SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
Chapter 43 Aku Tak Peduli Dengannya


__ADS_3

Bahu kananya retak, Jason menancapkan Acolyte miliknya ke tanah. "Ah, sial! Baru kali ini melawan monster yang cukup pintar dan terorganisir. Aku lebih baik cepat membunuhnya, Bee Sting!" Jason memaksa bangkit dengan menumpu pada gagang Acolyte dan mencabutnya, namun sayang bahu kanannya yang retak menimbulkan sakit di seluruh badannya. "Aw! Sial kenapa terjadi di saat begini?"


Kondisi Jason benar-benar tersudut, empat Black Knight Spearman sudah mendekat dan mengambil tombak yang tertancap pada dinding. Black Tempest memasang kuda-kuda siap menyerang Jason. Dalam jam tangan penyimpanan Jason tak ada satu botol pun heal potion atau stamina potion yang tersisa.


Boom!


Dari atas langit muncul Ryuga yang mengendarai Azula, ledakan tersebut adalah tembakan infinity burst yang di tembakan oleh Azula dan menghancurkan 4 Black Knight Spearman menjadi abu.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil membunuh monster level diamond] 4x


"Azula lebih baik kamu kembali!" titah Ryuga.


"Baik tuan!" Azula mengecil dan menjadi sinar lalu berubah menjadi bola bermotif kepala naga, ancient beast ball azula masuk ke dalam topeng semesta milik Ryuga.


Tubuh Ryuga berkedip dan muncul di depan Jason, tangan Ryuga terjulur untuk memberikan Jason pertolongan, namun ditepis oleh tangan Jason. "Minggir sana! Aku tak butuh bantuanmu!" Jason bejalan tertatih, ia tak sadar Black Tempest sudah mengincarnya. "Apa?!"


"Trang ...!" Black Tempest menusuk Jason dengan Javelin besarnya namun berhasil ditangkis oleh Ryuga dengan Yamato, Jason masih Schock. Ryuga menendang ujung Javelin Black Tempest untuk membuatnya terpundur.


"Bang ...!" Black Tempest terpundur kedua kakinya bergesekan dengan permukaan tanah, "Aerial wave blast!" Ryuga menebas secara vertikal dari bawah ke atas, memunculkan siluet sirip hiu setinggi 10 meter dan lebar 5 meter. Siluet sirip hiu memanjang dan membelah dua bagian tubuh Black Tempest. "Mati kau!"


"Boom ...!" Gedung di seberang jalan Sunyaragi terbelah dua dan hancur, permukaan tanah yang dilewati siluet sirip hiu retak dan berbentuk cekungan sedalam 5 meter. "Apa?! Tidak mungkin?! Dia mengalahkan Black Tempest hanya dalam satu tebasan?!" Jason dengan membulatkan mata, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil membunuh monster level platinum]


[Selamat juragan mendapatkan Rp.500.000 karena berhasil membunuh monster level platinum]


Ryuga sudah menemukan portalnya di permukaan tanah dan langsung menghancurkan portal itu dengan menusuknya.


Prang!

__ADS_1


[Selamat juragan mendapatkan 1000 poin experience dan uang Rp 10.000.000 karena berhasil menghancurkan portal Platinum]


Ryuga langsung menyimpan mayat Black Tempest ke inventori sistem. Jason yang berjalan tertatih terus memperhatikan Ryuga dan berpikir, "Siapa sebenarnya dia? Kenapa bisa menghancurkan portal? Setahuku hanya para Sangakama yang bisa menghancurkan portal?"


Ryuga kembalj berkedip dan muncul di belakang Jason dan melihat Jason kepalanya menengok ke kiri dan ke kanan seperti mencari sesuatu. "Hai sedang mencari siapa? Mencariku?" tanya Ryuga mengagetkan Jason.


"Bedebah! Sial! Kau mengagetkanku, hampir saja jantungku copot, huff ... huff ... huff ...." Jason memegangi dada kirinya, nafasnya naik turun tak beraturan. "Kenapa kau tiba-tiba muncul di belakangku? Sial!"


"Ah, tidak apa-apa. Hanya ingin mengerjaimu saja, hehehe ...," jawab Ryuga dengan terkekeh, Yamato ia simpan ke dalam inventori sistem dan memberikan botol heal potion untuk Jason. "Ini terimalah, jangan menolak lagi. Tubuhmu luka parah, aku akan membawamu pulang."


[Blangtungpak blaem-blaem]


[Selamat majikan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi]


[Misi : Hancurkan 5 portal ungu yang muncul tiba-tiba


Hadiah : Uang 500 juta, kotak mythril, 10.000 poin experience


Progres : 100%


[Semua hadiah sudah ditransfer ke inventori sistem]


[Sampai jumpa lagi di misi selanjutnya]


"Asyik, asyik, yes! Dapat hadiah dari misi tersembunyi," batin Ryuga raut mukanya berbinar-binar dengan mata berkilau.


"Ah tidak perlu! Aku bisa sendiri," ketus Jason lalu menenggak habis botol berisi cairan hijau. "Lain kali aku akan membayar heal potion ini. Selamat tinggal"


Jason yang sudah pulih dari luka bahunya yang retak dan kaki kanannya yang patah, langsung menghilang dari pandangan.

__ADS_1


"Orang sombong seperti dia akan merepotkan jika bertemu lagi. Tapi dari seragamnya, dia adalah ASSAT sektor Siliwangi, tapi ya sudahlah, memangnya aku peduli, trickster!"


Tubuh Ryuga berkedip, tujuannya adalah pulang kembali ke Maung School Akademi di Serpong. Memang jarak dari Cirebon ke Serpong sangat jauh sekitar 250 km, tapi skill Trickster bisa menjangkau sampai 100.000 km. Jadi kemana pun Ryuga pergi tak masalah selama energi Vedanya cukup.


***


Di gedung Mexus pusat kepemiminan sektor Siliwangi, Serpong Alam Sutera.


"Lapor Lord! Semua portal sudah dibereskan, dan Ryuga Himuralah yang melakukannya!" papar Zayd dengan menyilangkan tangan di dada kiri dan menundukan wajah.


"Bagus Zayd! Cepat berikan surat undangan khusus untuk Ryuga! Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengannya," titah Gardosen raut mukanya berbinar-binar.


"Baik My Lord!" sahut Zayd dengan menyilangkan tangan di dada kiri dan menundukan wajah.


"Lalu berapa banyak Divya yang terluka dan tewas dari akademi dan guild?" tanya Gardosen sorot matanya tajam.


"Cukup banyak my Lord, 100 orang dari berbagai guild di sektor Siliwangi dan 10 kadet dari akademi. 10 lainnya dari akademi hanya terluka ringan, kekuatan sektor siliwangi memang masih banyak total 3.5 juta Divya tapi di bawah level 5. Ini akan berakibat buruk untuk pertahanan kita," jawab Zayd dengan raut muka serius.


"Kamu benar Zayd! Kita harus tingkatkan kekuatan mereka, berikan dana segar ke semua guild di sektor Siliwangi dan berikan hadiah jika guild berhasil meningkatkan para Divyanya minimal sampai level 5," titah Gardosen menyeringai tajam.


"Laksanakan, my lord!" sahut Zayd dengan menyilangkan tangan di dada kiri dan menundukan wajah, lalu Zayd meninggalkan ruangan kantor Gardosen.


"Posisimu Jason, pasti akan digantikan dan setelah itu kau akan dibuang. Setelah kau dibuang, aku akan membunuhmu dan merebut kuasamu juga Acolyte milikmu, hahahaha ...," batin Zayd menyeringai licik sambil menyusuri lorong ruangan gedung Mexus.


Zayd bisa mengetahui informasi sangat akurat, karena Zayd mempunyai kuasa create tahap 1. Zayd bisa menciptakan apapun dari tanah liat dan mengubahnya menjadi benda hidup, Zayd menciptakan gorgon eye untuk memata-matai pergerakan semua Divya dari jarak jauh. Semua ciptaan Zayd akan terhubung langsung ke matanya.


***


Aula Maung School akademi.

__ADS_1


Semua murid yang terluka merintih kesakitan, Vanya, Drake, Stab, Vernie, dan Lady sibuk mengurusi teman-temannya yang terluka akibat serangan monster.


Ryuga muncul di aula dengan tubuh berkedip, "Ketua! Tolong teman-teman! kami sudah kehabisan energi!" pinta Stab, pemuda berumur 17 tahun tinggi 165 cm, berambut jabrik, mata lebar, hidung pesek dan kulit sawo matang.


__ADS_2