SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 156 Eternal Slayers VS demon Archion Bagian 4


__ADS_3

Gelombang kejutnya terus menerus menghempaskan wilayah piramida Bhayangkara, menyeruak sampai ke selurub wilayah portal Memory Of Heaven.


'Prang!'


Satu persatu kubah pelindung yang dibuat Kira retak lalu hancur. Tidak diketahui juga nasib Josephine, bagaimana.


Bersamaan itu pula Ryuga yang sedang melayang kehabisan energi Veda. Tubuhnya meluncur jatuh ke permukaan tanah dan sangat cepat hingga membunyikan suara ledakan yang cukup keras.


'Boom!'


Setelah suara ledakan tersebut, efek dahsyat skill angry glory dragon mereda. Nampak semua piramida benar-benar menjadi rata dengan tanah.


Vanya berlari mencari Josephine bersama Akira. Sedangkan Filza berlari seorang diri mencari Ryuga. Mereka menemukan Josephine dan Ryuga dalam keadaan pingsan.


Tapi mereka tidak mengetahui jika energi yang dikumpulkan dalam ancient beast ball sudah penuh. Terjadi ledakan di dalam menara Deep Ocean, muncul Winged Garuda Phoenix.



Salah Ancient Beast God berlevel Excalium, dan memiliki kuasa Fire. Tentu saja rasnya Deity. Udara di dalam portal Memory Of Heaven, suhunya meningkat drastis.


Winged Garuda Phoenix terbang melayang di atas menara Deep Ocean yang sudah rata dengan tanah. Afkham dan Jester menaiki punggungnya.


Burung api seperti Feniks dengan tinggi 200 meter dan lebar serta sayapnya 500 meter. Winged Garuda Phoenix merupakan Ancient Beast God paling besar di antara 7 Ancient Beast God lain.


Afkham menatap tajam Akira, dan merasakan jika Akira bisa merusak rencananya.


"Dimension space!"


Di belakang tubuh Akira muncul portal berwarna coklat pekat dan menghisap tubuh Akira masuk ke dalamnya. Akira kembali ke hutan, tempat sebelumnya sedang berburu yaitu wilayah Starling.


Jester tiba-tiba hilang dari punggung Winged Garuda Phoenix dan muncul di depan Vanya lalu mencekiknya kuat hingga pingsan. Jester menyeringai seperti seorang psikopat dengan lidah panjang menyapu semua sudut bibirnya, "Satu jatuh."

__ADS_1


Kira bersiap dengan kemungkinan terburuk, dan tak bisa mendekati Vanya seenaknya.


Filza menyeringai tajam menatap Jester, Afkham dan Winged Garuda Phoenix. "Prison ocean heal!"


Filza membentuk penjara kristal abadi berwarna ungu pada tubuh Ryuga, Vanya, dan Josephine. Hampir saja Jester juga terjebak, tapi Afkham menarik Jester ke sisinya dengan skill dimension space.


"Guru, Queen! Kita hajar mereka bertiga. Aku akan menghajar laki-laki badut mayyit itu!"


Filza menunjuk Jester lalu melesat cepat ke arahnya. Dalam sepersekian detik muncul tombak kristal abadi berwarna ungu, "Ocean spear!"


Tombak itu ditusuk bertubi-tubi ke arah Jester. Ia tersenyum licik, tombak itu hanya ditangkis dengan ujung jarinya dan dibelokan ke berbagai arah.


"Ayo sayang! Akh! Ayo! Aku sangat menikmati tusukan ini," kata Jester sembari tertawa jahat mempermainkan Filza.


Tapi tidak sadar dengan tombak kristal tersebut, Filza menyerap energi Veda Jester. Untuk memulihkan Ryuga, Josephine dan Vanya yang sedang pingsan kehabisan energi Veda. Ya, Jester mencekik Vanya sekaligus menghisap energi Vedanya.


"Sayang, berikan aku elixir potion!" pinta Gemusha dan Inusha serentak. Mereka berdua diberikan Kira masing-masing satu botol elixir potion dan menenggaknya hingga habis. "Ah ... mantap!"


"Swush!' Di belakang tubuh mereka berdua muncul magic seal. Di belakang Gemusha berwarna merah terang, dan di belakang tubuh Imusha berwarna biru terang. Mereka berdua tertelan magic seal dan berubah menjadi bulatan cahaya emas.


Sosok tubuh muncul setinggi 175 cm, mempunyai rambut ungu panjang lurus sepinggang. Kedua bola mata dengan pupil merah di kanan dan pupil biru di kiri. Kedua sayap mengembang di punggungnya, di kanan sayap api berwarna jingga dan di kiri sayap es berwarna biru. Di tangan kanannya membawa pedang api jingga dan di tangan kirinya membawa pedang es.


Kedua sayapnya di kepakan, bersamaan itu juga Kira mengecoh Afkham dan muncul di belakangnya Lalu dadanya ditendang keras hingga terpental jauh dari punggung Winged Garuda Phoenix.


'Bam!'


Namun Afkham berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan melayang dengan skill gravity. Afkham tertawa jahat lalu berkata, "Kamu itu hanya semut dan sangat lemah. Lihat! Tendanganmu tak mampu melukaiku."


'Bam!'


Kira disabet sayap Winged Garuda Phoenix dan membuatnya terpental sangat jauh sampai 1 km dan bergesekan dengan permukaan pasir.

__ADS_1


Geminu murka, lalu terbang melesat dan menusuk-nusuk tubuh Winged Garuda Phoenix yang panasnya meningkat 100 derajat. Geminu tidak kalah, ia mendinginkan pedang esnya sampai suhu -100 derajat.


Geminu dan Winged Garuda Phoenix bertarung di udara tanpa henti. Deru angin dan fluktuasi udara menciptakan hempasan angin yang sangat kuat dalam radius 100 meter.


'Swush!'


Meskipun Geminu tanpa Glove Of God Water dan Glove Of God Fire. Mereka tetap sangat kuat dengan fusion force milik mereka dan merupakan skill rahasia yang hanya mereka berdua miliki.


Tubuh Vanya, Josephine, dan Ryuga sangat aman di dalam penjara kristal abadi milik Filza. Mereka bertahap terus dipulihkan oleh Filza melalui penyerapan energi Veda yang diserap dari dalam tubuh Jester.


Filza tertawa jahat sembari terus menyerang Jester dengan tusukan tombak, "Kamu memang bodoh badut idiot. Ocean thorn!"


Tombak kristal ditusukan ke tanah, muncul duri-duri kristal raksasa. Bersiap menusuk Jester di sekeliling tubuhnya, tubuhnya agak limbung dan berhasil menusuk tangan kanannya hingga hancur.


"Aaakh! Sial!" Jester memekik keras, darah hitam menetes di bahu kanannya. "Aku harus menghentikan pendarahan ini. String heal!"


Bahu kanan Jester muncul senar-senar putih dan membentuk tangan. Senar-senar putih tersebut meregenerasi tangan kanan Jester dan mengembalikan bentuknya semula.


"Aaaaargh ...!" Jester meraung keras dan geram. Dia marah semarah-marahnya, kulitnya yang putih pucat berubah menjadi merah menyala. Benar-benar seperti iblis di dalam neraka. "Gorgon eye! Mirror beam!"


Muncul magic seal berwarna hitam legam, dari dalamnya muncul mata besar berpupil merah menyala.


Muncul seratus cermin berukuran 1 meter dengan telinga sayap kelelawar, berwarna merah kehitaman, mengepung Filza.


Mata itu menembakan sinar laser berwarna merah ke arah Filza. Filza berguling ke kanan untuk menghindari laser tersebut. Tapi laser itu memantul setelah salah satu cermin bergerak rendah, serendah posisi Filza yang sedang berguling.


Hampir saja Filza terkena sinar laser tersebut, kalau saja ia tidak melompat. Namun lagi-lagi sinar laser tersebut memantul, bahkan lebih cepat seperti ada dorongan kuat dari cermin yang memantulkannya.


Jester bukan main tertawa kegirangan, melihat Filza terus melompat, berguling, memiringkan badan menghindari sinar laser yang terus mengejarnya melalui pantulan cermin. "Bagus, bagus. Mulai sekarang siapa yang badut, ha-ha-ha ...."


Semua sibuk dengan urusan masing-masing, Filza dengan Jester, Kira dengan Afkham, dan Geminu dengan Winged Garuda Phoenix.

__ADS_1


__ADS_2