dia mengetahui semua tentang Ryuga dari sentuhan kulitnya yang bisa menyerap informasi apapun pada targetnya. Bahkan tentang 4 Ancient Beast God yang Ryuga miliki.
Ryuga mengangguk pelan, "Ya, aku memang seorang Blacksmith. Bisa dibilang nomor satu didunia, aku akan melakukan memberikan apapun permintaanmu. Sejujurnya aku punya kekasih dan sedang bertengkar. Tapi kenapa hatiku juga menyukaimu dan aku tak bisa jauh darimu? Seandainya kamu punya rencana licik dibalik semua ini dengan membawaku ke dalam portal ini. Silahkan saja, aku terima. Mungkin cintaku lebih besar padamu saat ini."
Mendengar pernyataan jujur dari Ryuga, tatapannya memang penuh cinta. Bukan kebohongan yang asal diucapkan, Gladys langsung menghilangkan senyum liciknya. Air matanya tak bisa dibendung lagi dan berlutut memeluk kaki Ryuga.
"Ma-maafkan aku. Sedari awal aku menyentuhmu kamu adalah orang yang aku cintai di masa lalu sampai sekarang. Tapi rasa sakitku pada Nuwa yang memperalat kedua kakakku, ayah angkat dan ibu anggkatku untuk menindasku, membuatku dibutakan dendam."
'Zrash!'
Ghost Drake berbentuk ular sangat panjang berwarna ungu gelap dengan dua taring panjang, menggigit punggung kiri Ryuga. Darah memuncrat, serangan itu tiba-tiba karena keluar dari permukaan tanah tanpa ada suara sama sekali.
Ryuga sama sekali tidak kesakitan, malah mengeluarkan Glove of god ocean di tangan kirinya dengan tersenyum smirk, "Absorb posion!"
__ADS_1
Racun di dalam tubuh ular sepanjang 20 meter dan lebar badan 3 meter itu di serap habis. Gladys sudah menangis histeris melihat Ryuga berlumuran darah, "Maafkan Ryu. Jangan mati Ryu, jangan mati!"
"Aku tidak apa-apa." Ryuga berkata santai.
Gladys mendongakan kepala, tubuh Ryuga tidak apa-apa, hanya baju di bagian kanannya yang berlubang bekas gigitan taring Ghost Drake.
Tubuh Ghost Drake sendiri sudah berubah menjadi kapsul kristal berwarna emas, tapi bentuknya dua kali lebih berat dan lebih besar dua kali lipat. Dari tubuh Ghost Drake juga menyisakan satu taring berwarna emas gelap.
"Bu-bukannya kamu terkena gigitan ular itu dan pasti sangat beracun."
Gladys melihat cairan ungu pekat keluar dari mulut Ghost Drake saat menggigit bahu kanan Ryuga. Jadi dia menyimpulkan jika ular itu sangat beracun.
"Ya, memang." Ryuga tersenyum tipis dan terkesan santai. "Jika itu adalah Divya dengan kuasa level 6 sudah pasti mati."
Kemudian melanjutkan menegakan tubuh Gladys, "Aku Divya level 10. Apa memang Nuwa tidak bisa melihat levelku? Apa kamu siap menjadi Divya?"
"Memangnya cukup dengan satu kapsul kristal saja?" Gladys sangsi, karena ia tahu untuk menjadi Divya level 1 butuh kristal berenergi besar.
Ryuga segera menempelkan kapsul kristal itu tepat di kening Gladys yang mempunya mata roda api.
Kapsul kristal gold melayang di depan kening Gladys. Mata Gladys memutih semua dan tubuhnya melayang dengan urat otot berwarna emas di sekujur tubuh. Gladys telah kehilangan kesadarannya, Nuwa mulai keluar dan ingin menguasai tubuh Gladys.
Secara DNA Gladys dari keturunan Dewi Niwa sama dengan DNA Nuwa. Walau itu hanya kepalanya saja.
Ryuga bersila dibawah tubuh Gladys yang sedang melayang menyerap kapsul kristal emas. Taring berwarna emas gelap itu ia bentuk menjadi bulatan batu logam, lalu arc of embodiment keluar.
Bulatan batu logam Duranium itu dimasukan ke formasi pembentukan. Bentuk senjata itu terbentuk sendiri tanpa perintah dari pikiran Ryuga. Bentuknya Dagger Flute, yaitu belati seperti milik green power ranger Mighty Morphin. Tapi warnanya saja yang berbeda, bilah emas dan gagang serta bagian tengah bilah berwarna hitam.
Benar saja kapsul prisma kapsul kristal berwarna ungu terang muncul di kening Gladys, mata roda api itu berpindah ke mata kanan Gladys.
__ADS_1
[Blangtungpak blaem-blaem. Gladys Kusuma berhasil menjadi Divya level 1 dan mendapatkan kuasa Primordial level 1 yaitu kuasa Vistamp]
[Wheel Fire Eye berevolusi menjadi Eagle Eye]
[Skill Eagle Eye yaitu kemampuan melihat target sangat jelas sampai jarak 5 km]
Bentuk mata roda api tetap sama tapi warnanya saja yang berbeda yaitu warna emas.
Tiba-tiba terdengar suara marah, "Dasar Dewi Nuwa bangsat! Setelah kau menghancurkan planet kami dan menghisapnya ke dalam portal ini. Kau berani menunjukan batang hidungmu ke depan kami, hah!"
Dagger Flute melayang sejajar dengan kening Gladys, lalu melesat dan menusuk prisma kristal ungu dan membuatnya pecah.
'Prang!'
Gladys tersenyum licik, itu bukan senyuman Nuwa. Ryuga sangat paham meski itu hanya jiwa, itu adalah Gladys sendiri.
Kening Gladys bercucuran darah, dan mengucap mantra kuno yang hanya klan Kusuma yang dikendalikan oleh Dewi Niwa yang paham.
Lalu menarik Dagger Flute dari keningnya dan menusuk jantung hingga tertertembus ke belakang. Dagger Flute juga dicabut lagi, Gladys sudah memuntahkan banyak darah dan menusukan lagi Dagger Flute di dada bagian kanan hingga menembus juga.
Leher Gladys sudah dibasahi darah dari mulutnya, kemeja putih miliknya juga sudah basah dengan darah.
Ryuga sama sekali tidak bisa bergerak, ternyata Dagger Flute menyuntikan racun lumpuh ketika Ryuga memegangnya.
Bukan hanya tidak bisa bergerak tapi juga tidak bisa berbicara karena terkunci kedua bibirnya.
Terakhir kalinya Dagger Flute dicabut kembali dan ditusukan kembali tepat di tengah-tengah dada.
'Jleb!'
__ADS_1
"Seal!' Jiwa Dewi jahat Nuwa disegel di dalam Dagger Flute dengan pengorbanan darah Gladys. Tubuh Gladys sudah dikendalikan penuh oleh leluhurnya Dewi Niwa, saat itu juga jiwa Dewi Niwa ikut tersegel ke dalam Dagger Flute bersama kembarannya Dewi Nuwa.