
Ryuga, Holdem, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, dan Virga keluar dari portal. Ryuga menusukan Highlander Dagger ke portal berwarna hijau tersebut, dan membuatnya hancur berkeping-keping.
Mereka bertujuh melebarkan mata, pasalnya mereka mengetahui yang bisa menghancurkan portal minimal hanya level 7. Sedangkan Kim yang mereka kenal di depannya hanya Divya berlevel 2.
"Trickster Transportation!"
Ryuga memindahkan Ryuga, Holdem, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, dan Virga ke depan gedung misi akademi militer Besukih School.
Setelah portal hancur, pusara bukit es tersebut ambruk dan rata menjadi permukaan pasir.
***
Gedung Mexus sektor Nagana, Dubai.
"Sial! Sial! Sial! Sebenarnya siapa mereka berdelapan ini? Padahal aku sudah menciptakan pusara rank SS, tapi kenapa mereka bisa menghancurkan Boss Monsternya."
Fayfreya menggebrak meja hingga hancur berkeping-keping. Penjaga yang berada di depan ruangannya ketakutan, sudah kesekian kalinya mereka berdua mendengar amukan Fayfreya.
"Jhok, aku takut sekali Jhok. Kalau mendengar Queen mengamuk, terakhir kali kepalaku kena hantaman kursi." Gibran membayangkan kejadian lampau dan meringis kesakitan walau kejadian itu sudah terjadi.
"Ma-mau bagaimana lagi. Kita ini hanya bawahan, ya kita harus patuh." Jhoki menunduk pasrah sambil menghela nafas panjang.
"Tapi kemana ya Lord Athena? Sudah 3 bulan lebih tidak kelihatan batang hidungnya." Begitu mengatakan pertanyaan tentang Lord Athena tekuk Gibran sangat dingin.
Aura membunuh Fayfreya menyebar hingga keluar ruangannya, karena mendengar pertanyaan tentang Lord Athena.
"Jangan katakan apapun tentang Lord Athena, paham!" Fayfreya membentak dari dalam ruangannya, Jhoki dan Gibran langsung beringsut ketakutan.
***
Gedung Misi Akademi Militer.
Semua mata melebar melihat kawanan yang dipimpin Ryuga memakai topeng Cyborg yang sangat keren dan terkesan mendominasi. Apalagi hanya tim mereka yang kembali setelah adanya rumor, bahwa mereka menantang untuk menaklukan pusara rank D.
Divya profesional saja yang terdaftar di asosiasi guild, tidak ada yang berani masuk pusara rank D. Jika jumlah anggota timnya kurang dari 30 orang. Ini tim Kim hanya berjumlah 8 orang dan kembali dengan selamat.
__ADS_1
"Hill, ini!" Virga berlagak seperti Kim yang sombong menaruh beberapa kristal dan kuku Gold Wyrm pada meja Hill. Tentu saja membuatnya tercengang.
"Ja-jadi kalian berhasil me-"
"Bukan hanya berhasil," potong Ryuga mengeluarkan helm armor biru milik Azulong yang masih ada tengkorak kepalanya. Ukurannya sangat besar 10 meter.
Semua kadet kini berubah pikiran dan mulai mempercayai Kim alias Ryuga dengan metode pelatihannya yang ekstrem.
Hill segera menghubung Jendral Sviska, dan 5 menit kemudian ia datang.
"Ti-tidak mu-mungkin?!" Jendral Sviska badannya gemetar lututnya serasa membeku sangat dingin.
Ia mulai memindai level Ryuga, Holdem, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, dan Virga satu persatu.
Ekspresinya sangat legend, Jendral Sviska terbatuk-batuk, "Uhuk-uhuk-uhuk .... Ba-bagaimana bisa?!"
Alat kacamata scouter di mata kanannya menunjukan Holdem, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, dan Virga berlevel 7 serta Ryuga berlevel 10.
Ludah yang sudah dibuang tak bisa lagi ditelan, malang nian nasib Jendral Sviska yang siap dipecat bersama Prija dari jabatannya.
"I-iya Kim. A-ampun Kim." Jendral Sviska meringis kesakitan dan melanjutkan, "Aku akan mundur dari jabatanku. Aku akan memberikannya pa-padamu."
"Bagus." Ryuga menarik kembali aura Emperor miliknya, semua orang bisa kembali bernafas lega.
{Berita pagi ini. Diketemukan tubuh tuan Fayyed dalam keadaan terkapar di kamarnya. Dari mayatnya kemungkinan sudah 3 hari yang lalu tuan Fayyed. Penyebab meninggalnya masih belum jelas. Demikian berita pagi ini}
"Sial, dua sudah menyatukan jiwanya pada tubuh Queen Freya. Aku terlambat," batin Ryuga kesal.
Ryuga sudah menunggu kabar dari Angelina, Rany, Boy, Raras, Filza, Vanya dan Anilika selama 3 hari ini. Tapi tidak ada kabar sedikit pun.
"Kemana mereka semua?" sambungnya berpikir.
"Kalian urus sisanya, aku akan pergi sebentar." Ryuga menegakan tubuh Jendral Sviska dan menariknya keluar gedung misi akademi menuju kantor Jendral Sviska.
Para mentor yang melihatnya geram, Kim menarik paksa Jendral Sviska. Tapi Jendral Sviska memberikan isyarat menggeleng pelan agar jangan ikut mengganggu.
__ADS_1
Sesampainya di ruangannya, Jendral Sviska dilempar kasar. Dia merupakan seorang Jendral, tapi apa daya dia juga perempuan.
"Kamu bisa ditangkap jika memperlakukanku seperti ini." Jendral Sviska sedikit merah, lengan tangannya sakit dan punggungnya juga sakit akibat benturan lemparan Ryuga barusan.
"Aku hanya tidak suka semua ideku dibantah dengan mudahnya dan disepelekan. Padahal caraku jauh diatas kalian tentang meningkatkan level Divya yang sangat cepat."
Ryuga menatap tajam Jendral Sviska dari balik topengnya, tatapan Ryuga membuat tengkuk Jendral Sviska sangat dingin.
"A-aku minta maaf." Jendral Sviska terduduk lemas dan menunduk pasrah.
"Maaf sudah tidak ada gunanya, dan aku paling benci dengan kata maaf. Sekarang berikan aku 5 telur Holy Dragon yang lain!" titah Ryuga tegas.
Jendral Sviska menekan tombol di bagian bawah mejanya, dinding di belakang kursinya terbuka.
Jendral Sviska bangkit dan berjalan menuju pintu tersebut. Lalu masuk ke dalam diikuti Ryuga.
Mereka berdua menuruni tangga dan tiba sebuah ruangan berisikan 5 telur berwarna putih dengan motif api, tanah, petir, angin, dan kegelapan.
Kelima telur itu tertutup tabung kaca, Jendral Sviska menekan tombol yang berada di samping dinding kaca sebagai pembatas penyimpanan kelima telur Holy Dragon tersebut, untuk memasukan kata sandi.
Dinding kaca naik ke atas, disertai tabung kaca juga naik ke atas. Ryuga segera menyimpan kelima telur tersebut ke dalam jam tangan ruang miliknya.
"Aku tidak akan mengambil jabatanmu." Ryuga tiba-tiba berpindah tepat di depan Jendral Sviska dan menempelkan kedua telapak tangannya ke belahan gunung kembar Jendral Sviska membuatnya tersipu malu. "Curse: Archangel Demon!"
Dada Jendral Sviska bersinar terang karena tertanam kutukan malaikat iblis dan Ryuga melanjutkan, "Aku telah menanamkan kutukan padamu. Aku harap kamu bisa bekerja sama dan tidak berkhianat. Kalau berkhianat akan meledak tubuhmu."
Jendral Sviska meneguk salivanya, "Aku paham dan aku sangat mengerti."
"Bagus. Aku hanya membutuhkan kelima telur tersebut." Ryuga membuka topengnya dan membuat Jendral Sviska terpana dengan ketampanan Ryuga.
"Ryu-ryuga?! Kamu adalah buronan di sektor Nagana!" Jendral Sviska melebarkan mata, dan tak percaya ASSAT sepertinya menjadi buronan.
"Buronan? Jangan bercanda! Perempuan berjiwa laki-laki itu mencuri pedangku, Jendral wanita buta!" Ryuga geram dan hampir saja menampar Jendral Sviska karena emosinya tak terkendali.
"Maksudmu, katana bersarung hitam dan bergagang putih itu?" tanya Jendral Sviska.
__ADS_1