
Piramida Bajra.
Ryuga sedang berlari cepat ke arah Lord Viktor yang sedam geram menunggu Ryuga. Jester yang mengatur pertarungan ini, pertarungan balas dendam untuk Ryuga dan pertarungan menekan kekuasaan untuk Lord Viktor. Keduanya memiliki tujuan masing-masing.
Lord Viktor sudah menelan emperor bajra ball, yaitu bola transparan putih seukuran bola baseball bermotif petir.
***
Di bagian selatan piramida Bajra.
Tim Kira diserang tiba-tiba oleh humanoid dengan armor cyborg suit berbentuk lebah dan menjatuhkan bom kejut.
'Shua! Boom!'
"Aaaakh ...!" Kira, Vanya, Filza, Gemusha dan Imusha memekik keras. Setelah tubuhnya terkena bom kejut bertegangan 1000 volt. Untung saja mereka Divya level 9, jika manusia biasa sudah mati hangus terbakar.
Nafas Vanya tak beraturan, tapi seal of eternity dengan cepat memulihkan mental dan lukanya, "Filza tangkap ini!" Vanya melempar 1 botol Evolusi potion.
Kira, Gemusha, dan Inusha mengernyit lalua serentak bertanya, "Apa itu Vanya?"
"Ramuan potion hasil jerih payahku di dalam piramida tirta. Namanya Evolution potion, modifikasi dari elixir potion," jawab Vanya tersenyum tipis.
Filza yang agak jauh terkena bom kejut langsung menangkap botol potion berisi cairan jingga. "Terima kasih, Vanya." Filza tersenyum tipis.
Di saat ini juga Filza bimbang, apakah cintanya Ryuga pada Vanya akan kembali. Terlebih penampilan Vanya dalam satu tahun ini jauh lebih cantik, rambutnya panjang lurus sepinggang dan berwarna kuning pudar. Dari dulu tubuh Vanya memang seksi dan sintal, ditambah ukuran gununf kembar Vanya sudah bertambah besar E cup.
Filza menghembus kasar, "Sudahlah. Aku tak perlu memikirkan hal yang aneh-aneh," gumamnya.
Gemusha mengeraskan rahang , bersamaan dengan Inusha. Mereka berdua saling menatap lalu mengangguk bersamaan, "Fusion force: Ocean helios!" Gemusha dan Inusha saling beradu tinju.
__ADS_1
"Swush!' Di belakang tubuh mereka berdua muncul magic seal. Di belakang Gemusha berwarna merah terang, dan di belakang tubuh Imusha berwarna biru terang. Mereka berdua tertelan magic seal dan berubah menjadi bulatan cahaya emas.
Sosok tubuh muncul setinggi 175 cm, mempunyai rambut ungu panjang lurus sepinggang. Kedua bola mata dengan pupil merah di kanan dan pupil biru di kiri. Kedua sayap mengembang di punggungnya, di kanan sayap api berwarna jingga dan di kiri sayap es berwarna biru. Di tangan kanannya membawa pedang dengan gagang tombak yang panjang. Bilah pedang sepanjang 1 meter tersebut diputari es dan diselimuti api yang berkobar.
"Apakah?!" Kira terpana dengan kecantikan Gemusha dan Imusha yang menyatukan tubuhnya. Baru kali ini Kira melihat dewi yang begitu cantik dengan skill rahasia. "Andaikan saja aku-"
'Bletak!' Vanya memukul kepala Kira dan meringis kesakitan, "Guru, jangan berpikir mesum! Jika suka ya katakan saja. Makanya jadi orang meskipun tampan cari jodoh. Dasar jones!" ejek Vanya menatap sinis gurunya itu.
"Ah sial!" Kira membalas pukulan Vanya dan juga ikut meringis kesakitan. "Justru itu, bodoh! ... Aku melamun karena aku tak mungkin memiliki Queen. Apalagi keduanya, dasar murid sableng!"
Gemusha menatap Kira penuh manja, dan melayang di depannya dengan mengerlingkan mata. Kira malah lupa dengan rasa sakit di kepalanya dan hanyut dalam khayalan mesum memiliki Gemusha. Tentu saja membuat terong XXXL miliknya berdiri.
"Oh, Queen. Andaikan kau menjadi istriku?" pikirnya mesum.
"Winged goddes frost! Seven anihilation sword"
Filza terbang melesat membawa pedang air di tangannya dan pedang yang terbuat dari jaring tajam berwarna putih. Gemusha juga menyusul Filza terbang.
Kepala-kepala Bee Noid terlepas dari badannya. Tapi sayang Filza tidak mengetahui jika mereka juga bisa meledakan diri.
"Filza!" Gemusha berteriak dan mempercepat terbangnya. Agar Filza tak terkena ledakan.
"Terpaksa, Dark Hole!" Kira menautkan tangan, kedua telinga dan hidungnya mengeluarkan darah. Gemusha dan Filza terhisap masuk ke dalam lubang hitam, lalu muncul di samping Kira dari lubang hitam.
"Guhak!" Melihat Kira memuntahkan darah, Gemusha khawatir dan memeluk Kira dari belakang.
Vanya juga khawatir segera mengaktifkan skill penyembuhan, "Extra heal!" Tubuh Kira diselimuti aura hijau pekat.
"Aaah ... lega!" Terong XXXL Kira mengeluarkan cairan setelah dipeluk Gemusha dari belakang. dan merasakan benda kenyal serta empuk.
__ADS_1
'Boom-boom-boom!' Di udara terjadi ledakan beruntun, langit menjadi terang dengan tewasnya 1500 Bee Noid. Padahal hanya dibantai oleh Gemusha dan Filza saja, dalam sekejap 1500 Bee Noid sudah menjadi tumpukan bangkai manusia mesin.
"Kira, kamu tidak apa-apa?" tanya Gemusha dengan raut muka khawatir dan berbisik di telinga kanan Kira, suaranya seperti suara dua wanita menjadi satu.
"A-aku ti-tidak apa-apa," jawab Kira grogi. Kemudian melanjutkan dengan nada grogi dan pipi memerah, "A-aku ha-hanya bu-butuh-"
"Butuh istri, maksud guru?" potong Vanya dan berkedip cepat pada Gemusha memberi kode.
"Apakah kamu siap, jika harus melayani kami berdua?" tantang Gemusha dengan suara dua wanita menjadi satu.
"Gluk!" Kira menelan salivanya, wajahnya sudag merah, semerah kepiting rebus. "Tapi aku hanya tentara miskin. Apa kalian siap hidup bersamaku bertiga?"
"Masalah keuangan tak usah dipikirkan. Jika kamu pensiun dini pun, harta kami tidak akan habis tujuh turunan, delapan belas kelokan, dan sembilan belas tanjakan. Percayalah," kata Gemusha masih memeluk Kira dan berkedip cepata dengan kedipan menggoda.
Kemudian melanjutkan dengan sudut bibir membentuk senyuman lebar, "Ya kamu tahulah muridmu itu. Dia itu pintar cari uang, bisa dikatakan 3 sektor sekarang miliknya."
"Jadi?!" Kira membulatkan mata, memikirkan Ryuga lebih hebat darinya dalam mencari uang.
"Ya, bisnisnya sudah menggurita. bahkan ia berencana pensiun dari militer, setelah masalah ini selesai. Bahkan jika dia mau, 10 atau bahkan 100 istri dia bisa nikahi. Tapi sayang Ryuga hanya mencintai wanita, dan itu ...." Gemusha melirik ke arah Filza yang sedang duduk dengan nafas tak beraturan.
"Ah, rumit. Jika memikirkan bocah jabrik itu." Kira mengacak-acak rambutnya yang putih sambil melirik ke arah Vanya.
Kemudian Kira melanjutkan sambil memikirkan Ranya dan mengerucutkan bibirnya, "Apalagi kalau ada satu lagi. Tambah repot aku dibuatnya, sial!"
"Sudah tak perlu rumit. Kan sekarang ada kami berdua," bisik manja Gemusha membuat terong XXXL milik Kira yang lesu kembali on fire.
"Lebih baik kita hancurkan mereka dahulu. Setelah bisa keluar dari portal sialan ini. Aku pasti melamar kalian berdua," tegas Kira.
Filza dan Vanya mengacungkan jempol pada Kira dan serentak mengatakan, "Itu namanya laki!"
__ADS_1
Kegembiraan mereka berubah setelah monster-monster Cyber Electro terus bermunculan dari atas langit. Entah monster itu datang darimana.