
Dalam lorong labirin bagian kanan, Ryuga tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang. Terjadi fluktuasi suhu di dalam tubuhnya, setelah kehadiran Akira, pamannya masuk dalam piramida Bhayangkara.
Melihat Ryuga tiba-tiba berlutut lemas, tentu saja Filza dan Vanya sangat khawatir.
"Ada apa denganmu, sayang?" Filza segera memapahnya.
Tentu saja membuat Vanya sangat cemburu berat, mengatakan kata 'sayang' di depannya. Benih cinta itu masih ada dalam hatinya, "Area heal!"
Vanya melepaskan kemampuan penyembuhnya dari jarak jauh. Tubuh Ryuga diselimuti aura hijau pekat, tapi tidak berefek apa-apa.
"Vanya, sudah. Aku tak apa-apa. Mungkin aku kelelahan saja," pinta Ryuga agak lirih suaranya.
Tapi melihat kondisi Ryuga seperti itu, Vanya langsung mendekat dan memeriksa Ryuga dalam papahan Filza. Sebagai alkemis atau dokter rank SSS tentu Vanya sangat paham diagnosa gejala Ryuga yang tiba-tiba tersebut.
Vanya mengalirkan energi Veda dalam dirinya ke tubuh Ryuga, secara perlahan dan cermat. Ia menggeleng ternyata kondisi Ryuga normal, "Ryuga tidak apa-apa. Tapi aneh suhu tubuhnya mengalami fluktuasi suhu."
Di depan lorong labirin iblis pun, Akira merasakan hal yang sama. Sebagai dokter rank sss pun, ia memeriksa dirinya sendiri dengan byakugan. Tapi kondisi tubuhnya normal hanya terjadi fluktuasi suhu di dalam tubuhnya.
"Kenapa seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah aku berdekatan dengan salah satu pemilik ancient blood seperti ayah yang diinformasikan dewa leluhur?" pikir Akira sambil berlutut satu kaki.
"Ada apa?" Josephine khawatir dan langsung memapah Akira. Membuat prasangka buruknya hilang, bahwa Josephine orang yang acuh tak acuh.
"Tidak apa-apa. Mungkin terlalu banyak aku menggunakan energi Veda," jawab Akira agak lirih.
Sebelum Akira kembali ke bumi dan kehilangan sistem. Akira diberitahu oleh dewa Koun'o bahwa bumi sekarang terkontaminasi energi Veda. Dan pemilik tubuh yang mempunyai energi tersebut disebut Divya.
"Lebih baik kita beristirahat dahulu! Aku akan pulihkan dirimu. Dark heal!"
__ADS_1
Josephine mengalirkan energi Veda miliknya ke tubuh Akira, melalui telapak tangan yang ia tempelkan pada dadanya sambil memapah tubuh Akira.
Tubuh tersebut terselimuti aura ungu kehitaman. Namun kondisinya sama seperti Ryuga tidak berefek dan masih mengalami fluktuasi suhu.
"Sepertinya benar. Aku berdekatan dengan pemilik ancient blood milik ayah. Aku akan tahan efek sakit ini. Demi mengembalikan ayah dari portal situs gunung padang dan membutuhkan 3 darah keturunan ayah. Kemungkinan itu adalah kakakku Agito atau anaknya," batin Akira.
"Oh, ya. Aku lupa namaku Josephine Rosala. Maaf, tuan Shinji-"
"Jangan panggil tuan. Lebih baik kita berpencar, tenang saja aku tidak apa-apa. Kamu ke kanan, aku ke kiri. Tenang jika kamu terdesak seperti beberapa waktu yang lalu, aku telah menandaimu dan pasti aku akan muncul," potong Akira.
"Bagaimana bisa, bro Shinji?" Josephine masih bingung dengan pernyataan Akira.
"Aku akan memberikanmu ini, untuk kita berkomunikasi," sambungnya memberikan jam tangan ruang khusus milik Linuix Corporation yang berguna sebagai alat komunikasi dan alat penyimpanan.
"Baiklah, terima kasih."
***
Pesawat induk Regalia King.
Bilah Excalibur di tengahnya ada garis yang menandai energi yang masuk dari dalam portal memory of heaven.
Dalam tubuh Agito ada sosok Bayanaka, yang mengendalikan tubuhnya saat ini. Meskipun kadang-kadang, dendam kesumatnya pada Bayanaka, Jiraiya, dan WorldRuler. Menjadikan Bayanaka seperti parasit dalam tubuhnya, tapi ia tak bisa sembarangan keluar dari dalam tubuh Agito.
Makanya Ryuga dijauhkam dari Agito, salah satunya takut Bayanaka menguasai tubuhnya dan membunuh Agito.
Meski di dalam tubuh Agito ada Bayanaka, tapi sama sekali Bayanaka tidak bisa membaca isi hati dan pikiran Agito, atau menguasai Agito. Asal dengan satu syarat Excalibur Sword harus menyerap energi Evolt yang berada di dalam portal memory of heaven.
__ADS_1
Kebetulan, Afkham dan Jester yang membuka kembali. Awalnya Agito akan ikut masuk, namun melihat Ryuga sudah berada di dalam portal. Agito mengurungkan niatnya dan menyuruh Kira.
"Uuukh .... Sepertinya memang benar Akira adikkua berada di dalam. Tapi bagaimana bisa? Apa dia juga mendapatkan sistem? Aku sudah menyelidikinya, Akira dibuang oleh si Biadab itu ke Inggris. Lalu mati terjatuh dari apartemen miliknya dan aku sudah menemukan buktinya dari penyelidikan guru William. Guru terima kasih, semoga kamu tenang di alam sana," gumam Agito sedikit menitikan air mata mengingat William Austin guru Agito dan Kira yang sudah mereka anggap ayah.
"Darkness eye!"
Agito mulai melacak, ruhnya lepas dari raga dan masuk ke dalam portal. Yang ia cari adalah kebenaran tentang Akira yang sudah kembali. Tapi ia sedikit bingung ketika berhasil masuk ke dalam piramida Bhayangkara, tidak mendapati fisik Akira sebelumnya. Tapi fisik Akira yang sekarang.
Fisik Akira yang disamarkan oleh Bayanaka adalah rambut keriting, kulit hitam dan memakai kacamata. Tapi fisik Akira sekarang mirip Rany, kulitnya putih, matanya sipit dengan pupil mata sharingan dan byakugan, juga rambut merah terang bergaya harajuku.
'Booom!'
Tiga pemilik ancient blood berdekatan mengakibatkan ledakan kuat di dalam piramida. Semua dinding-dinding labirin hancur dan rata, semua orang tidak sempat menghindar tertimpa reruntuhan dinding. Begitu pula dengan para monsternya, malah semakin beringas.
Mereka semua terkena radiasi negatif ancient blood dan menaikan level mereka di level Excalium. Langit yang semula gelap menjadi terang benderang, sontak Kira, Gemusha, Filza, Vanya, Ryuga, Josephine dan Akira yang telah tertimpa reruntuhan mengernyit.
Gemuruh jantung Ryuga dan Akira semakin keras, pintu portal di dalam situs gunung padang muncul. Tapo tidak bisa terbuka, harus mengorbankan 3 darah keturunan Yosep yaitu, Agito, Ryuga dan Akira.
Akibat ledakan gelombang kejut itu juga, ruh Agito terpental kembali ke dalam raganya di pesawat induk Regalia King.
"Sial, jadi ini reaksi ancient blood. Untung saja aku terhempas, kalau tidak ruhku akan hancur dan tak bisa kembali ke dalam tubuhku. Aku salah perhitungan. Aku serahkan urusan ini pada Ryuga dan Kira. Kondisiku masih belum pulih," kata Agito.n
Semua orang keluar dari reruntuhan dinding. Di belakang Ryuga, jaraknya hanya 100 meter, Akira juga mendorong batu yang menimpanya. Meskipun itu sangat besar tapi dengan ujung jaris saja berhasil di angkat.
Tatapan mata Ryuga dan Akira bertautan tak sengaja dari jarak 100 meter. Ada rasa kekeluargaan di antara mereka.
"Kenapa aku melihat pemuda itu seperti ada ikatan darah denganku?" Bukannya paman Akira sudah tiada, tapi itu seperti paman Akira," pikir Ryuga dan begitu juga Akira.
__ADS_1