
Gyarados tewas oleh serangan pamungkas, Rany, Nidhogir, dan Anilika. Rany tidak menyia-nyiakan mayat Gyarados dan langsung bergerak cepat ke arahnya, lalu disimpan dalam jam tangan ruang.
"Aku akan melakukannya seperti Ryuga." Rany memejamkan mata, targetnya adalah portal di jam 12, 100 meter darinya, "Flying Heaven Sword Style: Judgement Cut End!"
Portal itu pecah berkeping, begitu Rany menarik Yamato secepat kilat dari sarungnya dan melakukan tebasan acak. Nafasnya juga tak beraturan dan limbung, "Aaaakh ...!"
"Ran! Fenrir, cepat!" Fenriri berlari sangat cepat, Serigala merah itu memang sangat bisa diandalkan di segala medan. Baik permukaan air, batu, bahkan dengan skill Sky Walk dia bisa memijak angin meski punya durasi hanya 1 menit. "Nidhoghir Armor Form!"
Nidhogir hilang menjadi kepulan asap dan Anilika memakai zirah Ksatria berwarna jingga, sayap jingga, helm kepala naga dengan bagian telinga sayap putih runcing. Membawa kedua pedang berjenis Greatsword berwarna hitam dan putih.
Fenrir menggigit tubuh Rany yang sudah pingsan agar tak masuk ke dalam laut, lali melemparnya ke punggungnya. Lalu di bawa ke bibir pantai yang sudah poak poranda.
Filza juga turun, membawa Raras, Angelina, dan Vanya yang masih dipulihkan. Pemulihan Filza lambat karena Filza memiliki job Ranger dengan Area Of Effect (AOE).
"Filza, taruh mereka bersama Rany!" pinta Anilika dan melanjutkan menusukan kedua pedangnya ke permukaan pasir, "Nidhogir Bless!"
Muncul Magic Rune seluas 100 meter, tubuh mereka berempat dengan cepat dipulihkan. Bukan hanya lukanya tapi stamina dan energi Veda mereka. "Anilika jangan memaksa, kamu baru menguasai kuasa itu. Nanti-"
"Tidak apa- apa Za. Anggap saja ini juga latihanku," potong Anilika yang tidak ingin membuat Filza khawatir. "Guhak-guhak!"
"Sudah kukatakan hentikan!" teriak Filza khawatir.
Bersamaan itu pula Fenrir, dan Nidhohir Armor menghilang. Anilika pingsan, tapi Rany, Raras, Vanya, dan Angelina siuman.
***
Pusara Dragon Den.
Ryuga dan Boy tidak bisa masuk ke dalam lapisan ketiga. Mereka sedang mencari kunci, monster Two Headed Dragon sudah tak muncul lagi, tapi mereka tidak bisa masuk lebih dalam dan tidak bisa keluar dari pusara.
Tiba-tiba pintu utama yang menuju lapisan ketiga dan lapisan pusat pusara Dragon Den tertutup. Ryuga dan Boy sudah mencoba menghancurkan tapi pintu itu terlalu kuat dan membuat pusara bergetar. Mereka takut jika menggunakan serangan penuh, pusara akan roboh malah akan mengubur mereka.
Skill teleportation juga tidak bisa digunakan, hanya bisa digunakan di dalam pusara saja. Kekuatan Enerkyl Zilan benar-benar mengerikan skill Ultimate Holydragon Field membatasi semua efek teleportasi.
Semua mayat monster Grand Lizard dan Two Headed Dragon juga semuanya menghilang. Mayat mereka di serap masuk ke dalam pusara pusat, dimana Enerkyl Zilan berada.
"Boy, kita akan buat jalur bawah tanah. Bisakah kau merubah dirimu menjadi tikus tanah?" pinta Ryuga yang sudah mengeraskan tubuhnya dengan skill Manipulation Molecul: Duranium.
__ADS_1
"Ah, tidak. Aku diperalat jadi tukang tambang," batin Boy kesal selalu saja diperalat oleh bosnya itu.
"Animal Form: Mole! Giant Form!"
Boy merubah menjadi tikus tanah mol raksasa. Ryuga juga menggeluarkan 100 Doppelganger untuk menggali, bersama Boy melewati pintu besar yang tak bisa dibuka.
Untung saja skill Ultimate Holydragon Field hanya mengurung di luar puasara bukan setiap lapisan pusara. Jika itu terjadi, maka Ryuga takan bisa menggali, karena kubah pelindung itu sangat kuat dan dalam.
Boy berhasil membuat terowongan berdiameter 20 meter dibantu Ryuga dan juga Dopperlganger atau kembaran dirinya.
Ryuga berhasil mencapai lapisan ketiga dengan susah payah, stamina dan energi Veda mereka juga terkuras banyak.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa earth]
"Kenapa energi Vedaku cepat terkuras di dalam pusara ini? Apakah energi di pusat pusara juga menyerap energi Veda dari makhluk hidup juga?" pikir Ryuga.
"Bos, aku lelah!" Boy terkapar dan kembali ke bentuknya semula.
"Minumlah, habiskan semuanya! Kekuatanmu sangat aku perlukan saat ini." Ryuga mengeluarkan 100 stamina potion dan melanjutkan, "Aku berjanji akan mentraktirmu makan sepuasnya jika sudah keluar dari pusara ini."
"Dasar, kalau soal makanan saja cepat," batin Ryuga kesal, sifat Boy tentang makanan tidak berubah, walau kecerdasannya sedikit meningkat.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
[Terdeteksi monster berbahaya di dalam pusara Fragment Memory Of Heaven]
----------¤----------
Nama: Behemoth
Level: Excalium
Elemen: Hell
Ras: Evil Dragonoid
Skill: Horn Croak adalah pengguna mengeraskan tanduk dan menyeruduk target, pertahanan dan kecepatan meningkat 25% ketika mengaktifkan skill ini. Durasi 5 menit dan jarak serang 100 meter]
__ADS_1
[Hellfire Flare adalah pengguna membakar area seluas 50 meter dengan api hitam]
[Hellfire Breath adalah pengguna menyemburkan api hitam. Jarak serang 20 meter]
----------¤----------
Suara langkah kaki dan cukup menggetarkan ruangan lapisan ketiga pusara terdengar keras.
"Demon Form: Dragon Leviathan! Giant Form!"
Boy sangat waspada, bahkan tingkat kewaspadaannya melebihir Ryuga dan merubah dirinya menjadi naga panjang 50 meter berwarna biru gelap, serta lebar badan 10 meter.
Lima tanduk lurus di kepalanya, 8 kaki lebih mirip sirip, dua sayap di punggung dan sisik-sisik runcing lebih mirip bulu landak di sekujur tubuh, serta sirip di pungggung dari sampai ke ekor.
"Horn Croak!" seru Behemoth dengan suara menggelegar.
"Body Hardening!" seru Boy dengan suara menggelegar.
Boy langsung terbang melesat dan beradu kepala dengan Behemoth, naga hitam bertanduk panjang berkaki empat lebar badan 10 meter dan panjang 20 meter.
Suara tumbukan seperti dentuman meriam, pusara lapisan ketiga agak bergetar, Ryuga mundur dengan skill Trickback. Dia segera meminum 50 botol stamina potion untuk mengembalikan energinya.
Behemoth terpundur dan menabrak dinding, "Hellfire Breath!" lalu menembakan semburan api hitam.
"Greater Teleportation!" Boy berpindah tempat, dan muncul di depan Behemoth dan melilitnya kuat-kuat. "Mau kemana lagi kau, rasakan ini. Hellfire Ball!"
"Hellfire Flare!" seru Behemoth dengan suara menggelegar.
Behemoth membakar tubuh Boy, dan Boy menembakan bola api hitam ke kepala Behemoth beruntun.
Suara ledakan beruntun terdengar sangat keras selama 1 menit. Tubuh Boy terbakar hebat, tapi ia tahan sebelum membunuh Behemoth. Benar saja, hasil Boy menahan rasa sakitnya kepala Behemoth hancur luluh lantak dan tubuhnya remuk dililit oleh Boy.
Tubuh Behemoth perlahan menghilang dan energinya terserap ke dalam pusara bagian pusat dimana Enerkyl Zilan berada.
"Dark Regeneration Heal!"
Boy terbang ke arah Ryuga, api hitam yang membakarnya padam. Luka-lukanya juga mulai menutup dengan cepat, "Fyuh, untung saja aku menggunakan skill Body Hardening. Kalau tidak habislah aku terbakar api hitam."
__ADS_1